10

1.1K 267 169
                                    

——————————————

"Bintang tuh ada banyak, tapi disini cuma ada satu bintang. Itu loh, yang di sebelah pojok kiri. Jangan lupa di tap ya🤗"

——————————————















Happy Reading!!

















***

   Matahari mulai kembali menjalankan tugasnya hari ini. Remang-remang cahayanya mulai merambat ke segala penjuru, termasuk ke dalam kamar lelaki yang masih tertidur pulas ini. Mark tak sengaja tertidur setelah subuh tadi menelpon untuk mengingatkan kewajiban pacarnya itu.

   Merasa terganggu karena cahaya silau dari matahari, Mark kemudian beranjak duduk di tempat tidurnya sembari menggosok kelopak matanya.

   Hari ini adalah hari dimana sekolah diliburkan. Bukan minggu, tetapi sabtu dan ini adalah waktu dimana biasanya Mark dan Dira menghabiskan waktunya bersama. Seperti jalan-jalan, membeli eskrim di taman, pergi menonton di bioskop, makan bersama dan banyak lainnya.

   Sekarang masih menunjukan pukul delapan pagi, masih cukup waktu untuk bersiap bagi lelaki yang sedari tadi mencoba untuk kembali ke alam sadarnya itu. Beranjak dari kasurnya menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

***

   Sudah lebih dari tiga puluh menit Dira menunggu Mark di depan rumahnya. Bukan Mark yang terlambat, tetapi ia yang terlalu bersemangat pagi ini. Dira duduk di kursi depan rumahnya itu sembari memainkan ponselnya, entah itu mengirimkan pesan atau sekedar memantau beranda media sosial instagram miliknya.

   Jeno yang sedari tadi melihat tingkah adiknya tersebut hanya bisa menghela nafas panjang. Berjalan ke arah adiknya itu sembari melipatkan kedua tangannya di depan dada.

"Nungguin Mark?" Tanya Jeno dengan nada yang masih agak dingin jika membahas segala hal tentang Mark.

Dira mengalihkan pandangannya dari ponsel ke arah kakak lelakinya itu, "hmm.... iye bang. Gue kecepetan dahal janjiannya jam sepuluh, hehehe." Dira cengingisan.

"Serah lu dah dek, gue cuma ngingetin doang karena gue nggak mau kalo ntar lu bakalan sakit hati." Kata Jeno menurunkan tangannya yang ia lipat tadi.

   Mark baru datang, tetapi samar-samar ia masih bisa mendengar percakapan dari kakak adik itu. Ia mengembangkan senyumnya saat Dira melihat ke arahnya.

"Eh, itu Mark. Bang, gue pergi dulu ya." Dira menyulurkan tangannya kemudian di sambut oleh Jeno.

Dira berlari kecil ke arah Mark sembari tersenyum ke arah lelaki itu, "Mark!"

Mark tersenyum, "yuk, naik." Ucap lelaki itu kemudian memberikan helm ke gadisnya.

***

   Dira dan Mark sampai di taman tempat biasa mereka menghabiskan waktu mereka berdua. Taman ini juga adalah salah satu tempat favorit Dira. Pasalnya di samping taman ini, terdapat sungai tempat mereka sering berbagi cerita bersama.

"Mark, ke sana yuk!" Ajak Dira bersemangat sembari menunjuk ke arah tepian sungai.

"Iya, tapi itu eskrimnya di lap dulu atuh. Berantakan tuh." Mark tertawa kecil saat melihat noda eskrim menempel di wajah Dira.

Can We Together? - Mark LeeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang