Kevin yang canggung tak menyapa mereka karena dilihat dari raut muka nya,mereka pasti sudah tau yang sebenarnya terjadi.
"Mau apa Lo kesini?" Rena menatap sinis ke arah Kevin yang saat ini berjalan perlahan mendekati mereka dengan membawa sebuket bunga.
"Buat Lo." Kevin menyerahkan bunga itu pada Jihan, dengan Canggung Jihan menerimanya.
"Gue boleh ngomong berdua sama Lo?" Tanya Kevin.
"Kenapa harus berdua? Kita semua juga tau masalah kalian, ngomong aja disini." Rena melipat tangannya di dada dan menatap tak suka pada Kevin.
Walaupun Jihan dan dirinya tak terlalu dekat tapi ketika tau apa yang menimpanya dia merasa marah pada orang yang menyakiti Jihan.
"Gue boleh ngomong berdua sama Kevin gak?please!" Jihan menatap tak enak pada Rena dan yang lainnya karena menyuruh mereka meninggalkannya berdua bersama Kevin.
"Lo yakin?"
Jihan mengangguk.
"Kalo gitu kita pamit pulang dulu, Lo istirahat yang banyak." Ucap Dena berpamitan pada jihan dan mengintrupsi Rena,jelita,Andika,Adrian dan Alvin untuk mengikutinya.
"Kalo dia macem macem Lo teriak aja." Jelita mengambil tas nya lalu mengikuti Dena keluar.
"Bro, gue tinggal dulu." Alvin meremas bahu Kevin sebelum keluar ruangan.
Rena yang masih berdiri ditempat di tarik oleh Adrian.
---
Keadaan menjadi canggung karena tak ada yang memulai obrolan.
Kevin duduk dikursi sebelah ranjang Jihan dan memegang tangan Jihan.
"Betapa bodohnya gue masih percaya sama omongan jennie yang jelas jelas udah bohongin gue dua kali." Kevin menatap lembut wajah Jihan.
"Dan gue malah buat orang yang percaya sama gue jadi kayak gini." Jihan masih terdiam mendengarkan ucapan Kevin.
"Maaf, untuk semua rasa kecewa Lo
Maaf, untuk semua rasa sakit yang Lo alamin
Maaf, Maaf , maaf, maaf..
Cuma itu doang yang bisa gue ucapin."Kevin tertawa hambar dengan air mata yang mengalir, dia merasa malu dan marah pada dirinya sendiri.
Jihan pun tak kuasa menahan tangis.
Entah apa yang dilakukannya, Jihan langsung memeluk Kevin.
Jihan merasa Kevin adalah dirinya yang sedang mengalami kekecewaan dan rasa sakit, terlihat dari bagaimana dia menahan untuk tidak mengeluarkan air matanya.
Nyatanya mau segimana Jihan berbuat untuk tak peduli lagi pada Kevin tapi setelah melihat Kevin dia tidak bisa melakukan itu, karena dia sudah terlanjur menyukai Kevin.
Jihan melepas pelukannya, lalu memegang tangan Kevin.
"Gue maafin Lo, mungkin ini konsekuensi gue karena Suka sama Lo dan saingan gue Jennie."
Kevin bingung dengan ucapan Jihan. "Gak usah becanda deh, gue lagi serius tau." Kevin menghapus air mata jihan.
"Gue serius." Jihan mengusap air mata Kevin, mereka berdua saling menatap kemudian tersenyum.
"Mungkin Jennie punya nilai plus Dimata Lo, yang ngebuat Lo lebih percaya sama dia daripada gue, yang jelas jelas orang baru yang hadir didalam hubungan kalian berdua."
"Bukan gitu, tapi.. heh.. rumit, gue gak bisa jelasin sekarang tapi gue janji pasti bakal kasih tau Lo semuanya." Kevin frustasi karena dia tak bisa menceritakannya.

KAMU SEDANG MEMBACA
YOUTH
Teen FictionKata orang masa masa SMA adalah masa yang penuh dengan kenangan yang hanya akan terjadi sekali dalam seumur hidup. Bagi sebagian orang masa SMA menjadi kenangan manis. Tapi, bagi sebagiannya lagi masa SMA menjadi kenangan pahit yang ingin dia lupaka...