( 14 )

69 5 0
                                        

03.12 PM

hari ini tepat 3 hari perlombaan disekolah yoongi berjalan, pertandingan di break selama 1 hari karena pertandingan sudah memasuki semi final dan keputusan itu dibuat untuk memberi waktu sekolah yang masuk ke semi final agar dapat mengistirahatkan diri mereka dan meningkatkan permainan mereka.
mungkin acaranya terlalu lambat, tapi memang itulah kenyataannya karena banyaknya sekolah yang ikut serta dan juga ada berbagai macam demo kecil kecilan dari para siswi yang mendesak sekolah untuk tetap mengadakan perlombaan itu lebih lama lagi.
kalian tebaklah sendiri apa itu alasannya!

sekolah yang sudah sepi, membuat yoongi melangkahkan kakinya menuju parkiran tanpa ada niatan merapikan kegaduhan area lapangan yang sudah digunakan berhari hari yang lalu. sekarang ia hanya mau tidur! itu saja

pikirannya sekarang berkecambuk.
rasa kantuk,lelah,lapar kini sedang beradu adu didalam sana membuatnya sedikit emosi. kini dirinya sudah lelah memikirkan apa yang harus ia dahulukan,sebelum akhirnya pasrah menuruti kemauan organ dalamnya. dengan sedikit kasar ditepikan mobilnya didepan minimarket biasa yang tak jauh dari apartemennya.

langkahnya gontai saat memasuki minimarket tersebut, antara ingin mati kelaparan atau ingin mati karena belum menyentuh kasurnya yang nyaman itu, entahlah.

badannya yang begitu lelah itu langsung menyambar semua makanan yang ia lewati, otaknya seolah kaku tak dapat berproses sangking lelahnya.
ia berjalan kearah kasir sambil menjatuhkan satu persatu makanan yang ada dipelukannya untuk di scan.

" M-iin Yo-yongii? "
suara itu berasal tepat di depannya dan dengan berat hati yoongi mendongakkan kepalanya menghadap orang yang memanggilnya

hanya tatapan datar yang ditampilkannya dengan alis yang sedikit terangkat untuk menjawab panggilan orng tersebut

" Hmm, kau tidak mengingatku? " ucapnya pelan seakan takut diterkam yoongi

" Entahlah " jawabnya acuh seolah tidak tertarik dengan percakapan barusan

" A-ku--- "

lama menunggu nunggu dan tidak mendengar lanjutan kalimat lagi,yoongi mulai sedikit geram apalagi orang yg mengajaknya bicara hanya sibuk menunduk dari tadi.
" Aku masih makan nasi "

" E-ehh? "

" .... "

yoongi sudah mulai tersulut, badannya sudah begitu lelah dan sekarang?! apalagi ini! ia harus meladeni percakapan yang sangat tak bermutu dan membuang waktunya yang berharga
" Jdi? "

" E-ehh maaf aku sedikit gugup " ucapnya sedikit tertunduk

ia menatapnya datar seolah memintanya melanjutkan kalimatnya tadi atau apalah itu yang penting ia mau ini semua berakhir dan pulang!

" A-ku kim soo-ra "

" Aku tau "

" K-auu ingat aku ? " tanyanya kaget membelalakkan kedua matanya saat mendengar penuturan yoongi barusan

" Baju "

sedikit menundukkan kepalanya melihat apa yang dimaksud yoongi, sudah dipastikan sora sekarang sedang berusaha menahan malunya.bagaimana tidak malu, ternyata yg dimaksud yoongi itu name tagnya yang jelas jelas bertuliskan namanya.

untuk menutupi rasa malunya, sora beralih menatap belanjaan yoongi yang kini secara bergantian sudah di scan sora dan dimasukkan kedalam kantong.

" Ini, silahkan datang kembali " ucapnya ramah menyodorkan kantong belanjaan ke yoongi

yoongi hanya bergumam sebelum akhirnya berjalan keluar minimarket

" Yo-ongi "

langkahnya seolah ditahan saat suara dibaliknya mengintruksinya kembali.
Haisshh menyebalkan, sekarang apa lagi!
begitulah kira kira gerutu yoongi sebelum akhirnya tubuhnya kembali berbalik

" Kesepakatan kemarin masih berlaku? "

" Apa? "

" Pekerja part time yang kau suruh infokan jam kerjanya "

aahh yoongi sekarang baru sadar kalau perempuan ini perempuan waktu itu yang ada diminimarket, bagaimana ia bisa lupa? ingatannya begitu lemah ternyata!

