22

2K 210 12
                                    

Vote & Comment Yak!!



BTW
Yang vote berkurang nih:(

Tapi Makasih ya
Yang masih sering vote
ama comment

Happy Reading! ( ˘ ³˘)♥

Ah, Tidak! Dugaan ku salah. Seseorang masih belum bisa memejamkan matanya. Masih terjaga walau selimut telah membungkus dirinya. Tubuhnya meringkuk. Kedua matanya menatap seseorang yang telah tertidur sangat nyenyak di atas ranjangnya.


Ingatannya mulai menampilkan kepingan kepingan cerita masa lalu yang sangat berharga baginya. Tak terasa, dirinya tersenyum miris mengingat itu semua. Dada nya terasa nyeri. Ingin rasanya Ia menangisi masalah yang sedang Ia hadapi saat ini. Tapi tidak. Dia tidak selemah itu hingga harus menangis. Ia adalah seorang yang kuat. Seorang lelaki tidak boleh menangis, bukan?

Lelaki bernama Kim Taehyung itu kembali berusaha menutup mata nya rapat rapat. Ia sedang berusaha untuk tertidur. Tapi semakin Ia mencoba untuk tidur, kepala nya akan terasa pusing.

Tapi Dia harus tidur. Bagaimana jika esok dirinya tidak bisa mengikuti pelajaran hanya karena mengantuk? Ah! Mungkin dia akan dihukum karena tertidur saat jam pelajaran.

"Namjoon hyung, Gwenchanayo? Dimana kau? Aku tidak tahu harus percaya pada Yoongi hyung atau tidak!" Taehyung bergumam kecil mengingat percakapannya dengan seorang senior yang sudah sangat dekat dengannya.

💜Flashback

"Coba saja ada Namjoon! Dia sangat pintar dalam hal ramuan." Yoongi bergumam kecil. Tapi, entah mengapa Taehyung dapat mendengar perkataan senior nya barusan.

"Namjoon? Hyung kenal dengan Namjoon Hyung??"

Sudahlah! Ini waktu yang tepat untuk bertanya pada Yoongi soal Hyung nya yang hilang selama lebih dari satu tahun. Lagi pula Taehyung berfikir bahwa Yoongi sangat dekat dengan Hyung nya yang bernama Namjoon itu. Yoongi bahkan sering memanggil nama itu bukan?

'Mungkin dengan bertanya pada Yoongi Hyung aku bisa mendapatkan informasi tentang Namjoon Hyung! Dan mungkin aku bisa bertemu dengan nya! Ah... Semoga saja.' Taehyung.

"Apa? Kau bertanya apa Taehyung? Maaf aku tidak mendengar nya." Jelas Yoongi pada Taehyung karena tidak mendengar perkataan Taehyung sebelumnya. Ah. Tidak. Lebih tepat nya 'memastikan' apa yang baru saja Taehyung tanyakan.

"Yoongi hyung, kau terus saja menyebut nama Namjoon. Siapa dia?" Tanya Taehyung dengan tatapan tajam mengarah ke seseorang yang tengah duduk di hadapan nya.

Hiya hiya mana nih yang udah greget?? :D -Author

"Namjoon? Dia itu..." Yoongi terdiam sejenak.

"Tunggu! Untuk apa kau bertanya tentang seseorang bernama Namjoon itu? Apakah kau mengenalnya?" Lanjut Yoongi sedang mengintrogasi junior nya.

"Aku.. Aku kehilangan seorang Hyung. Namanya Namjoon hyung!" Taehyung menundukkan kepalanya. Matanya sayu menatap lantai yang Ia pijak.

"Dia Hyung kedua ku. Dia bilang Dia akan meninggalkan ku untuk belajar ke sebuah sekolah. Yang tak lain adalah sekolah ini. Ia berjanji bahwa aku akan bertemu dengannya saat aku bersekolah disini. Tapi.." belum sempat Taehyung menyelesaikan kalimatnya, Yoongi mulai angkat bicara untuk mempersingkat waktu.

"Jadi, kau bilang bahwa Namjoon yang aku sebutkan itu Hyung mu?"

Taehyung sekuat tenaga menahan buliran air bening yang akan jatuh karena kesimpulan yang dibuat oleh seorang seniornya. Bukan karena kesimpulan itu salah. Melainkan sangat benar. Dan Taehyung belum bisa menerima kenyataan dari kesimpulan itu.

Bibir nya bergetar mengingat sosok Hyung yang telah meninggalkannya. Sosok yang sangat menyayangi nya. Sosok yang selalu ada saat dirinya terpuruk mengingat kematian ayahnya.

Yoongi mulai tersentuh dengan cerita masa lalu Taehyung. Rasa iba tiba-tiba datang di dalam hati Yoongi. Tapi, Ia tetap menampilkan ekspresi datar pada wajahnya.

Vote & Comment!!

Bakal Aku lanjut kalau vote nya udah 18 yak

Soalnya tiba tiba
yang vote jadi dikit :(

Syedih aqoe toeh:v

Pokoknya aku tunggu ampe like nya tembus 18!

Janji deh pokoknya
Chapter selanjutnya si Yoongi bakal  bongkar semuanya ke Tae

Borahae💜

Useless One -BTS-Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang