Sweet ;junshua

375 26 1
                                        


[Semi-baku]
⚠️

Shua itu manis


Selamanya akan tetap manis


"Jelek banget, pokoknya lo sejelek itu seburuk itu dan sejijik itu kalo udah nangis. Di mata gue, di mata kembaran lo ini Shua! Tingkah lo yang kayak begini bikin eneg bangsat UDAH BERHENTI NANGISIN ORANG KAYAK DIA!"


Shua makin menundukkan kepalanya tatkala Jun berteriak begitu padanya sambil menoyor bahunya kasar. Suara Jun tidak main kerasnya dan saat kata kotor itu terselip diantara caciannya makin membuat Shua gentar hatinya. Namun sebisa mungkin Ia menahan tangisnya yang sebelumnya membludak itu.


Dalam hati Shua merutuki betapa Jun tidak akan tau rasa sakit yang Ia rasakan ini seperti apa.


"Dari sekian banyak cowok kenapa harus Seokmin coba hah?! Dan dari sekian banyak kata yang bisa lo utarain buat lo ngadu KENAPA LO HARUS PENDEM SENDIRI ANJING?! Kok lo bisa kayak begini Shuaaaaa... hah? JAWAB GUA!"


"Karna gue bisa Jerry"


"BISA MATI IYA! Mati, perasaan lo mati. Gue gak ngerti konsep lo kenapa bisa jadi bucin goblok begini sama si Seokmin tolol, gue juga sakit liat lo begini asal lo tau!"


Di mata Jun


Shua akan selalu jadi yang termanis


Hal termanis dalam hidupnya


"Gunanya Tuhan takdirin kita ada di rahim Mama barengan biar kita bisa saling lengkapin satu sama lain, bukan nyakitin satu sama lain"


Shua menggeleng kuat sembari berusaha meraih tangan Jun yang mengepal, "s-sorry Jerry i am really s-sorry hiks.. please maaf, jangan sakit karena gue Jerry, m-maaf hiks.. Jerry" tangisnya meledak lagi meski innernya berusaha memberhentikan hal yang kata Jun sangat menjijikkan di matanya itu.


Shua disakiti orang lain


Sesakit itu


Tidak lagi jadi hal termanis untuk Jun


Dirinya sakit


Pikiran Jun melalangbuana, ke masa 3 tahun belakangan ini. Dan 3 tahun belakangan pula, Jun masih bisa merasakan hangatnya senyum sang kembaran, pelangi seolah keluar ketika kembarannya itu tertawa dan terkekeh menunjukkan gigi kelincinya, surgawi bahkan seolah bisa Jun sentuh ketika kembarannya itu menunjukkan sifat lembut nan perhatiannya persis seperti Mama. Bahkan ketika alkohol menguasai dirinya, Jun punya penawarnya yang akan senantiasa menyadarkan tanpa menambah stressnya karena sikap Papa di rumah.


Dan apa-apaan seorang Lee Seokmin tiba-tiba membuat Shua jadi seseorang yang seolah seperti sampah begini?! Membuat kembarannya menangis luluh lantah, mengeluarkan sesak yang ternyata selama setahun ini Ia tahan, dan itu karena Lee Seokmin?! Dia pikir dia siapa.


Jun bahkan merasa amat tolol baru tahu semuanya malam ini.


Semua kejadian terungkap begitu saja secara tidak sengaja.


"J-jerry huks.. dont le-eave me huks.. p-please"


Tapi pasti Shua lebih sakit


Setahun ini Shua memendam semuanya sendiri, yang Jun tau dia masih mendapat senyum hangat meski di ujung bibir chinnamoroll Shua terdapat memar ungu. Jangan lupakan pelukan atau usapan lembut ketika Shua merasa gemas padanya. Wajar jika malam ini adalah puncaknya. Lee Seokmin memang sebajingan dan sebrengsek itu.


Putus


Namun kemudian menjadikan hubungan as friend with benefit sedangkan Shua masih menyimpan sakit karena putusnya mereka bukanlah dengan cara yang baik dan mulus.


Habis manis sepah dibuang


Jika diibaratkan Shua tidak ada bedanya dengan ungkapan itu


Kembarannya diperlakukan sesampah itu,


Ulu hati Jun tertusuk


"Terus gue harus gimana sekarang? Gue lagi jijik banget sama lo Shua,"


Jujur Shua makin pening


Hatinya makin sakit. Kepalanya berusaha menepis pikiran tentang Seokmin yang sedang disidang oleh kedua orang tua pacarnya.


Shua nangis karena takut


Takut akan kondisi si Bajingan


"Hiks.. Jerry,"


Jun masih bergeming di tempat


"J-jerry please?"


Tangannya tidak ada pergerakan sedangkan Shua semakin mencengkram erat tangan berurat sang kembaran dalam getar.


"G-gue hiks.. gue takut, please dont le-ave m-me hiks.. gue t-takut sendirian,"


"J-jangan tinggalin gue hiks.. j-jangan tinggalin gue s-sendiri Jerry hiks.."


"I am r- hiks.. really sorry"


"It hurts,"


Tubuh yang lebih kecil darinya itu tak lama terbenam, tangan Jun terangkat untuk mengukung si kakak kembar beda 10 menitnya itu. Meski tangis Shua pecah kembali, tapi setidaknya itu bukan untuk mengkhawatirkan kondisi si Bajingan. Air mata itu murni keluar karena ketakutan akan ditinggalkan oleh dirinya. Kala Shua merasa dirinya sudah sekotor itu, sudah merasa sebodoh itu. Jun sama-sama merasakan sakitnya memang, namun kini rasanya sudah jauh lebih baik. Lebih baik dari Shua yang memendam sakit itu sendirian.


Jika biasanya tangan Shua akan membelai kepalanya lembut seperti Mama, kini giliran Jun.


Memeluk erat tubuh gemetar Shua seolah Lee Seokmin ada disitu, takut mengambilnya.


"Gue disini Joshua, always in here for you hm. Jerry yang sayang sama lo bakal tetep di sisi lo, gimanapun kondisinya. Jangan takut"


Shua itu manis


Selamanya akan tetap manis



Meski kadang ada pahit yang mendominasi



Shua akan tetap jadi yang termanis

End

Gatau ini apaan, dan punten banget ya ini teh bukan bxb tapi cuma brothership biasa :) dan pas pertama kali liat foto di mulmed (itu ss-an dri intro cb home kalo gasalah) author kira shua nya ada 2 wkwkwk

storia |all ♾Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang