Lampu berganti menjadi hijau. Fauzan kini mulai melajukan motornya kembali. Azza sangat takut bagaimana jika dia mengalami hal sama seperti dulu. Mulai panik. Yang dilakukan Azza hanya berpegangan jaket milik suaminya itu. Tanpa aba aba Fauzan menarik tangan Azza dan berpindah kini dengan posisi tangan Azza melingkar di perutnya. Tanpa sadar Azza menyinggungkan senyuman bahagianya itu.
Kejadian tersebut bagi Azza seperti desiran pasir halus yang masih membekas. Entah mengapa dia tak pernah sebahagia ini.
💐💐💐
"Nanti pulang jam berapa?" tanya Fauzan
"Kaya nya sore deh mas, soalnya ada diskusi kelompok cerpen" jawab Azza yang sembari mencium punggung tangan milik suaminya itu.
Fauzan pun membalas dengan kecupan hangat di dahi Azza. Sontak Azza mematung dan memanas dia rasa ingin rasanya bersorak gembira. Namun bagi Fauzan hanya hal biasa, dia kini harus belajar menjadi suami yang baik dan harus melupakan masa lalunya dengan Irva.
Azza kini telah memasuki gerbang sekolah. Ternyata saat kejadian tersebut Bahwa melihat Azza bermesraan dengan kaum adam yang mungkin asing bagi Nashwa.
"Hayolooo Azza"
"Astaghfirullohal'adzim, Nashwaaaaa kamu ini ngagetin saya aja" sambil mendesis kesal karena dia telah terkejut.
"Kamu tumben banget hari ini ceria, ada apa? Dan laki laki itu tadi siapa? Pacarnyaa yaaaaa hayolo? " ledek Nashwa
"Apaan kamu ni Nashwaaa dia itu emm cuma temen"
"Temen apa temen hayoo"
Azza masih melamun mengingat kejadian tadi barusan dia merasa seolah ada kehangatan di dalam diri suaminya yang dingin itu.
"Iya temen, temen hidup semati hahahahaha" jawab Azza dengan gamblangnya
"Apaaaa!!!!! serius?"
"Ah udah deh, jangan di pikirin sebentar lagi bel masuk loh"
"Eh tapi bener deh, kalo punya suami kaya dia uhhh bersyukur banget siiii udah ganteng, alim, aduhhhh trenyuh atiku"
"Eleh... Sudah sudah jangan berhalusinasi" tiba tiba Ahmad datang
"Opo! Sampeyan iki ujug ujug teka mirip demit dimar" cetus Nashwa
"Moso ganteng koyo ngeneh demit dimar, mirip Aliando toh? "
"Idih iya mirip Aliando, di delok saka tiang monas" timpal Nashwa kembali
"Sudah sudah udah pagi udah ribut aja" lerai Azza
Hening
"Azza nanti kamu pulang bareng sama saya, ya?" ajak Ahmad.
"Elelelelehhhhh nda bisaaaa Azza harus pulang sama saya, karena kamu bukan muhrimnya. Ngga usah deket deket takut ada setan. Lagian tadi Azza udah di anter sama pangeran ganteng"
"Emmm siapa itu za? " tanya Ahmad dengan penasaran
"Lah ini percaya aja sama Nashwa, wes wes ga usah di bahas lagi toh. Sudah hampir masuk" jawab Azza sembari berjalan menuju kelas.
Syukron :)
Jangan lupa vote dan follow ya supaya lebih sering update nya :)
Mohon maaf kalo masih ada typo xixi :)
KAMU SEDANG MEMBACA
Relung Azza🍁(END)
Teen FictionDi usianya yang kini menginjak 17 tahun Azza harus merasakan menjadi ibu rumah tangga. Dimana dia harus membagi waktu sebagai mana seorang istri dan seorang siswi sekolah yang harus mewujudkan cita-citanya menjadi penulis. Karena Azza telah di jodo...