"Hwang Hyeji, sudah lama kita tidak bertemu, bagaimana kabarmu?" tanya pria itu sambil melipat tangannya didepan dada, suaranya begitu lembut terdengar mematikan.
"Kkk--kau?!"
***
"Kenapa kau tega melakukan hal ini kepadaku?" lirih Hyeji yang terikat diatas kursi dan tengah terisak.
"Cih, gadis bodoh! Kau kira kejadian di sekolah 1 minggu yang lalu membuatku merasa puas?" kata pria itu sembari terkekeh.
"Jungkook, kumohon lepaskan aku..." gumam Hyeji dengan isakannya.
"Tidak akan pernah walaupun dalam mimpi sekalipun," jawab Jungkook dan berlalu dari tempat itu.
Pria yang menculik Hyeji adalah Jeon Jungkook. Jungkook yang hampir setiap harinya membully Hyeji disekolah. Jungkook tidak sengaja melihat Hyeji tengah berjalan-jalan berdua bersama Jeno. Dan, pada saat itu terlintas ide licik di pikiran Jungkook. Ia melancarkan aksinya itu dengan lancar tanpa diketahui oleh siapapun.
Sedangkan, ditempat lain Jeno tengah sibuk menghubungi ponsel milik Hyeji. Nomor ponsel Hyeji tidak bisa dihubungi membuat Jeno semakin frustasi. Ini sudah pukul 11 malam namun, ia tidak menemukan titik terang dimana Hyeji berada.
Jeno sudah menghubungi setiap teman yang dekat dengan Hyeji namun, nihil tidak ada yang tahu keberadaan Hyeji hingga saat ini. Ia pun sudah mengunjungi flat kecil milik Hyeji namun, ia juga tidak ada disana. Jeno hampir pasrah mencari keberadaan Hyeji ia sudah mengunjungi banyak rumah temannya namun, Hyeji tidak berada disana.
Ia tidak mungkin menghubungi polisi karena, ini belum 24 jam hilangnya sosok Hyeji. Jeno bingung, ia tidak mungkin menyuruh sang Ayah untuk memerintahkan para pengawalnya untuk mencari Hyeji karena, Jeno ingin berusaha dengan sendiri, pikirnya.
Sekarang ia tengah sibuk memegangi ponselnya untuk menghubungi ponsel milik Hyeji. Namun, tidak kunjung ada balasan pun dari sebrang sana.
"Ayolah Hyeji, angkat-angkat..." gumam Jeno dengan nada panik. Ia terus berbulak-balik ke kanan dan ke kiri dengan satu tangan kananya sibuk berkacak pinggang.
Nomor yang anda tuju, tidak bisa dihubungi. Cobalah beberapa saat lagi.
"Berengsek!" umpat Jeno begitu frustasi. Ini sudah kesekian kalinya ia menghubungi ponsel Hyeji namun ia tidak mendapat balasan apapun, hanya suara operator telepon yang mengintrupsi pendengarannya.
Jeno melempar ponselnya ke sofa dan merebahkan dirinya dengan kasar diatas ranjang dan memejamkan kedua maniknya. Hingga tanpa tersadari 1 tetes air mata mengalir di mata Jeno yang tengah memejamkan matanya dengan 1 tangan terlipat di belakang kepalanya.
"Jiya, dimana kau....." lirih Jeno.
***
" Akhh, sakit!" rintih Hyeji kesakitan di bagian kepalanya.
Bagaimana bisa Jungkook tiba-tiba saja datang dan menjambak rambut panjang Hyeji dengan cara kasar dan keras. Jungkook hanya terkekeh senang melihat Hyeji tersakiti dan kesakitan seperti itu.
"Ini pantas untukmu bedebah!" geram Jungkook dan melepas jambakannya lalu, membanting kepala Hyeji ke bawah. Dan, itu membuat Hyeji meringis kesakitan di pusat kepalanya yang banyak mengeluarkan darah segar dibagian pelipis dan dahinya. Jungkook yang melihat itu pun hanya tertawa bahagia.
KAMU SEDANG MEMBACA
BAD BOY | ✔
Fiksi Penggemar[Mature Content]. Hanya sebuah kejadian masa lalu, membuat sosok pria jakung bernama Jeon Jungkook rela membully salah satu sahabat sekaligus seorang gadis di masa lalunya. Masa kelam yang membuatnya menjadi pria buruk di mata gadis muda itu, seoran...
