Part 24 ( Final Part )

699 32 5
                                    

Mitsuki berlari menuju ruang perawatan dimana banyak penjaga istana yang telah diserang oleh serentetan anak panah beracun.Sudah lama kerajaannya tidak diserang begini.

"Yang Mulia,kami menemukan ini di salah satu anak panah itu."Ucap Inojin sambil menyerahkan surat resmi dari salah satu kerajaan kecil yang memberontak.

Mitsuki membacanya dengan geram.Benar saja,itu isyarat dimulainya perang.Dengan amarahnya,surat yang ia pegang seketika menjadi abu.

"Bagaimana ini Yang Mulia ? Apa itu artinya kita akan berperang dengan mereka ?"

Mitsuki menatap tajam ke luar jendela.

"Mereka ingin melakukan negosiasi pada kita untuk menukar Sarada demi kedamaian negeri ini.Kita hanya punya waktu 24 jam untuk menentukan keputusan.Tidak usah ditanya lagi,aku tidak akan menyerahkan ratu ku pada mereka.Kita akan melawan mereka tiga hari lagi !"

"Mengerti Yang Mulia.."Ucap Inojin sembari memandang Mitsuki yang pergi dari ruangan itu dengan perasaan yang berkecamuk.Seperti biasa,saat sang raja sedang marah besar maka petir akan menyambar dengan hebatnya.

⚗⚗⚗

Sarada tampak berputar-putar ria saat mencoba gaun barunya di kamar.Mitsuki dapat melihat kebahagiaan itu setelah sekian lama.Tak ada yang berubah dari Sarada meski kematian sempat memisahkan mereka.

"Oh,Mitsuki..Sejak kapan kamu disitu ? Lihat,pelayan tadi baru aja bantu aku pakein gaun ini.Aku cantik kan,Mitsu ?"

Wajah riang itu membuat emosi Mitsuki berangsur mereda.Begitu menyenangkan melihat sesuatu yang indah seperti ini.

"Iya..Kamu cantik banget,sayang.."

Kata-kata Mitsuki berhasil membuat Sarada merona hebat ditambah lagi kecupan lembut yang Mitsuki layangkan padanya semakin membuatnya salah tingkah.Tapi tak lama kemudian Sarada menyadari tatapan mata Mitsuki menggambarkan suatu kekhawatiran padanya.

"Semua baik-baik saja kan,Mitsuki ? Kamu berhasil bikin mereka gak jadi nyerang kita,kan ?"

Mitsuki baru ingat kalau dia janji akan membatalkan niat para pemberontak untuk menyerang dengan cara apapun.Namun sebelum itu terlaksana,nampaknya perang akan tetap terjadi.

"Kamu tenang aja,sayang.Apapun yang terjadi,aku akan ngelindungi kamu dan kerajaan ini."

⚔⚔⚔

Malam semakin larut dan sedari tadi terdengar suara dentingan pedang dari para prajurit yang akan ikut berperang.Mereka berusaha keras mengasah kemampuan mereka selama itu.

"Mitsuki,kekuatanmu belum pulih sepenuhnya,kan ? Aku takut.Gimana kalau kamu setuju sama permintaan mereka aja."

Mitsuki terkejut mendengar ucapan Sarada.

"Apa katamu ? Kamu tau Sarada...Andai mereka menyerang karena ingin menyingkirkanku dari sini,aku bisa terima tapi mereka menginginkan kamu ! Aku sudah pernah kehilangan kamu sekali.Aku nggak mau kehilangan kamu lagi,sayang.."

"Tapi kalau itu bisa membuat semua orang hidup damai,aku rela Mitsuki."

"Dan aku nggak rela menukar kamu dengan apapun."

Sarada menatap keluar jendela.Tempat ini tak banyak berubah.Sungguh tempat yang sangat indah dan dia tidak dapat membayangkan kehidupan yang lebih buruk dari sebuah peperangan.Dia tak hanya memikirkan orang-orang di kerajaan.Dia juga memikirkan nasib rakyat dan anak-anak mereka yang pasti akan merasakan dampak dari peperangan.

"Tapi,Mitsuki.."

Dengan tiba-tiba Mitsuki menarik lengan Sarada ke dalam rengkuhannya seraya menenangkan Sarada.

Je Suis de Retour, Mon AmourTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang