jaykir15

73.4K 887 73
                                        

Kamu aku jadi kita

Akira

Esok paginya jam 10:45 Akira terbangun dari mimpi indahnya bersama pujaan hatinya Yap haiden mengerjapkan matanya beberapa kali sebelum benar-benar tersadar. Seperti girls pada umumnya Akira mencari benda pipih bergambar apelnya 1 messenge. Akira membuka satu pesan yang tak dikenal itu.

From: +629990334****

P
P
Jadi jalan?

Akira mengeryit sebelum mengingat ada janji dengar seseorang "Oalah" Akira tersadar bergegas bangun tak menyadari kakinya terlilit sprei "Brukkk" sampai tersungkur "aw sakit" ringisnya mengelus kaki mulusnya. Melirik jam dinding menunjukan pukul 11:01 "ya lord" kagetnya bangkit berlari menuju kamar mandi.

Setengah jam kemudian Akira kluar memakai pakaian t-shirt santai seperti biasanya. Memandang dirinya di cermin besar " gini aja uda cakep" merapikan sedikit rambut coklat legamnya.

"Bibir gaboleh kemerahan bukan cabe-cabean nanti kalo dicium haiden lipstiknya nempel kan galucu" Akira mengusap bibirnya mewarnai bibirnya dengar warna natural.

" Uda siap" Akira menyunggingkan senyum menawannya membalas pesan dari seseorang yang tak lain adalah haiden.

To:+629990334***

Gua uda siap.

Send setelah terkirim Akira duduk disofa menunggu kedatangan pujaan hatinya . Satu jam setengah bel apartemen nya berbunyi Akira berlari kearah pintu membukanya menyambut dengan senyuman manis, Haiden terkekeh.

"Ga sabar?" haiden menyelipkan anak rambut ketelinga akira, akira menggigit bibir merah mudanya.

"Yauda ayo jalan" ucap Akira menghilangkan saltingnya ,haiden menggandeng tangan Akira berjalan santai sambil berbincang obralan garing keduanya.

Sampai disuatu tempat yang mereka tuju,sebuah danau yang tak asing bagi Akira " kesini?" Tanya Akira menyakinkan dirinya bahwa haiden hanya sedang main-main,haiden menggangguk, Akira diam tergambar raut kecewa diwajahnya.

"Inima danau Deket apartemen gua jayyyyy! Terus ngapain gua dandan lama-lama kalo cuma ke sini" kesal Akira

" Gua mo balik" lanjutnya berbalik sebelum tangannya ditarik oleh haiden Akira berhenti "apa?"

"Kalo sama gua beda" haiden mengajak Akira berjalan menyusuri danau.

"Sama aja gua uda bosen kesini,gua kira Lo bakal bawa gua nonton kek atau makan gitu kalo ga ke mall jalan-jalan simpelnya mah ke pantai gitu" Akira mengayunkan kedua tangan mereka sambil mengrucu kesal.

" Uda biasa kir,kita lain dari mereka"

Akira menggangguk mengiyakan.

" Lo nya aja ga mau kluar modal" ceplos Akira ,mendengar itu haiden tertawa keras "tau aja" ucap haiden menoyor jidat Akira.

"Ga ada manis-manisnya ish" Akira mengelus jidatnya.

"Ni jilat biar manis" haiden menyodorkan pipi nya.

Akira menampol keras pipi haiden "najis"

Keduanya larut dalam fikiran masing-masing sampai tak menyadari matahari berganti warna menjadi orange.

" Besok diskolah biasa aja" ucap haiden ,Akira melirik "iya"

"Apa?" tanya haiden menyakinkan.

"Musuhan kan kita?"

"Temen"

"Oh iya" balas singkat Akira setelah tau maksud haiden .

"Temen idup" lanjut haiden diakhiri kekehan khasnya ,Akira tersipu malu "Lo bisa gini juga ternyata Jay" lirih Akira malu-malu.

"berusaha haha" haiden mentap Akira ,Akira balik mentap bola mata didepanya "boleh cium" Akira menggangguk, menutup matanya menunggu benda kenyal menyentuh bibir tipis merah mudahnya . Sedetik dua detik tidak ada yang menempel Akira membuka matanya melihat haiden tertawa didepanya "mau banget???" goda haiden , Akira menutup wajahnya karna malu sedangkan haiden asik menertawakan kepolosan cewe yang terkenal bar-bar itu "hahaha"

"kalo uda sah gua cium terus"

Akira melengos masih kesal bercampur malu.

"Dulu aja Lo nyosor"

"Kepepet" haiden nyengir yang dihadiahi jitakan dikepalanya "aw kir" ringisnya.

"Makan tu,sakit kan"

Haiden masih meringis sembari mengganguk.

"Kaya yang gua rasain sakit ni sakit" ucapnya menepuk-nepuk dadanya.

"Lebai" haiden memegang tangan Akira mengelus tengkuknya seperkian detik mencium lembut bibir Akira semakin dalam membuat keduanya larut dalam ciuman penuh rasa itu "emmmhhh" desah Akira disela2 ciumanya ,sebelum semakin jauh haiden menghentikan ciumanya mengelap bibir Akira haiden bangkit berjalan meninggalkan Akira yang masih mengatur nafasnya, Akira memperhatikan punggung lelaki yang tadi membuatnya ahentahlah sampai akhirnya punggung itu tidak terlihat lagi dipandangnya,. Akira masih terdiam ditempatnya sampai matahari sudah benar-benar menenggelamkan dirinya dalam kegelapan.

Ditempat lain haiden menyadari perbuatanya tapi ia sama sekali tidak menyesal " brengsek" satu kalimat penuh makna dilontarkannya.


Lanjutan.

Lanjutan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
surprise 18+Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang