Keesokan paginya, Singto sudah terbangun dan selesai membersihkan diri. Sekarang ia sedang memperhatikan beberapa orang berpakaian serba hitam yang sibuk berlalu-lalang dengan masing-masing membawa kardus di halaman samping yang terlihat dari jendela kamarnya.
"Apa yang mereka lakukan pagi-pagi begini?" Gumamnya.
Tiba-tiba pintu kamarnya terketuk. Singto berjalan ke arah pintu dan membukanya, ada Tor yang berdiri di depan kamarnya.
"Ikut aku, semuanya sudah menunggu" kata Tor datar dan langsung berjalan pergi.
Singto menutup pintu kamarnya dan mengikuti Tor. Mereka berdua pergi ke lantai dua dan menuju sebuah ruangan dengan pintunya yang masih tertutup.
Tor membuka pintu tersebut dan masuk duluan, sementara Singto masih berdiri di tempatnya.
Sebuah meja panjang yang penuh dengan makanan dan delapan orang dengan Sunny duduk di ujung meja menatap Singto bersamaan.
"Singto, duduklah... " titah Sunny.
Singto duduk di kursi kosong di samping Tor, tepatnya kursi kedua di sebelah kanan Sunny.
"Apa-apaan ini? Ada anak hilang rupanya disini" kata Sky, pria berambut coklat yang duduk berseberangan dengan Singto.
"Aku masih ingat sumpah-serapahmu pada kami lo... " kata Bank, pria berkulit putih di samping Sky.
"Menjilat ludah sendiri...? Mungkin itu ungkapan yang tepat" lanjut Captain, lelaki kurus-tinggi yang duduk paling ujung di barisan Sky dan Bank.
Singto mencoba untuk mengabaikan ucapan kedua pria tersebut.
"Ku minta kalian diam saat di meja makan" kata Sunny.
Sarapan pagi itu dilingkupi dengan suasana yang orang biasa saja takkan nafsu untuk makan. Namun bagi Singto, ia harus tetap tenang sebisa mungkin.
Dan kegiatan pagi itu berlangsung hanya sebentar. Mereka berpindah ke ruangan di sebelah.
Ruangan yang di dalamnya terdapat dua sofa panjang yang ditempati 7 orang, satu sofa single diantaranya yang diduduki Sunny dan satu TV layar lebar.
Singto dan Tor yang berdiri di samping sofa, menunggu Sunny memulai pembicaraan.
"Dengarkan kalian semua, tentang kehadiran Singto disini, dia yang berstatus sebagai buronan sekarang memilih kesini untuk menghilangkan karakter Lev dalam dirinya. Dan tentu saja ia bersedia ikut andil dalam proyek yang kita kerjakan"
"Bagaimana Tuan Sunny bisa semudah itu percaya dengan orang ini?!" Kata Pond, pria dengan poni panjang yang hampir menutupi kedua matanya.
Sunny tersenyum sinis, ia melirik Singto sejenak. "Kalian akan tahu nanti. Untuk sekarang kita laksanakan tahap ketiga rencana yang sudah kita susun. Dan untuk Singto, kau bisa ikut dengan Tor dan Bill"
"Baiklah... " jawab Singto.
Semuanya pun berdiri dan keluar ruangan, termasuk Singto dan Tor.
Sunny memegang pundak Bill yang akan keluar. "Awasi dia... " bisiknya.
"Baik Tuan... "
. . .
Di dalam mobil mini-bus hitam milik tim khusus yang di supir Oaujun dan Fiat yang duduk di sampingnya, sedang dalam perjalanan menuju lokasi tempat White, Inspektur divisi satu, dan anak buahnya melakukan investigasi.
Mobil mereka berhenti di depan gedung dewan pemerintahan yang ternyata sudah banyak orang dari kepolisian dan media massa yang berkumpul.
Joss dan Leo keluar duluan dari kursi penumpang, disusul Oaujun dan Fiat. Mereka melewati kerumunan wartawan dan langsung menemui White yang ternyata menunggu mereka di depan gedung.
KAMU SEDANG MEMBACA
[END] The Chaser - [SK]
RandomMain cast : Singto + Krist + Fiat + Guy + Oaujun + Leo + Joss Side cast : Nammon + Sunny + Jay + dll... Genre : crime + action + BL summary : tim ini terbentuk belum lama dengan sedikit anggota, mereka bekerjasama menguak rahasia dibalik kejadian ak...
![[END] The Chaser - [SK]](https://img.wattpad.com/cover/205725265-64-k171190.jpg)