Vote & Comment dlu!!
Happy Reading ♡'・ᴗ・'♡Owh ya..
Btw, mungkin chapter ini sedikit membingungkan..Kalau ada yang tidak paham bisa ditanyakan di comment..
" Baiklah! Aku akan mempercayai mu. Tapi ingat! Aku bukanlah orang yang tinggal diam jika seseorang mengingkari janji nya padaku! " Kata Yoongi memperingati Taehyung.
Taehyung membalas peringatan senior nya itu hanya dengan sebuah anggukan kepala. Tapi, sungguh! Taehyung tidak akan mengingkari janji nya pada Yoongi.
" Ah! Aku tidak tahu harus memulai cerita ini dari mana. "
" Ayahku adalah keturunan klan api dan Ibuku adalah keturunan klan udara. Tapi, entah mengapa Ibu ku tidak memiliki kekuatan seperti seharusnya. Itu sangat jarang terjadi."
" Sejak saat itu, Ibu ku sangat membenci orang orang yang memiliki kekuatan. Entah apa alasannya. Ia bahkan membenci Ibu nya sendiri! Tapi, saat Ibu dan Ayahku menikah, Ibu ku tidak tahu bahwa Ayahku memiliki kekuatan. Ia terlihat seperti manusia biasa dengan kehidupan yang sangat mewah. Aku tak tahu apakah Ibuku menikah dengan Ayahku itu karena cinta atau karena harta. "
" Saat Aku masih di dalam kandungan. Ibuku tiba-tiba mengetahui bahwa Ayahku memiliki kekuatan. Dengan alasan itu, Ayahku meninggal dibunuh oleh wanita tidak tahu diri itu. Dia berharap, dengan meninggal nya Ayahku, Aku yang masih dalam kandungan tidak akan mendapat kekuatan yang sama dengan Ayahku. Bodoh! "
" Setelah aku lahir, Ibuku sangat menyayangi ku. Mencintaiku layaknya seorang ibu terhadap anaknya. Karena ibuku masih berharap bahwa aku tidak memiliki kekuatan seperti dirinya. Tapi takdir berkata lain. Aku mulai menunjukkan kekuatanku saat umurku lima tahun."
" Ibuku menjemput ku di sekolah pada hari itu. Saat itu, Aku tersandung dan menangis. "
Taehyung terkekeh mendengar kalimat yang baru saja keluar dari mulut seniornya. Tak menyangka ternyata dulu senior nya ini adalah seorang anak yang cengeng.
" Hey! Jangan tertawa! Aku tahu kau lebih cengeng dari padaku! " Kata Yoongi melihat junior nya sedang menertawai nya.
Yoongi melanjutkan cerita nya.
" Mungkin karena emosi ku yang tidak terkontrol, Tiba-tiba saja tanganku mengeluarkan api dan membakar habis satu sekolah. Tentu saja Ibu ku sangat malu karena itu. Bukan hanya malu, sejak saat itu ibu ku mulai membenciku karena aku memiliki kekuatan keturunan ayahku. "
" Dengan alasan malu dan tidak mau mengurus anak seperti ku, Ibuku membuang ku kesini! Aku ditemukan di depan gerbang sekolah dengan sepucuk surat yang sudah ibuku tulis."
" Yak! Ibumu sangat jahat Hyung! Lalu, apa isi surat itu? " Tanya Taehyung memotong cerita Yoongi.
" Surat itu tertulis 'Urus lah anak ini! Anak pembawa sial ini! Aku tidak sanggup mengurusnya! Dia sudah mempermalukan ku di depan semua orang! Rawat lah anak ini! Aku sudah tidak betah mengurus anak cacat seperti dia! -Mrs. Min.' begitu tulisannya. "
" Sejak saat itu aku tinggal di sekolah ini. Aku diangkat menjadi seorang anak oleh Profesor Kim. Tapi, senior senior di sekolah ini juga tidak tahu tentang kebenaran itu. Aku sengaja menutupi nya. Saat tahun pertama aku masuk ke sekolah ini, semua berjalan seperti biasa. Tidak ada yang mengetahui bahwa aku adalah anak angkat dari Profesor Kim. "
" Bahkan Hoseok Hyung? " Tanya Taehyung.
" Mungkin dia sudah tahu dari sekarang! " Yoongi.
" Maksudmu Hyung? "
" Yak! Jika kalian memang ingin tahu, tidak perlu menguping seperti itu! Hari ini aku sudah menemukan tiga orang sedang menguping pembicaraan ku! Keluarlah! "
Vote & Comment dlu Oy!!
•
Ada yang bingung?
Tanya aja di comment..
•
Biar bisa Author jawab.
•
Sumpah Author gabut banget ini
Gegara di rumah terus
•
Ampe nontonin ulang video
Run BTS dari awal ampe ep. 103
•
Tunggu chapter selanjut nya..
See you👋👋

KAMU SEDANG MEMBACA
Useless One -BTS-
أدب الهواةTerlahir memiliki kekuatan bukanlah hal yang diinginkan setiap manusia. Bahkan manusia biasa menganggap 'mereka' yang memiliki kekuatan adalah seekor monster. yang siap menerkam bumi dengan segala keganasan nya. Seorang anak yang tidak pernah bert...