08

39 9 0
                                    

Dena bergegas ke rumahnya mengambil kunci mobil lalu berangkat ke alamat yang sudah diberikan Kevin.

'Gak mungkin lo ada di tempat kayak gini vin' Gumam Dena sebelum masuk ke club itu.

Bau alkohol dan rokok menyeruak masuk kedalam hidung dena.

Dena Tidak peduli dengan segala bau yang membuatnya tak nyaman, ia terus mencari Alvin.

tiba tiba ada yang menepuk bahu nya, Kevin, dia dalam keadaan mabuk dan merangkul seorang wanita berpakaian ketat dan pendek.

"lo nyari Alvin kan? noh di sono noh di bar , gue duluan" Ucap Kevin sebelum meninggalkan Dena.

Kevin pergi dari club dengan wanitanya, sementara itu Dena langsung menghampiri Alvin yang tengah mabuk berat di sebuah bar mini.

Dena sakit hati melihat keadaan Alvin yang acak acakan, ini bukan Alvin yang dia kenal.

"Vin ayo pulang,lo ngapain di sini hah?"
Ucap Dena menahan agar air matanya tak keluar.

"Apaansih ngajak pulang emang lo siapa hah?! Eh tapi lo mirip Dena deh hehehe"
Racau Alvin.

"Alvin sadar, ini gue dena vin,Ayo kita pulang." ajak Dena menarik Alvin.

"ngapain pulang mendingan have fun di sini sama gue hahahah" Alvin malah melepaskan tarikan Dena lalu merangkul Dena.

"Alvin. lo kenapa berubah vin kenapa lo jadi mabuk mabukan kayak gini?" Ucap Dena membopong Alvin keluar club.

"lo mau tau gue berubah karena apa?" Alvin melepaskan rangkulannya dan menghentikan langkah keduanya.

Nada suara Alvin berubah jadi dingin Dena semakin takut .

"GUE GINI KARENA DENA!! dia nolak gue, gue.. gue sakit hati, gue kecewa kenapa dia dengan mudahnya ngeruntuhin perasaan gue KENAPA?!!" Alvin berteriak tepat di depan wajah Dena, membuat Dena takut.

"hhhhah mungkin emang gue nggak berguna , gue berengsek , gue-"

"Vin udah! hiks.. udah vin maafin gue vin maafin gue" Runtuh sudah air matanya tak berhenti keluar.

"maaf? telat,nggak ada maaf bagi lo bangsat" Alvin memegang dagu Dena membuat jarak antara wajah mereka menipis.

Tanpa aba-aba Alvin mengendong Dena dengan gaya bridal style.

Dena cemas, dan terus berontak ketika Alvin mengendong nya menuju ruangan yang terdapat 1 kasur cukup besar.

"vin plis turunin gue ,lo ngapain bawa gue ke tempat kayak gini lo gila?!!" ucap dena memukul dada Alvin.

"iya gue gila karena lo Dena" Ucap Alvi  tersenyum sinis dengan mata yang mengintimidasi Dena.

Alvin menurunkan Dena lalu memojokannya di tembok.

Alvin kalang kabut dia mencium Dena dengan kasar membuat dena merasakan amis pada bibirnya.

Ya! bibirnya berdarah.

Setelah menciumi leher dena dan membuat tanda disana.

Alvin kembali menatap Dena yang jarak nya sangat dekat.

"Dasar jalang!" Ucapan Alvin membuatnya sakit hati.. Setelah apa yang dilakukan padanya.

Dena merasa harga dirinya sebagai perempuan tak ada, dia amat sangat kecewa pada Alvin.

Bisa bisanya orang yang dia percaya dan dia sayang berbicara hal menyakitkan seperti itu.

PLAKK

Dena menampar Alvin dengan keras agar Alvin tersadar, Air matanya tak berhenti keluar dan emosinya tengah memuncak.

"Lo bukan Alvin yang gue kenal, gue kecewa sama lo, lo gak ngehargai gue sebagai seorang perempuan, gue minta maaf lo kayak gini gara gara gue... Tapi vin, lo harusnya mikir dengan lo balas dendam dan memperlakukan gue rendah kayak gitu gak membuat gue berubah pikiran vin,, gue malah makin kecewa sama lo vin."

YOUTHTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang