14

894 168 82
                                    

———————————————————

"Bintang tuh ada banyak, tapi disini cuma ada satu bintang. Itu loh, yang di sebelah pojok kiri. Jangan lupa di tap ya🤗"

———————————————————


















Happy Reading!!



















   Hari-hari hilir berganti, tapi perasaan Dira tetap sama. Terpusat pada pemikiran yang rumit dan memilih untuk menenangkan pikirannya di atap sekolah. Memilih untuk menatap pemandangan sekolah itu kosong sembari melipatkan tangannya di dinding pembatas itu.

   Mungkin, inilah waktunya untuk mereka mengakhiri kisah yang didasari oleh keinginan untuk bersama itu. Tapi, ia tak bisa mengakhiri hubungan ini sepihak dan menyakiti hati pria yang kini mulai menghiraukan dirinya. Ah tidak, mungkin itu yang dia inginkan. Dia hanya perlu bertahan sampai pria itu memutuskan benang tipis yang menghubungkan mereka berdua.

   Terdengar suara pintu tangga menuju atap itu terbuka, menampilkan seorang pria yang menatap ke arah Dira bingung. Dira mengetahui itu, tetapi ia terlalu malas untuk menoleh atau sekedar memeriksa siapa itu.

"Ra," Jaemin berjalan mendekati gadis itu, "Dira." Panggilnya lagi tetapi tetap tak di hiraukan oleh sang pemilik nama.

   Merasa tempat itu sudah tak lagi memiliki ketenangan untuk menenangkan diri serta pikirannya, Dira memilih untuk meninggalkan tempat itu.

"Ra, lu kenapa? Gak biasanya lu gini. Beberapa hari ini gue perhatiin lu tuh kayak bengong terus. Cerita aja ke gue, gue siap dengerin kok." Tanya Jaemin setelah berhasil menahan tangan milik Dira.

   Dira menoleh menatap Jaemin kemudian berganti pada tangannya yang di tahan oleh pria itu, mengisyaratkan bahwa ia ingin Jaemin melepaskan genggaman tangannya dari lengan dirinya.

"Tapi Ra--"

"Na, gue cuma lagi mau sendiri aja. Tolong untuk kali ini aja Na." Potong Dira pada Jaemin.

   Mendengar nada bicara Dira yang begitu serius, Jaemin akhirnya melepaskan genggaman tangannya pada gadis yang sekarang sudah pergi menjauh dari hadapannya itu. Tidak, ia tak boleh membiarkan Dira sendirian dalam kondisinya saat ini. Kemudian ia memilih untuk membuntuti Dira dari kejauhan.

   Entahlah, Dira tak memiliki arah atau tujuan sekarang. Dia hanya ingin menenangkan pikirannya, itu saja.

   Menuruni satu demi satu anak tangga, keluar dari gedung itu kemudian berjalan di sekitaran taman sekolah. Tepat di pinggiran lapangan olahraga, ia melihat Mark sedang bermain basket bersama dengan teman-teman sekelasnya termasuk Hyunjin,  dan juga di sisi lapangan--

"Ayo Mark!!" Teriak Mina yang sekarang sedang duduk di sisi lapangan itu sembari tersenyum kearah Mark, memberi dukungannya pada pria itu.

   Dira mengukir senyuman di wajahnya, lebih tepatnya senyuman pahit. Lebih memilih untuk melanjutkan perjalanannya yang tak tau ingin kemana dari pada menyaksikan hal di depan matanya itu lebih lama.

"Ayo kak Hyunjin!!" Kali ini Mina berteriak untuk kakak lelakinya yang sebentar lagi akan mencetak poin,

"Awh." Mina terjatuh kemudian memegang kepalanya yang terasa pusing. Tidak hanya pusing, darah segar juga kini mulai mengalir keluar dari hidungnya sekarang.

"MINAA!!" Teriakan Mark berlari kearah Mina kemudian disusul oleh Hyunjin, setelah tadi melemparkan bola basketnya asal kearah ring.

   Akan tetapi, bola basket yang Hyunjin lemparkan tadi memantul tak memasuki ring dan sedang menuju kearah tempat Dira berdiri sekarang.

Can We Together? - Mark LeeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang