Reana terbangun dari tidur nyenyaknya. Ia melangkah menuju kamar mandi dan bersiap-siap untuk kembali ke kantor karena waktu cutinya sudah habis.
Ia menuruni anak tangga dan berbelok ke arah dapur setelah bersiap-siap. Reana segera menyiapkan sarapan untuk Detha, setelah semua tertata rapih diatas meja makan, ia duduk pada salah satu bangku meja makan.
Detha ngaret mulu, mana aku ada meeting -bhatin Reana.
Reana akhirnya memutuskan untuk mencari Detha dikamar pria itu. Ia bangkit dari duduknya dan melangkah menuju kamar Detha. Saat sudah berada di depan kamar Detha dan akan menyentuh knop pintu, ternyata pintu itu sedikit terbuka.
"Iya sayang, aku bakalan kesana secepatnya. Kamu tunggu yaa" ucap Detha dari dalam kamar yang sepertinya sedang berbincang lewat telepon.
Deg,
Tubuh Reana membeku ditempat, jantungnya seketika menjadi tidak terkendali. Setelah mendengar kalimat Detha yang tadi entah mengapa seakan kalimat itu membuat hatinya teriris.
Reana mencari sosok Detha dari pintu yang sedikit terbuka tersebut. Ia ingin sekali masuk kedalam dan memberikan tamparan keras pada wajah tampan suaminya, tapi sayang.. ia tidak memiliki keberanian cukup untuk melakukan keinginannya itu.
Saat Reana membalikkan badan dan akan beranjak turun, tangan seseorang mencekal pergelangan tangan Reana kuat, bahkan sangat kuat. Spontan Reana menoleh menatap orang tersebut dengan ringisan yang ia tahan.
"De-Detha?" Gugup Reana saat mengetahui bahwa yang mencekal lengannya adalah Detha, orang yang ingin ia tampar tadi.
"Lo ngapain di depan kamar gua?" Tanya Detha.
Reana hanya diam tak bergeming dan menggeleng dengan kecut, lalu menatap arah lain. Ia tidak ingin menatap suaminya karena ia yakin, jika ia menatap Detha maka sama saja ia akan menumpahkan air matanya yang sudah berada diujung kelopak mata gadis itu.
"Lo nguping?" Tanya Detha lagi dengan sedikit ketus.
Nyesss,
Seakan mencelos hati Reana mendengar kata-kata "nguping" dari bibir Detha, jadi pria itu benar-benar mnelepon seseorang dan memanggil orang diseberang sana dengan embel-embel "sayang"? Pikir Reana.
"Nggak, gue cuma mau bilang kalo sarapannya udah siap. Ngga ada faedahnya juga kan kalo gue ngupingin Lo" ucap Reana dengan nada sedikit gemetar dan pastinya berbohong.
Detha terdiam, ada ketenangan yang tersirat di wajah Detha, tapi ada juga ketidakyakinan yang Detha tampilkan pada raut wajahnya.
Reana berlalu dari hadapan Detha setelah melepaskan cekalan tangan Detha dari lengannya. Ia beranjak menuruni anak tangga dan kembali ke ruang makan, tanpa duduk sedikitpun... Gadis itu menyambar jas kerjanya yang ia lampirkan disalah satu sandaran kursi makan dan meraih tasnya yang ia letakkan di atas meja makan.
Reana segera melajukan mobilnya dan menuju kantor. Di dalam mobil, ia menitikkan air mata yang ia tahan di hadapan Detha. Jujur, ia sakit menahan hatinya yang seakan-akan sudah menunjukkan rasa lain terhadap Detha. Untuk saat ini, ia hanya mampu menangis dalam kesendiriannya.
"Gue nggak pernah tau... Kenapa gue bisa sesakit ini saat denger ucapan Lo yang manggil sayang orang lain, sedangkan ke gue Lo selalu dingin" lirih Reana sembari meremas setir mobilnya.
*****
Detha menuruni anak tangga dan menuju meja makan, ia melihat bangku Reana kosong dengan piring yang masih bersih.
Emang dia gak sarapan? -bhatin Detha.
"Den... Mau bibi yang ambilkan?" Tanya Bi Titin yang menyadari tuannya hanya mematung menatap sarapan yang tertata di hadapannya.
"Reana udah sarapan, Bi?" Ucap Detha bertanya balik, tanpa menghiraukan tawaran Bi Titin.
"Sepertinya belum, Den. Soalnya teh, tadi bibi sempat lihat... Non Reana keluar sedikit terburu-buru" jelas Bi Titin yang dibalas anggukan kepala dari Detha.
Seketika pikiran pria tampan itu dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan yang berasal dari hatinya. Apa dia dengar percakapannya saat menelepon tadi? Apa dia marah? Kalau sampai dia sakit gara-gara nggak sarapan, gimana? Pikiran Detha berkecamuk.
Terlihat Detha menghembuskan nafas gusar dan bergerak mengambil makanan yang tertata di meja makan, lalu segera untuk menghabiskannya. Ia harus cepat karena ada meeting penting dengan salah satu perusahaan ternama.
*****
Reana masuk ke ruangannya. Ia membuka berkas-berkas yang harus ia urus. Saat ia membuka salah satu berkas, pintu ruangannya terbuka dan muncullah sosok lelaki yang sangat setia menjadi sahabat Reana selama ini.
"Cie.. yang udah jadi istri CEO. Kayanya berkali-kali lipat mah ini" goda lelaki itu yang dibalas dengan senyuman singkat dari Reana.
"Gimana Lo sama si suami?" Tanya lelaki itu yang berhasil membuat Reana tertegun.
"Ba-baik kok baik" jawab Reana dengan ragu dan tersenyum masam.
"Eh.. Lo ngapain kesini? Lanjut kerja aja sono!" Lanjut Reana mengalihkan pembicaraan.
"Lah... Baru aja sampe sini, Re. Masa udah di usir aja" gerutu lelaki itu yang dibalas kekehan ringan dari Reana
"Gue juga mau tau kali kisah kasih sahabat gue" ujar lelaki itu angkuh.
"Yudis....Yudis, nanti lain kali kita ngobrol yaa, gue ada meeting soalnya hari ini. Jadinya, harus gesit buat ngurus ini berkas-berkas" ujar Reana seraya menatap kembali berkas-berkas pada meja dihadapannya itu.
Yudis, sahabat lelaki Reana itu hanya diam dan kemudian menatap jam tangan yang menempel pada pergelangan tangan kirinya dan tiba-tiba melenggang pergi dari ruangan Reana.
Reana tidak menghiraukan tingkah sahabatnya itu, karena memang lelaki itu sudah biasa keluar dan masuk ruangan Reana.
Tok, tok, tok...
"Masuk!" Perintah Reana dari dalam ruangan. Setelah itu, muncul sekretaris Reana dengan name-tag "Anis Artri".
"Maaf, Bu. Ibu sudah ditunggu di ruang meeting oleh CEO perusahaan Bagary Group" kata Anis dengan sopan.
"Oh, baik. Saya akan segera ke ruang meeting. Terima kasih, Nis" ucap Reana.
Reana beranjak untuk menuju ruang meeting. Ia segera menekan knop pintu dengan hati-hati dengan wajah sedikit menunduk. Saat ia akan menarik kursi khusus untuk dirinya yang ada di ruang meeting, Reana beralih menatap kliennya.
Deg,
TBC
Deg... Ada apa Yaa, kok Reana kyknya kaget tuh? Mwehehe
Mksi bnyk yg udh sll baca kelanjutan cerita Detha dan Reana ☺️🙏
Double update? Okok, hari ini aku usahain buat double update, tapi seperti biasa... Update yg ke-2 aku upload nanti malam😉
Maapkan klo ada typo🙏
Tinggalkan vote and comment!
Ttp dirumah aja man-teman!🤗
Love semuaaaa ❤️
KAMU SEDANG MEMBACA
SUAMIKU(End')
Teen FictionMasih tentang perjodohan konyol yang dialami oleh Reana dan Detha. Reana, gadis cantik nan karismatik, dengan kedudukan sebagai CEO muda di perusahaannya harus menghadapi perjodohan konyol permintaan dari ayah dan bundanya. Detha, pria tampan nan...
