20

34 5 0
                                    

Rena dan Dena masih didalam kelas menuliskan apa saja bahan bahan yang mereka butuhkan untuk kerja kelompok membuat sebuah bingkai foto yang akan dikumpulkan besok.

"Gue duluan, ada rapat OSIS." Kalo jelita dan teman sebangkunya sudah selesai dari 3 hari yang lalu.

"Gue udah bilang belum yah, kalo sekarang gue juga ada latihan sama Andika." Rena menatap Dena.

"Belum, terus gimana? Mau latihan dulu atau kerja kelompok dulu?" Tanya Dena.

"Tapi gue juga udah bilang sama Andika, kita kerja kelompok dulu."

Dena mengangguk.

"Lo bawa motor ren?" Rena menggeleng sebagai jawaban.

"Gak bareng Adrian?"

"Diakan lagi kumpul OSIS."

"Yaudah yuk!" Dena menyerahkan helmnya pada Rena.

"Lo gimana?"

"Ada 2." Setelah mendengarnya mereka berjalan menuju parkiran.

Diparkiran Rena dan Dena berpapasan dengan Andika.

"Yuk!" Ajak Andika.

"Gue mau beli bahan buat kerja kelompok dulu." Ucap Rena.

"Yaudah gue juga ikut kalian aja dulu." Ucap Andika, mengikuti Rena dan Dena dibelakang menggunakan motornya

Sesampainya di rumah Rena, mereka duduk di ruang tamu sambil menunggu Rena berganti pakaian.

Andika asik memakan Snack yang ada di meja ruang tamu, sedangkan Dena sesekali mencuri pandang pada Andika dia ingin sekali berbicara dengannya tapi tak tau harus membicarakan apa.

Jadinya hanya suara Andika mengunyah lah yang terdengar.

"Yuk!" Ajak Rena pada Dena.

Saat Andika akan bangkit segera Rena tahan.

"Lo tunggu di ruang dance aja, kan mau bikin gerakan dulu."

Andika yang menunggu di ruang dance milik Rena sedang memilih milih lagu untuk penampilan mereka.

Sudah dua jam berlalu dan Andika sudah mendapatkan beberapa gerakan.

Pintu terbuka dan memperlihatkan Dena yang masuk kedalam ruangan.

"Rena mana?" Tanya Andika.

"Telponan dulu sama Adrian, katanya trus gue disuruh kesini."

Keadaan canggung mulai menyelimuti, mungkin bagi Andika tidak tapi bagi Dena ini adalah kesempatan langka.

"Dika, foto yuk." Entah kenapa Dena seberani itu mengajak Andika berfoto dengannya.

"Tiba tiba?" Andika juga tak menyangka Dena akan mengatakan itu.

Dena mengangguk lalu mengeluarkan handphone nya dan menekan app camera.

"Ok, sini."

Andika merangkul Dena lalu mereka berpose didepan cermin.

"lo mau gak bantuin gue praktekin gerakan buatan gue, soalnya tunggu Rena kayaknya masih lama." Andika meminta Dena untuk melakukan gerakan yang diciptakan Andika.

"gue gak tau cara nge dance bagaimana." ucap Dena.

"lo cuma diem nanti gue yang gerak terus arahin lo harus bagaimana." dan akhirnya Dena menyetujuinya dan mereka mulai memainkan musik.

Andika mulai menari mengikuti irama dan Dena masih diam memandang dirinya di depan cermin dengan Andika yang menari di sekelilingnya.

Andika tiba-tiba mengelus lengan Dena ke atas sampai pada pundaknya Dena dan tangan Andika menarik dagunya hingga membuat Dena menatapnya dengan wajah sudah memerah Dena langsung memalingkan wajah dan Andika terus melanjutkan tariannya, kini dia merentangkan kedua tangan dengan tangan satunya menggenggam tangan Dena dan seperti mengkode Dena untuk mendekat dengan memutar tubuhnya hingga Dena sudah berada di dalam pelukan Andika.

Gerakan selanjutnya saat Andika memegang kedua tangan Dena dan menyilangkan tangannya ke dada Dena seolah Andika memeluknya dari belakang, setelah itu Andika memutar tubuh Dena dan karena Dena belum siap ke gerakan selanjutnya membuatnya jatuh.

"sorry-sorry gue keenakan nge dance jadi gak memperhitungkan keadaan lo." Andika membantu Dena berdiri dan pada saat itu Rena masuk ke dalam ruangan.

"Dena lo kenapa?" Rena mendekati mereka berdua dan menanyakan keadaan Dena.

"gak papa gue cuma jatoh doang, tadi gue mau coba nge dance sama Andika tapi karena gue amatir ya jadinya begitu." dan Rena yang mendengar itu hanya mengangguk paham.

"oke kalau begitu sekarang kita latihan." ajak Andika.

saat mereka sedang latihan Dena sedikit cemburu dengan Rena yang sangat lihai dan kontak fisik yang Rena lakukan dengan Andika.

"coba saja tadi gue gak jatoh." keluhnya pelan dan tak akan terdengar juga karena musik yang memenuhi ruangan.

saat mereka beristirahat sambil berdiskusi, Dena di ajak dalam diskusi itu dengan menyuruhnya melakukan pose ending dengan Andika supaya Rena bisa menilai apakah bagus atau tidak.

Saat ending mereka berdua akan berpose seolah ciuman karena tema dance kali ini adalah valentine.

Dan saat melakukan ending Andika yang biasa saja mendekat dan seakan akan mencium Dena, Dena yang sudah seperti batu tak bergerak karena gugup.

Andika terus bertanya apakah eangle ini bagus atau tidak apakah harus dirubah atau tidak.

"Kayaknya lebih bagus lurus deh daripada miring." ucap Rena sambil meminum airnya.

"Iya sih kalo miring udah biasa." ucap Andika.

Dena yang jadi bahan percobaan hanya bisa membatu di saat Andika yang terus mendekatkan wajahnya pada wajah Dena.

"Gimana kalo gini." Ucap Andika sambil mempraktekannya.

Andika menempelkan dahinya dan hidungnya pada dahi dan hidung Dena.

"Bagus tuh, Dena coba Lo tatap mata Andika, Dika Lo juga." Rena mengambil gambar mereka.

"Ok kita ambil ending ini."

setelah Andika melepaskan tangannya pada pinggang Dena, saat itulah Dena bisa bernafas lega dan meneguk minumannya sampai habis.

--

Tapi diluar perkiraan, saat ending Andika malah tak sesuai latihan, bukannya saling menatap dia malah mencium dahi Rena yang membuat Rena awalnya shock tapi langsung menyesuaikan dan tersenyum.

"Kok Lo ubah endingnya." Tanya Rena di backstage.

" Gak tau reflek aja kepikiran kalo gini pasti bagus."

Datang jelita membawa kameranya dan menunjukan ending yang dilakukan Rena dan Andika.

"Bagus juga." Ucap Rena.

Walaupun Rena tak menganggap serius hal itu, tapi tadi adalah seperti kesempatan yang tak akan datang dua kali padanya, dia sangat bahagia bisa mencium Rena, sekali lagi Andika sudah terjatuh terlalu dalam dalam perasaanya, dia tau kalo Rena adalah pacar sahabatnya tapi dia malah berbuat seperti ini, sebut lah dia egois tapi dia juga ingin melakukan sesuatu pada gadis yang dicintainya itu walaupun gadis itu menganggapnya bukan apa apa.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Aug 06, 2021 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

YOUTHTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang