‘’Jangan lakukan itu. Jangan menambah dosamu dengan melakukan hal yang dibenci allah. Taubatlah. Allah akan mendengar semua taubatmu!’’
Aku menangis tersedu-sedu. Bocah kecil tadi mengusap air mataku.
‘’Bagaimana ibu menemukanku disini?’’tanya Laila
‘’Alif yang melihatmu. Seorang polisi bertanya pada kami apa melihat wanita tengah berlari ke arah kami? Alif hanya mengatakan tidak. Lalu polisi itu melanjutkan perjalanannya, setelah melihat polisi itu pergi jauh. Alif menghampirimu!’’Jelas ibu Alif
Laila memeluk bocah kecil yang ada di pangkunnya. ‘’Alif. Kenapa kau menolongku?’’
‘’Saat itu kakak memberiku uang untuk membeli obat untuk ibuku. Karena bantuan kakak alif bisa membeli obat untuk ibu dan ibu bisa sembuh lagi.’’Celoteh Alif. Laila mencoba memutar kembali ingatannya. Gadis itu ingat. Saat gadis itu tengah jalan-jalan dengan pelanggannya, ia dihampiri seorang bocah dengan kaos lusuhnya menawarkan jasa membersihkan sepatunya. Saat itu Laila ingin memberikan uangnya dengan Cuma-cuma. Namun, Alif dengan sopan mengatakan bahwa dia bukan pengemis. Maka Laila pun memberikan sepatunya untuk di bersihkan.
‘’Kau baik sekali, Alif!’’Laila kembali memeluk Alif
‘’Nak. Ikutlah dengan kami. Meskipun rumah kami sangat kecil, setidaknya bisa kau jadikan berlindung dari orang-orang jahat.’’
Laila menggelengkan kepala dengan cepat. ‘’Saya ini bukan orang baik-baik bu!’’
‘’Bagaimana mungkin aku menilai baik buruknya seseorang hanya dari perkataannya saja. Sebaik-baiknya orang adalah ketika dia menyadari kesalahannya dan dia mau bertaubat. Mau ikut dengan kami? Alif pasti senang sekali jika kau mau tinggal dengan kami!’’ujar Ibu Alif dengan kain yang menutup kepalanya.
Laila mengarahkan pandangan pada Alif yang tersenyum dan mengangguk pada Laila. Gadis itu tersenyum pada alif, lalu mengangguk pelan. Tangan kecil Alif menarik lengan Laila untuk mengikutinya menuju rumahnya. Laila dan ibu Alif beriringan berjalan untuk mengikuti Alif.
***
Part dari masa lalu Laila...
Kira-kira gimana yah reaksi Aisyah setelah tau masa lalu Laila?
Jangan lupa like, comen dan share yah readers ;)
KAMU SEDANG MEMBACA
Muara
KurzgeschichtenMemaafkan merupakan kewajiban. Dan melupakan perkara perasaan yang tidak bisa dipaksakan.