" Infokan saja " singkatnya yang segera berbalik

" T-uungu "

ASTAGAA! APALAGI SIH !
baru saja yoongi akan merasakan ketenangan dan sekarang emosinya kini kembali tersulut, semua bayangannya untuk pulang dari sekolah tadi pupus sudah, sekarang lapar, letih, semuanya lenyap.

" Bisa hubungi aku? "
" Aku tidak punya nomormu, waktu itu kau menyimpan nomorku kan? kau belum mengirim pesan ataupun menghubungiku, jadi aku tidak bisa menginfokannya "

" hm "

***

Hati yang senang, senyuman merekah yang ditutupi wajah dinginnya itu kini sudah akan berbaring disingasananya setelah menghabiskan semua makanan yang barusan tadi dibelinya.

tak hanya itu, kini semua misinya sudah tercentang satu persatu dan tinggal satu misi lagi maka hidup yoongi akan sejahtera lahir maupun batin

1. pulang keapartemen ( √ )
2. membeli kebutuhan hidup ( √ )
3. melahapnya (√ )

dan sekarang hanya tinggal satu misi lagi yang harus dikerjakannya

4. hibernasi

tinggal hitungan detik lagi misinya akan terlaksana dan hidupnya akan sejahtera untuk hari ini

FAILED !

gedoran pintu apartemennya menghancurkan hidupnya dalam sekejap.
akhir hidupnya ditentukan dengan misi terakhir dan gedoran itu dengan tidak sopannya menghancurkan itu semua

yoongi mengusak rambutnya kasar, menuruni kasur yang baru saja akan ditempatinya beralih menuju kearah pintu untuk membukanya.
tangannya sudah dikepalnya kuat, bersiap untuk menonjok siapa saja yang ada dibalik itu.

" Auu, sakit bodoh! " umpat namjoon memegangi perutnya yang sudah terkena tinjuan yoongi

yoongi menatap tajam kearah mereka semua dari arah pintu dengan sebelah tangan memegang gagang pintu yang akan segera ia tutup
" Kenapa? "

" Tentu saja ingin mengi--- "
yoongi segera menutup pintu sebelum mendengar kalimat itu selesai, dan sudah ia pastikan pasti mereka mau menyusahkannya. sebelum itu terjadi, lebih baik yoongi mengakhirinya lebih dulu.

" YOONGIIIII! "
" Yakkk pelit sekali kau! "
" YOONNN "
" Bukaa ! "
" Pucat, bukaa! "
" Buka yoongi atau kau akan mati terbakar"
" Yoongiiiii-ya! bukaaa "
" MIN YOONGI BODOH! "
" Yoongi nya jimin ayo bukaa! "
" YAKKK MIN YOONGI! "
" YOONGI-YAA!! "

Semua teriakan,ocehan,gedoran pintu yang begitu keras itu semua adalah kelakuan mereka yang sangat sangat tak tau diri,sudah tau ingin menumpang tapi dengan kurang ajarnya menyumpahi tuan rumah. begitulah teman yoongi sangat sangat tidak tahu diri, tak ada yang normal. bahkan pernah dibilang hanya yoongi yang bisa dibilang normal.

" Jimin, telpon yoongi bila perlu spam chatnya juga. kalian juga! " teriak taehyung yang gelagapan mencari cari cara agar yoongi membukakan pintu

" Kenapa ingin sekali nginap ditempat yoongi? " jin menggaruk garukkan kepalanya melihat mereka semua yang tetap kekeh mencari cara untuk masuk apartemen yoongi.
jimin,j hope dapat bagian menelpon dan menspam chat yoongi
v, jungkook menggedor kuat pintu apartemen yoongi
sedangkan namjoon membantu v,jungkook mengiringi irama gedoran pintu dengan berteriak dan jin yang tadinya hanya duduk diam memperhatikan mereka, kini ikut membantu namjoon berteriak

Cklek

" Yess, berhasil " senang mereka setelah mendengar suara kunci diputar

" Hehh? bukannya tadi barusan dibuka? " tanya jungkook kebingungan

lama menunggu pintu yang tak kunjung terbuka,otak namjoon berproses merutuki kebodohan mereka
" BODOHH! DARI TADI TIDAK DIKUNCI! KAU SIH TAE SIBUK SEKALI! JADI BEGINI KAN! YOONGI BUKAA! "

" HAHH! KAU SERIUS?! "
" Yoongiii, ayolah.... bukaa.... tidak kasihan melihat kami seperti ini? " bujuk jimin menggedor gedor pelan pintu yoongi

" Bodoh! pergi sana, tidak jelas! " ucapnya mengabaikan rutukan mereka dari balik pintu

School StoryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang