____
Happy reading
Langkah kaki Azka berat,tubuhnya memang sudah sehat namun hatinya belum kunjung membaik,bahkan semakin sesak ketika melihat tubuh kurus Khanza yang terbaring lemah di atas brankar, serangkaian alat medis masih terpasang dengan harapan perempuan yang Azka sayangi itu kunjung membaik,meski kata dokter belum ada tanda-tanda kapan Khanza akan membuka matanya, terhitung sudah lebih dari seminggu Khanza terbaring koma,meski kini sudah di pindahkan ke ruang rawat inap,namun Khanza belum bisa di pastikan kapan akan terbangun.
Satu tangkai mawar putih Azka taruh bersama tangkai-tangkai mawar lainnya yang setiap pagi lelaki itu bawa.
"Selamat pagi kesayangannya aku"Azka tersenyum meski binar matanya sangat redup,disapunya kening hingga rambut Khanza menampilkan wajah tirus yang pucat pasi.
"Udah dong istirahatnya,aku kangen,bang Zoe apa lagi,dia uring-uringan tiap hari liat kamu yang enggak bangun-bangun"
"Cape banget ya za? Sampai kamu butuh waktu lebih dari seminggu untuk tidur? Kamu nggak ada niat ninggalin aku kan? Kamu nggak akan pergi kan?"lelaki itu menunduk,guna menyembunyikan bening yang hampir luruh.
"Bangun ya,aku butuh kamu,aku mau kamu sembuh,biar kita bisa sama-sama terus"lelah,Azka memilih diam ia mengecup lama puncak kepala Khanza "aku pulang ya,besok kamu harus bangun ada kejutan untuk kamu"
Azka bangkit,ia berjalan keluar bersamaan dengan kenzoe yang baru saja datang.
"Udah mau pulang?" Sapa kenzoe.
Azka mengangguk "gue mau ke kantor bang,udah cuti lama banget"
"Yaudah hati-hati"ujar kenzoe lalu mereka berpisah,kenzoe melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan tempat Khanza terbaring.
Lelaki itu duduk,ia mengusap kepala Khanza dengan helaan nafas berat.
"Ada yang mau Abang ceritaiin ke kamu" ungkap nya pertama kali,kenzoe memilih menunduk,dengan tangannya yang terus mengusap kepalan tangan Khanza yang terpasang infus.
"Seminggu yang lalu Azka berhasil bertemu dengan seseorang za, orang itu ayah kandung kamu,ternyata bertahun-tahun yang lalu dia datang ke panti dia cari kamu za, sayang nya kedatangan dia terlambat atau mungkin belum takdir kalian untuk bertemu"
"Sekarang dia ada di sini,di dekat kamu nggak ada hari yang dia lewatin untuk jenguk kamu,dia ayah yang baik"suara kenzoe melemah.
"Dia-- om zikry dia ayah kandung kamu zaa,dan perempuan yang pernah kamu tolong dulu adalah ibu tiri kamu,nanti om zikry sendiri yang akan ceritaiin ke kamu gimana detailnya,yang terpenting sekarang kamu bangun dulu"
Kenzoe luruh,kepalanya ia sandarkan pada tangan Khanza yang terpasang infus,tanpa sadar jika ujung netra Khanza mengeluarkan bulir-bulir air mata.
*•••••*
Khanza mengayun ayunan yang ia duduki,kaki nya bebas dari alas dengan gaun putih yang menjuntai hingga mata kaki,senyumnya lebar tanpa beban.
"Khanza"
Perempuan itu menoleh,senyumnya kembali mengembang lebar "iya?"
"Kamu masih di sini?"
Lagi-lagi perempuan itu mengangguk "aku suka di sini,nyaman" ujar nya lalu kepalanya meneleng menatap lekat pada seseorang yang menemaninya dalam beberapa hari ini.
"Ibu siapa? Kenapa di sini? Kita saling kenal?"
Yang di tanya terkekeh,usianya mungkin sepertengah abad cantik bahkan khanza seakan sedang bercermin sangat mirip dengan wajahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
KHANZA ✔
ChickLitselamat datang di kisah khanza. yang selalu ceria tanpa suara. yang selalu tersenyum tanpa ada tawa. yang akan menangis ketika ia merasa terluka. Hanya itu yang dapat saya tulis untuk mendeskripsikan isi dari keseluruhan cerita ini. Jika penasaran m...
