13. Hancur! (2)

13.4K 555 11
                                        

Reana mempercepat langkah kakinya. Ia ingin segera pergi dari gedung itu. Air matanya terus ia tahan dengan mati-matian.

Terlihat Detha yang terus berusaha memanggil dan menahan langkah Reana. Begitu pula dengan Anis dan Zara.

"Re!" Panggil Detha saat ia berhasil menggapai lengan Reana.

Reana membalikkan badannya dan menatap suaminya dengan berbagai macam tatapan, sakit, hancur, tajam, sendu, sinis semuanya bercampur pada manik mata Reana.

"Kamu kenapa sih , Re?" Tanya Detha.

"Kamu masih bisa tanya aku kenapa, setelah apa yang kamu lakuin di dalem tadi?!! Kamu gila yaaa?!!! Aku disana, Detha!!! Aku disamping kamu... Dan jelas-jelas kamu kasih jas kamu ke perempuan itu!!!" Racau Reana. Kini, air matanya mengalir dari pelupuk matanya.

"Aku cuma bantu dia" ucap Detha mencoba menjelaskan dan menyeka air mata Reana dengan salah satu tangannya.

"Iya, kamu bener.. kamu CUMA bantu dia. Emang bener kamu cuma bantu dia, tanpa kamu harus tau sakitnya jadi aku, ISTRI KAMU!!" Kata Reana penuh penekanan pada kata "CUMA" dan "ISTRI KAMU".

Saat Reana akan kembali beranjak untuk meninggalkan Detha menuju mobil, Detha kembali mencekal lengannya yang membuat Reana menatapnya dengan mata dan hidung yang memerah.

"Dan kamu gak tau kan kalo aku suka sama siapa, cinta sama siapa. Kamu gak tau, kan?" Ucap Detha dengan menatap Reana dalam yang membuat Reana kembali meneteskan air matanya. Jujur, tenggorokannya terasa sangat sakit.

"Aku.."

"Sayang, ini Bu Reana,kan? Deket banget ya kayaknya? Terus kenapa MC tadi panggil Bu Reana pake embel-embel Nyonya Detha?" Tanya Akeysa yang memotong kalimat Detha.

Akeysa berdiri tepat disamping Detha, tapi Detha terlihat sangat enggan untuk menatap perempuan tidak tahu malu itu. Detha hanya fokus menatap wajah Reana yang kini menatap arah lain.

"Kamu anterin aku pulang, atau kamu liat akibatnya, sayang" ancam Akeysa dengan berbisik tepat disamping Detha.

Detha memejamkan matanya sesaat, lalu membukanya dan seketika tatapan dinginnya bertambah. Ia menghela nafas dan berjalan mendahului Akeysa menuju mobilnya .

"De..."

"Eh... Lo liat dong, Detha itu jalan ke mobilnya setelah gue minta anterin balik. Jadi... Lo gak usah kejar-kejar Detha, emang Lo siapa dia, hah? Cihh" ujar perempuan itu memotong kalimat Reana sembari berdecih dan akan berlalu menuju mobil Detha.

"Gue istrinya!" Ujar Reana datar yang membuat Akeysa membalikkan badannya kembali.

Akeysa terlihat tertohok akibat dua kata yang keluar dari mulut Reana. Jadi, apa yang selama ini dia pikirkan itu benar? Jangan harap Detha dan Reana akan hidup damai, pikir Akeysa.

"Jaga yaa ucapan Lo!" Sinis Akeysa sembari memberi tudingan ke arah Reana.

"Oke, gue bakalan jaga ucapan gue.. tapi gak ke Lo! Lo juga gak bisa jaga sikap, kan? Jadi, kita imp-"

Plak,

Satu tamparan keras mendarat pada pipi Reana, membuat sudut bibir Reana mengeluarkan darah. Anis dan Zara yang ada di samping Reana menatap tak suka sekaligus benci pada perempuan tidak tahu malu itu.

Reana tidak membalas tamparan itu, melainkan ia tersenyum miring, ia ingin memberi tahu pada Detha, bila perlu pada semua orang jika ia sedang membela posisinya sebagai istri suaminya, Detha.

Reana beralih menatap mobil Detha. Reana tahu, pria itu pasti melihat perbuatan Akeysa yang menamparnya tadi,  Reana melemparkan senyum kecutnya.

Akeysa beranjak menuju mobil Detha, sesaat kemudian mobil tersebut melesat hilang dari pandangan Reana dan dua sekretaris cantiknya. Reana menghembuskan nafasnya yang disertai dengan kristal bening mengaliri pipinya.

SUAMIKU(End')Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang