02

5.4K 422 6
                                        

" Saya tidak mau! " Yoongi berdiri dari bangku nya.

" Tidak ada penolakan! Lagi pula apa alasan mu untuk tidak menjalankan tugas? "-Sunwoo-ssaem

" Saymphh.. Mphh "-Yoongi

'Ada apa ini?! Kenapa mulutku tidak mau terbuka?!'-Yoongi

" Kau tak mengatakan apa apa. Saya anggap kau menyetujui nya "-Sunwoo-ssaem

'Apa ini?!'-Yoongi

Suara tawa yang tertahan itu terdengar oleh telinga Yoongi. Yoongi sudah tau itu suara siapa. Seseorang yang tengah duduk disebelahnya itu menatap kearahnya sambil menutup mulutnya menggunakan tangan. Berharap Yoongi tak mendengar suara tawanya itu.

'Sialan!'-Yoongi

" Duduklah, kau tak ingin berdiri seperti itu terus kan? Hahaha " Hoseok

Hoseok menjentikkan jarinya. Yoongi sudah bisa kembali berbicara.

Yoongi hanya menatap sahabatnya itu dengan tatapan 'kau akan mati' lalu pandangan nya beralih ke depan.

" Aku hanya tidak mau kau menjadi bahan tontonan semua murid "-Hoseok

Ya. Maksud Hoseok adalah Jika Yoongi terus beradu mulut dengan Sunwoo-ssaem, kemungkinan besar Yoongi akan dikenai hukuman.

Hukuman di sekolah ini bukan hanya berdiri didepan kelas sampai jam pelajaran selesai atau membersihkan toilet. Tapi berdiri didepan banyak siswa, kemudian seorang guru akan menyiksanya. Entah itu dicambuk, dipukul dan tindakan kejam lainnya.

Yoongi adalah murid yang paling sering mendapat hukuman. Entahlah. Dia tak pernah merasa bersalah tapi selalu saja dihukum. Mungkin Yoongi sudah terbiasa akan hal itu. Melanggar peraturan.

💜

08:00 AM.

Semua siswa tampak sibuk bersiap untuk menyambut kedatangan siswa baru. Sebelum para calon junior datang, calon-calon senior yang diberi tugas harus menyelesaikan tugasnya.

Semua murid Sunwoo-ssaem berbaris di lapangan dekat gerbang sekolah. Mereka bertugas untuk membawa calon juniornya berkeliling sekolah. Memperkenalkan berbagai ruangan kepada mereka. Setiap murid juga telah mendapatkan daftar junior yang akan mereka dampingi. Setiap murid mendapat dua nama di dalam daftar.

Tiba-tiba saja suara mesin yang mendekat dan suara roda yang bergesekan dengan aspal membuat semua murid menengok kearah sumber suara. Keheningan melanda sekolah.

Semua anak yang ada dalam bus itu keluar. Tak usah dipertanyakan lagi. Semua orang tahu, anak anak itu adalah calon juniornya yang sedang mereka tunggu.

Untung saja, para siswa yang bertugas membersihkan dan menghias asrama dan sekolah sudah selesai. Kali ini tinggal para murid Sunwoo-ssaem yang bertugas.

Semua senior berhamburan menyambut junior juniornya. Mereka mulai mencari murid yang menjadi tanggung jawab masing masing.

Berbeda dengan yang lain, Yoongi memilih untuk diam ditempatnya. Menunggu beberapa junior sudah pergi bersama seniornya. Kali ini hanya terdapat dua junior yang masih menunggu seniornya. Yoongi mendekati junior junior itu.

"Jimin dan Taehyung? "

"I-iya senior. Saya Jimin dan ini sahabat saya, Taehyung"-Jimin

"Kalian tanggung jawabku"

Yoongi berjalan masuk ke sekolah meninggalkan dua juniornya itu. Tak perlu menunggu lama. Jimin dan Taehyung mengikuti seniornya.

"Kalau boleh tahu.. Siapa nama senior?"-Taehyung

"Yoongi"

"Apakah senior ini bisa berbicara lebih dari tiga kata?!" Taehyung berbisik pada sahabatnya, Jimin. Ia sangat kesal lantaran seniornya ini terlalu dingin.

"Hey, aku bisa mendengar mu Taehyung! Junior tidak tahu diri!"

Dua murid bersahabat itu sangat kaget. Mulai menatap satu sama lain dengan tatapan heran. Rasa bersalah? Pasti ada. Apalagi rasa malu yang mereka tanggung.

"Wow! Senior bisa melakukan telepati? Bagaimana caranya? Ajari aku.. "-Jimin

Kata Jimin sambil mempercepat langkahnya. Agar bisa berdiri di samping Yoongi.



WOYY!! Bintangnya pencet!!
Jan lupa lho!!

Awas sampe gak dipencet!
Yoongi gw nikahin!

Useless One -BTS-Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang