18

607 102 0
                                        

Aku up nih, buat nemenin kalian malming wkwkwk.

Jangan lupa vote oke? Komen juga kalo bisa haha:3❤😻












Daniel yang baru saja masuk ke rumah langsung mencari Taeyong. Hingga ia menemukan Taeyong yang sedang duduk di ruang tamu bersama Jisoo, menonton televisi.

"Bang Yong." panggil Daniel

Taeyong menoleh, "apa?"

"Mobil gua mogok, lu bisa bantu gua benerin ga?"

"Benerin sendiri gak bisa apa?" tanya Taeyong

"Susah bang, gelap. Bantu senterin aja gapapa deh."

"Lagian kenapa harus malem-malem sih benerin nya? Besok siang kan bisa." ujar Taeyong, menolak secara halus

"Gua ada kelas pagi bang. Kalo gua telat gimana?" melas Daniel

Jisoo mencubit pelan perut suaminya, "tolongin sana."

Taeyong mendecakkan lidahnya, "yaudah. Bentar gua ambil senter."

"Makasih."


























Selama membantu Daniel, Taeyong terus saja berceloteh. Mulai dari masalah sepele sampai masalah yang sangat sepele.

Ya gimana lagi, Taeyong itu tidak ikhlas dalam membantu Daniel. Entah apa yang merasuki Taeyong ini, sampai segitunya sama adik ipar.

"Udah belom?" tanya Taeyong

"Bentar bang. Nyenterinnya yang bener ngapa bang. Gak keliatan anjir." protes Daniel

"Masih mending gua senterin woi."

"Ya tapi kalo gak bener juga percuma kali."

"Tsk. Bawel. Noh noh gua senterin." ujar Taeyong sambil memajukan senternya hingga Daniel terkejut dan kepalanya terantuk kap mobil.

"Anjing! Sakit astaghfirullah, bang yang bener ngapa sih? Niat gak sih lu bantuin gua?"

"Gak."

"Ngapa sih ini manusia masih hidup, padahal galak banget Ya Allah."

Taeyong melotot, "nyumpahin gua mati lu?"

"Tau dah bang, gua mau ambil obeng dulu di gudang."

"Yeyeye."

Daniel melangkah memasuki gudang, meninggalkan Taeyong sendirian di halaman depan rumah sendirian.

"Kenapa bulu kuduk gua merinding?" gumam Taeyong

Untuk mengurangi rasa tidak nyamannya, Taeyong bersiul.

"Fhiuw Fhiuw~"

"Fhiuw fhiuw fhiuw~~"

Taeyong mengerutkan keningnya.

'Gua ga salah denger kan?' batin Taeyong

"Fhi—"

Belum selesai ia bersiul, Taeyong mendengar siulan lainnya.

"Fhiuw~ hihihi."

Dengan segera Taeyong menoleh ke kanan dan kiri nya.

"Woi? Siapa tuh?" tanya Taeyong

Hening. Tak ada jawaban.

Srak srak

Taeyong mengelus lehernya yang tiba-tiba saja meremang.

Ia mendekati suara tadi yang ia yakini berasal dari pohon mangga yang letaknya ada di depan rumah, tak jauh dari tempatnya berdiri.

Dengan langkah perlahan, ia menyorotkan lampu senternya ke pohon itu.

"Siapa?"

"Hihihi... Hiks... Hihihi."

"Bangsat merinding." gumam Taeyong

Setelah hampir dekat, Taeyong terkejut.

"P-putih putih...." gumam Taeyong

Puk

Seseorang menepuk pundak Taeyong, membuat Taeyong jadi semakin terkejut.

"AAAAA! SETAN!"

Taeyong langsung saja jongkok dan menutup rapat mata dan telinganya.

"Heh, ngadi-ngadi aja lu. Ini gua, Daniel." ujar orang yang menepuk pundak Taeyong

Taeyong sontak berdiri dan menghadap Daniel.

"Oh? Elu toh. Dah ambil obeng?"

"Udah. Ayo senterin lagi."

"Iya bacot."

"Lagian ngapain sih lu ke sana? Ga takut apa kalo ada setan? Malem-malem malah ke pohon gede." ujar Daniel sambil membenarkan mesin mobilnya

"Gak, gua tadi—"

"Apa?"

"Ada kucing beranak, mau gua tolong, tapi gajadi."

"Ngaco."

"Emang."









































TBC😛

Taeyong nyebelin banget ya di sini.

Maafin aku yang buat dia jadi nyebelin😂

(96 Line) HELP ME ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang