"Semua orang punya caranya sendiri untuk terlihat biasa saja. Tapi terkadang mereka lupa, ada yang perlu dijaga, yaitu rasa.
-Sabrina-
*****
"JANGAN SENYUM RIN! JANGAN BAGI SENYUM LO SAMA DIA!!"
Sabrina bahkan Alfian tersentak kaget.
Mampus.
"Lo ngapain ada disini? Lo tau? Anak IS ga penting disini! Mendingan lo, gue minta keluar sekarang!" ucap Azka menunjuk ke arah Alfian. Azka tak menyukai keberadaan Alfian dikelas ini, apalagi dengan Sabrina.
"Lo..." Alfian terdiam, tidak melanjutkan ucapannya. Sabrina yang berada diantara mereka hanya bisa menatap bergantian Azka dan Alfian.
"Masih dendam?" setelah sekian lama mereka diam, akhirnya Alfian mengucapkan dua kata yang Sabrina tak paham sama sekali.
"Lo, masih dendam sama gue?" ujar Alfian mengulanginya lagi.
Dan Azka tidak menjawab.
"Ikut gue!"
*****
"Kenapa sih Ka? Kok Azka marah-marah gini sih? Ini lepasiin dong Ka, sakit tau!" Sabrina dengan susah payah menyamakan langkah kakinya dengan Azka. Dia seperti anak kecil diseret dari kelas dan sekarang Sabrina tidak tau akan dibawa kemana.
Azka refleks melihat kearah tangan kanannya yang menggenggam tangan Sabrina dengan sangat erat. Meski tidak bersentuhan langsung, Sabrina bisa dengan jelas merasakannya.
Sakit.
"Azka lepasin! Azka kok sekarang kasar sih!!" ujar Sabrina lagi.
Detik kemudian tangan Sabrina dilepaskan oleh Azka. Sungguh, Azka tak menyadari hal itu.
"Maaf Rin maaf, gue ga bermaksud buat nyakitin lo kok serius Rin."
"Yang mana? Yang ini? Sakit banget Rin? Yaampun, gue minta maaf banget Rin, maaf," ucap Azka panik, dan berlutut didepan Sabrina.
Kini mereka sudah berada dikoridor menuju perpustakaan. Sepi, tak ada siapapun disini kecuali Sabrina dan Azka.
"Azka kenapa? Ini bukan Azka yang selama ini Arin kenal loh. Azka yang Arin kenal ga pernah emosian seperti ini. Azka yang Arin kenal selalu bisa mengontrol emosinya sendiri, semarah dan sekecewa apapun itu, Azka ga pernah kaya gini. Tapi sekarang kenapa? Istighfar Ka. Ingat Qur'an Surah Ar-Ra'd ayat 28 Allah SWT berfirman:
اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَ لَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوْبُ ۗ
allaziina aamanuu wa tathma'innu quluubuhum bizikrillaah, alaa bizikrillaahi tathma'innul-quluub
"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."
"Tolong Ka, jangan seperti ini. Maaf, tapi Azka..."
"Menakutkan bagi Arin," ujar Sabrina dengan suara pelan sambil memainkan jari-jari tangannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sabrina [SUDAH TERBIT]
SpiritualSabrina Humairah Putri. Ada yang sanggup seperti Sabrina? Semua kehidupan Sabrina berubah setelah dia dipisahkan oleh ayahnya dengan saudara kembarnya sendiri. Perpisahan cukup lama itu, membuatnya belajar banyak hal. Yang pasti, belajar sabar. Tapi...
![Sabrina [SUDAH TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/189353390-64-k949603.jpg)