Chapter 17

99 26 5
                                        

Seorang cowok berlarian menuju kelas 12 IPS3. Leo membawa kertas hasil ulangan harian kemarin. Leo pun langsung membagikan kertas yang di pegangnya itu kepada pemiliknya. Dan kertas yang terakhir di berikan kepada Fransisco Alfredo Yoliko. Di sana tertulis angka 96. Dan itu adalah nilai terbaik di kelas 12 IPS3.

"Masa gue cuma dapet tujuh puluh tiga sih!" Agung protes, padahal selama ini kan nilainya nggak lebih tinggi dari tujuh puluh.

"Masa lo kalah ama Audrey, Audrey aja dapet nilai delapan puluh. Padahal dia kan anak baru!" ucap Frans yang membuat Audrey bertingkah laku kayak orang yang paling pintar di dunia.

"Pagi semua!" Dora datang dengan gayanya yang khas, yaitu berjalan kayak model Fashion show. Dora langsung duduk di mejanya dan mendapati sebuah kertas di atas meja itu. Ia lantas mengambil kertas itu dan histeris lah beliau saat sadar kalau nilai ulangan hariannya cuma dapet empat puluh lima.

"Aggggggrh!" pekikan dari Dora memecahkan gendang telinga semua orang yang ada di kelas.

"Kok nilai gue empat puluh lima, sih!" ucap Dora seperti tak percaya dengan apa yang telah ia lihat.

"Bener-bener nih ibuk Nena, pasti ibuk Nena salah koreksi nih!" Dora sibuk memeriksa jawaban yang ia buat namun di anggep salah oleh ibuk Nena.

"Udah, terima aja nilai segitu. Itu aja seharusnya lo syukurin, kan selama ini nilai lo pasti mentok di angka 40." ujar Frans dengan gayanya yang khas.

"Ih, lo ma bisanya cuma menghina. Orang itu ya kalo kawan di puji, ini malah di hina. Dasar nih cowok!" Dora nampak agak kesal kepada cowok yang tepat berada di depannya itu.

Leo yang melihat Dora sangat sedih, malah membuatnya tertawa terbahak-bahak. Hingga membuat orang-orang yang ada di dekatnya ikutan tertawa saat mendengar tawanya yang terdengar sangat unik dan khas.

"Lo juga, napa malah ketawa? Seneng liat temen lo sedih!" Dora mengalihkan pandangannya dan tertuju ke arah Leo.

"Sorry my queen! Becanda doang." Leo berusaha menahan tawanya yang tidak ada henti-hentinya.

"Emang dasar nih cowok! Mau gue suapin mulut lo ama nih kertas!" Dora terlihat tambah marah dengan Leo. Namun Leo nampak biasa aja, seperti tak menghiraukan kemarahan dari Dora.

"Iya, iya maaf!" sekali lagi Leo minta maaf. Namun kali ini dia bener-bener udah nggak nahan tawa lagi.

Keributan di kelas 12 IPS3 seketika terhenti saat semua siswa mendapati ibuk Nena yang sudah berada di depan kelas. Dan pelajaran seni budaya pun berjalan dengan hikmat. Tanpa ada halangan suatu apapun.

Alhamdulillah......akhirnya selesai juga Chapter 17.

Jangan lupa di vote ya teman-teman......karena vote itu geratisssssssa

Salam dari my love, eh baru ingat kalo saya nggak punya pacar....

Next Chapter 18

ZomBaliTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang