Epilog

764 95 17
                                        

Malam itu pukul sepuluh, cuaca di luar sedang hujan lebat disertai gemuruh. Terdengar suara katak yang seolah bahagia bahwa hujan telah turun. Ya, musim hujan sudah datang.

Namun, berbeda dengan kondisi di luar sana yang dingin, suasana mencekam dan panas justru memenuhi ruangan bernuansa hitam dan putih ini.

Tiga orang yang di dalam ruangan itu hanya mampu diam. Tidak ada yang berani memulai percakapan diantara mereka. Semua sedang sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.

Hingga salah satu dari mereka menghela napas berat.

"Kenapa?" Tanya orang itu dengan suara bergetar. Bahunya naik turun tak teratur, lalu terdengar is akan kecil dari mulut mungilnya.

"Jennie." Panggil Daniel, membuat Jennie menoleh.

"Jangan nangis, kita pasti bisa laluin semuanya." Ujar Daniel sambil menepuk bahu Jennie dengan lembut.

Jennie semakin menangis. Dengan segera Daniel memeluk dan mengelus surai hitam kecoklatan milik Jennie. Ia berusaha menenangkan wanita itu.

"Jangan nangis, nanti jelek Jen haha." Gurau Daniel, sedikit terkekeh di akhir kalimatnya.

Namun sedetik kemudian air mata lolos dari mata sipit pemuda itu.

"C'mon guys. Gue ga suka ya liat kalian nangis kaya gini. Ada apa? Cerita sama gue dong." Tukas satu laki-laki, namanya Sangyeon.

Sangyeon adalah sahabat Daniel, dan sebenarnya ia sedikit mengetahui Jennie. Jennie adalah gadis yang dulu disukai oleh Daniel. Ah, ya, Sangyeon ini kuliah di Amerika dan kini sedang dalam masa libur kuliah. Dulu mereka (Daniel, Jennie, dan Sangyeon) satu sekolah saat duduk di bangku sekolah menengah atas. 

Sebenarnya sudah seminggu pemuda itu kembali ke tanah air, namun hari ini pemuda itu baru sempat mengunjungi kediaman Daniel.

Sangyeon hanya mampu mengunci rapat bibirnya saat sampai di rumah Daniel. Bagaimana tidak? Disini sangat sunyi meski terdengar suara hujan di luar sana. Suasananya juga aneh sekali.

"Terjadi sesuatu apa gimana? Gue gatau ini kalian nangis kenapa." Tanya Sangyeon lagi saat tau pertanyaannya tadi tak ada yang menjawab.

Hening.

Yang terdengar hanya isakan kecil dari bibir Jennie dan suara hujan.

Sangyeon menghela napasnya berat. "It's ok, kalau kalian ga mau cerita. Tapi jangan nangis ya? Ada gue di sini. Kita pasti bisa cari jalan keluar dari masalah itu." Ujar Sangyeon menenangkan kedua temannya.

Jennie akhirnya melepas pelukan dari Daniel, lalu menatap Sangyeon.

"Sangyeon, lo polisi kan?" Tanya Jennie sambil menyeka air matanya.

"Ah, jangan kasih tau siapa-siapa ya? Sebenernya gua detektif. Hehe." Jawab Sangyeon disertai cengiran.

Jennie dan Daniel terkejut.

"Lebih bagus kalau gitu!" Pekik Daniel.

Daniel dan Jennie saling tatap, lalu mengangguk bersamaan.

"Ehm, hei hei? Ada apaan nih? Kalian ga ada niatan buat nyelakain gue kan? Kok kalian mencurigakan jir." Celetuk Sangyeon yang membuat atensi Daniel dan Jennie terpusat padanya.

"Nggak, kita ga akan nyelakain lo." Ujar Daniel kalem.

Jennie mengangguk menanggapinya, "malah kita mau minta tolong sama lo."

Alis Sangyeon tertaut, "hah? Minta tolong apa nih?"

Daniel menghela napas pelan, lalu menatap Sangyeon serius. "Gini, kita mau minta tolong sama lo buat selidiki satu kasus yang melibatkan sepupu gue."

"Kak Jisoo?" Tanya Sangyeon.

"Iya, dia."

"Emang dia kenapa?"

Keadaan hening sebentar, hingga Daniel mengatakan satu kalimat yang membuat Jennie ingin menangis lagi untuk kesekian kalinya.






















"Kak Jisoo hilang."














End























Author's note :

HEHEHEHEHEHEHEHEHE😜

Terimakasih bagi yang sudah membaca sampai detik ini ya.

Aku bener bener mau ucapin makasih banyak buat kalian. tanpa kalian, work ini ga akan nangkring di #241 in ghost ; #532 in mystery ; dan #3 in 96line.

Tanpa kalian juga work ini gabakalan sampai 2,92k pembaca, 554 vote dan 66 komentar.

Wkwkwk jomplang bgt ya antara yg baca sama vote ?

Tapi gapapa, soalnya kalian mau baca work ini aja aku dah seneng banget, apalagi yang vote terus komen, huhu lup lup sama kalian pokoknya😭💕

Oiya, aku mohon banget sama kalian, jangan di copy  ya work aku. Mohon hargai aku, kalian kalau misal work nya di copy sama orang pasti bakalan marah juga kan? Please, jangan di copy😭🙏 kalau ada yg kekeuh nge copy, hati-hati karma berlaku ya. Hehe.

Ah ya, jan lupa mampir di karyaku yang lain oke😚❤

-Yogyakarta, 18 Juni 2020-

Xxwrdx.

(96 Line) HELP ME ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang