15

49 8 1
                                    

Sepulang sekolah, karena terburu buru Rena jadinya menubruk Jennie hingga membuatnya terduduk dilantai karena bukan menubruk lebih tepatnya mendorong karena kedua tangan Rena mendorong punggung Jennie.

"Aw, hati hati dong kalo jalan." ucap Jennie, menatap Rena dengan penuh amarah.
Rena hanya menatap Jennie dari atas dengan tatapan benci, lalu dia berjongkok.
"Lo.. Kalo sendiri, menyedihkan juga ya." Setelah berkata itu dia langsung pergi meninggalkan Jennie sendirian.
"BUKANNYA MINTA MAAF, MALAH PERGI DASAR GAK SOPAN." dari kejauhan Rena bisa mendengar celotehan Jennie.

"Adrian, anterin aku ke RS yah." ucap Rena saat dia melihat Adrian yang sedang duduk sendirian.
"yuk, daritadi juga aku nungguin kamu, anak anak yang lain juga udah nunggu." Ucap Adrian merangkul Rena, lalu mereka berjalan menuju parkiran.
"Hah? siapa emang?" tanya Rena.

"Lama amat sih ndoro ratu, ditungguin daritadi juga." Ucap Andika.

Semuanya sudah menunggu Rena dan Adrian, Andika sudah siap dengan helm dan jaket nya khas anak motor dibelakangnya ada jelita. Dan Alvin dengan Dena.

'Tumben mereka gak ketuker' gumam Rena saat melihat Dena tidak berboncengan dengan Andika.

"iya , iya sabar dong." Ucap Rena sambil memakai helm nya dibantu oleh Adrian.

Diperjalanan mereka mampir dulu ke restoran fast food dan membeli buah buahan untuk dimakannya nanti di rumah sakit, Rena sangat tidak sabar menunggu kelanjutan cerita Jihan.

Setelah di parkiran rumah sakit Rena dengan cepat meminta Adrian untuk membantunya melepas helm.

"kenapa sih buru buru banget." Ucap Adrian sambil melepaskan kaitan helm Rena.
"Pengen cepet cepet ketemu Jihan." Setelah dilepas, Rena langsung memberikan helmnya pada Adrian.

"Santailah jihan juga palingan lagi tidur." Ucap Andika mendekati Rena lalu merapikan rambut Rena.

"Udah Yuk." Adrian langsung menepis tangan Andika dan mengenggam tangan Rena.

Sesampainya di kamar inap Jihan, Rena langsung membuka pintu tidak sabaran membuat Jihan kaget.

"Maaf lo kaget ya." ucap rena.

Jihan tersenyum melihat Rena dan yang lainnya menengoknya.

"Lanjutin dong cerita yang kemarin di potong gara gara ada si Andika sialan." Rena melihat Andika dengan sinis.
"Eitt .. Jaga omongannya cantik." Adrian menegur Rena, membuat Rena hanya tersenyum manis menatap Adrian.

"Cerita apaan emang?" Dena dan Jelita duduk di sofa lalu menata makanan yang akan di santap mereka.

"Cerita tentang gimana jihan bisa begini."

Rena mengambil sepotong ayam lalu duduk di samping jelita.

"Udah meningan kita makan aja dulu." Ucap Alvin menyantap Ayam gorengnya.

Setelah sekitar 30 menit mereka fokus untuk menyantap makanan masing masing, akhirnya selesai juga.

Rena buru buru mencuci tangan lalu duduk di samping ranjang Jihan.

"lanjutin lagi dong , lo jadi ngedate sama kevin gak?"

Jihan melotot mendengar pertanyaan Rena, dia malu karena saat ini semua mata tertuju padanya.

"lo ngedate sama si kevin?" tanya Alvin.

"Bukan gitu.. Rena." Jihan seperti mengintrupsi rena untuk merahasiakannya.

"Aduh, sorry gue lupa, gimana dong." Ucap Rena bisik bisik.

"Apaan tuh bisik bisik tetangga." Andika menghampiri mereka.

YOUTHTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang