Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

27.Kencan Ala Azka (2)

2.9K 237 1
                                        

Happy reading!!

*****

Perempuan cantik itu berdiri di depan cermin yang memperlihatkan seluruh tubuhnya,dari atas hingga mata kaki,dalam balutan dress bercorak floral,Khanza tampil cantik dengan rambut yang ia ikat menjadi ekor kuda,dengan tatapan yang sendu Khanza menghela nafasnya,bayangan di cermin itu pernah menjadi orang yang paling tidak percaya diri,dengan lingkungan yang serba sempurna membuat Khanza merasa jika dia tidak pantas untuk bahagia.

Namun semesta seolah memberitahu Khanza,jika setiap manusia berhak bahagia,entah hari ini ataupun esok,Khanza mana pernah membayangkan jika suatu hari ia akan jatuh cinta pada sosok seperti Azka yang jika lelaki itu mau,perempuan yang melebihi Khanza bisa didapatkan dengan mudah,tapi Azka memilih dirinya,perempuan difabel yang hanya hidup dalam keterdiaman selamanya.

Azka lelaki yang nggak pernah Khanza impikan,dia muncul tiba-tiba,menariknya keluar dari ruang abu-abu menuju rumah pelangi dimana hanya ada tawa serta kebahagiaan,lelaki itu tidak pernah memberikan kemewahan meski mampu,lelaki itu juga tidak pernah memanjakan Khanza dengan keromantisan yang menghamburkan uang.

Dengan caranya sendiri Azka mampu membuat Khanza bisa tersenyum lepas,selepas bulan sabit yang melengkung dengan sempurna,Azka lebih sering mengajaknya menaiki bus menghabiskan sisa waktu berdua di salah satu kursi bus,menikmati setiap alunan musik,atau sekedar mencicipi dua buah mangkuk bakso di alun-alun kota.

Khanza kembali tersenyum ia melangkah sedikit ke depan meraih sebuah figura, dimana ada lukisan wajah Azka disana dengan arsiran abu-abu,satunya sudah Khanza berikan pada Azka tempo lalu,dan ini Khanza jadikan sebuah hiasan di kamarnya.

Suara pintu yang terbuka,membuat Khanza menoleh,kenzoe berdiri dengan wajah datar di sana.

"Di tungguin Azka tuh di depan"

"Iya bentar lagi aku keluar"

Sebelum pintunya kenzoe tutup,lelaki itu kembali bersuara"bilangin pacar kamu jangan terlalu nyebelin jadi manusia"

Pintu tertutup,menyisakan Khanza dengan kerutan di dahi,tidak lama setelahnya Khanza keluar menemui Azka yang sudah menunggunya di atas Vespa metic pink, sangat kontras dengan pakaian Azka yang serba hitam.

"Sudah siap malmingan nggak sayang?"wajahnya berseri dengan senyum tengil yang membuat siapapun beranggapan jika Azka sosok yang menyebalkan,termasuk kenzoe.

"Abang kamu apain? Wajahnya datar banget"

Lelaki itu terkekeh,ia mengambil helem memasangkan langsung ke kepala Khanza "aku suruh jalan-jalan kan ini malam Minggu zaa,eh dia malah ngamuk"

"Mood bang Zoe emang aneh akhir-akhir ini,yang pms kamu yang sensian justru dia"lanjutnya.

Khanza tidak menyahut,ia memilih duduk di jok belakang,menyadarkan kepalanya pada punggung Azka. Lalu keduanya siap bergabung dengan penghuni jalanan yang ramai.

*••••••••*


Dalam perjalan yang entah kemana itu keduanya saling diam,Azka masih dengan fikirannya tentang tempo hari, sementara Khanza menikmati aroma khas dari lelaki yang ia peluk erat sekarang ini,motor itu berhenti di depan sebuah mini market,Azka turun ia membuka helemnya.

KHANZA ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang