12. Hancur!

13.1K 527 3
                                        

Reana memasuki sebuah gedung mewah dengan Detha yang merangkul pinggang Reana dengan posesif. Tidak hentinya Reana dan Detha menyunggingkan senyumnya. Eitsss... Tapi jangan salah sangka dulu, senyum yang diukir Detha adalah senyum dingin!

"Hai, thanks yaa udah dateng" kata pengantin perempuan sembari bercupika-cupiki dengan Detha.

"Wah... Bro thanks banget ya" kata pengantin pria sembari bersalaman ala gentleman.

"Pacar or temen atau lainnya?" Tanya pengantin perempuan sembari mengisyaratkan tanya "siapa yang disampingmu?" Pada Detha.

"Istri gua" ujar Detha seraya mengeratkan rangkulan pada pinggang Reana. Reana hanya melemparkan senyum kepada sepasang pengantin dihadapannya itu.

"Gilak, cantik banget... Ya ampun gak salah pilih Lo kalo udah bening plus cantik kaya begini" puji sang pengantin pria.

"Bukan gua namanya kalo gak dapetin dia" ucap Detha menyombongkan diri.

"Hilih... Lo mah" cibir sang pengantin perempuan.

"Eh, ajak cari makan sono, gua mau nyamperin yang lain dulu. Mari Nyonya Detha" pamit sang pengantin perempuan yang mendapat senyuman manis dan anggukan mantap dari Reana.

"Cari makan yuk" ajak Detha.

Reana hanya mengikuti Detha yang masih setia merangkul pinggang Reana posesif, hingga pada sekumpulan perempuan yang ada di hadapan Reana dan Detha.

Seorang wanita menatap Reana sinis, Reana yang ditatap seperti itu hanya memberikan tatapan datar ke arah wanita tersebut. Ia merasa familiar dengan wanita itu.

"Re, kamu mau makanan yang mana? Yang itu atau yang di bagian mana?" Tanya Detha sembari menunjuk meja-meja yang berjajar rapih terisi dengan berbagai macam hidangan. Reana yang sedari tadi menatap wanita tersebut menoleh menatap Detha.

"Yang mana aja deh" jawab Reana singkat.

"Kalo makan ini mau?" Tanya Detha sambil menunjuk bibirnya mencoba menggoda istrinya.

"Makan yang disana aja" alih Reana gelagapan tanpa menghiraukan pertanyaan Detha.

Terlihat Detha tersenyum tipis penuh kemenangan, ia sangat suka menggoda Reana seperti saat ini, terlihat sangat menggemaskan.

Detha pun mengajak Reana untuk untuk mencari meja yang terhiasi oleh bermacam-macam makanan. Saat Reana akan mengambil sebuah kue, seseorang memanggilnya.

"Reana..." Sapa seseorang. Reana menoleh dan mencari sang penyapa, lalu mengukir senyum.

"Kalian ke sini juga?" Tanya Reana saat melihat dua sekretarisnya ada disana juga.

"Iya, kami dapat undangan kemari, Bu" ucap Anis.

"Jangan formal banget, Nis. Kalo diluar jam kerja panggil Reana aja, biar akrab" ujar Reana sembari tersenyum yang dibalas anggukan Anis.

"Suami Lo, Re?" Tanya Zara saat melihat Detha.

"I-iya suami gue, Ra" jawab Reana dengan melirik suaminya sesekali dan sayangnya Detha malah menatap dirinya dari arah samping dengan tatapan dalam.

"Ganteng banget, sayang... suami gue gak bisa kesini. Ngurus kerjaan dia" kata Zara ngedumel.

"Sibuk banget ya?" Ucap Reana meringis, bukan karena apa-apa. Tetapi karena Detha yang belum juga mengalihkan tatapannya dari wajah Reana.

"Iya sibuk.... banget, sampe lupa waktu kadang kalo udah berkutat sama laptopnya. Untungnya dia gak lupa sama gue dan si boy twins aja" oceh Zara dengan nada kesal.

SUAMIKU(End')Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang