Dua Minggu setelah kejadian kemarin, Jay sama sekali tidak menampakan batang hidungnya disekolah,semua orang berpikiran dia sudah kluar dari sekolah kecuali Akira gadis ini bersikukuh bahwa haiden sedang dalam masa penenagan diri, bukan mengeluarkan diri. katakanlah seperti itu.
"Lu bener-bener gatau Jay kemana" Akira menampilkan mimik wajah sedih nya, yang membuat Alex gemas tak tahan mencubit Pipit gembulnya.
"Paansilu"
"Cie akhirnya Akira jatuh cinta juga wkwk" Alex terkekeh
"Paansilu"
Akira masih menampilkan raut wajah sedih.
"Jay ga kluar,dia males masuk"
Akira diam.
"Apalagi kalo ngliat lu katanya bhaha" lanjut Alex diakhiri ngakakan khasnya. Akira reflek mendorong bahu Alex kesal.
"Anjing lu!"
Alex masih terkekeh " HAHAHA" membuat Akira muak mendengarnya " bau mulutlu,mingkem" ucap Akira menabok mulut Alek.
"Sialan"
"Temen lu mana, si Arga sama Billy ga kliatan"
"Kepo amat lu kek wartawan"
"Jawab si apa susahnya"
"Mau ngapainnnn??!" nyolot Alex "mau nanya-nanya tentang Jay?" Lanjutnya "alah ga penting amat si lu"
Akira mengerutkan dahinya kesal.
"Suka-suka gue lah ko lu yang kesel!,cemburu heh!"
Alex terkekeh keras.
"Dahlah kemusuhan kita!" Akira pergi meninggalkan Alex yang masih duduk dengan tawanya melihat tingkah Akira.
"Eh eh kir kir mau kemana!!!"
Akira berbalik menunjukan jari tengahnya seraya bergumam "fakyu"
Jam 5:45 WIB Pulang sekolah Akira berencana menunggu Arga dan Billy diparkiran, belom sempat kakinya melangkah ke parkiran tas gendong hitam legamnya ditarik hingga tubuh mungilnya terhuyung ke belakang.
"Anjir!" Ucap Akira setelah tau siapa yang menarik nya.
"Paansi lu bil gada alus-alusnya sama cewe" kesal Akira lagi
"Gua tau lu cari gua kan"
"Mau ngapain" lanjut Billy
Akira diam mencoba merangkai pertanyaanya.
"Emmmmmm it-.." akira mengernyitkan dahinya seakan mencari kalimat yang pas.
"Apa!!" Keras Billy memotong kalimat akira.
"Sabar!"
"Lamaan lu,calon presiden mau ada rapat penting sama om Donald Trump nih" ucap billy.
"Najis amat si lu!" Akira kesal menendang bokong billy.
"Kampret gabisa diajak humor lu orang tua" Billy mengelus pantatnya.
"Coba tangan lu keatas" perintah Akira,Billy mengikuti.
"Gini" ucap billy melingkarkan tangannya ke atas kepala.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Akira merenggangkan tanganya"Bacottttt"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Billy terkekeh " wkwk anjing humor"
(Paansi yawloh receh maapkeun)
Setelah lama berbincang bincang dengan Billy akhirnya Akira memutuskan kerumah Jay,Yap benar. Akira menanyakan rumah tinggal Jay yang dijawab kaget oleh Billy namun semua nampak biasa setelah Akira menjelaskan tujuanya kerumah Jay.
45menit perjalan dari sekolah kerumah haiden akhirnya Akira berdiri didepan rumah mewah bernuansa putih,Akira memberanikan diri mengetuk pintu rumah mewah itu "hmmmms"
"Tok..tok..tok.."
Tidak ada jawaban.
"Permisiiii!!" Keras Akira
"Sepi amat ni rumah gda manusia kali ya"
"Permisi ada orang!!!" Masih tidak ada balasan.
"Tingtong"Akira memekan bell
"Astagfirullah sabar" Akira mengelus dadanya sendiri berusaha menenangkan dirinya.
"Permisii! Ada ora-"
Crekkkseseorang bertubuh tinggi dengan wangi yang khas muncul didepan Akira,Akira kaget mencoba menetralkan dirinya kembali.
" Apa" ketus haiden sang pemilik rumah dengan ciri khas wajah tampanya.
"Ekhem"
"Apa" ketusnya lagi membuat Akira kesal.
"Kenapa lu ga masuk sekola,udah dua Minggu lu absen terus,sekolah tinggal beberapa bulan lagi lu malah kaya gini ga kasian sama orang tua lu" jelas Akira panjang kali lebar ,haiden diam memperhatikan mimik wajah gadis didepanya.
"Urusan lo apa" jawab singkat haiden.
"Ishh..lu gausa lari dari masalah,harusnya lu slesain masalah itu kalo lu gasalah. perbaiki nama baik lu,kalo gue diposisi lu gue bakalan nglakuin apa yang gue omongin tadi" jelas Akira lagi ngos-ngosan.
"Gua ya gua lu ya lu kita beda,paham!" Haiden menutup pintu rumahnya keras didepan wajah Akira ,Akira terlonjak kaget
"Babi!" Teriak akira
Pintu rumah itu kembali terbuka "satu lagi gausa ikut campur" singkat nya menutup kembali pintu rumahnya.
" Gitu amat ,ga dianggep niat baik gue sialan!" Keras Akira " besok kudu masuk titik!" Lanjutnya berlalu pergi dari rumah itu....