33. Ending?

794 62 0
                                    

👇👇👇

Zeta mengendarai jet ski yang berada di dalam kapal pesiar itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Zeta mengendarai jet ski yang berada di dalam kapal pesiar itu. Jangan ditanya bagaimana dia tahu cara menggunakannya ... yang jelas pengalaman pribadi adalah jawabannya.

Meski alarm berbunyi  dan mungkin Julian akan menghentikan aktivitasnya lalu mencari sumber keributan itu. Zeta pantang menyerah sampai keinginannya terwujud.

Waktu menunjukkan pukul 2 pm dan tentunya semua orang sedikit terlelap karena mengantuk.

Zeta mengarahkan jet ski ke suatu pulau yang dilihatnya di peta, jika dilihat dari peta yang skalanya kecil jarak pulau ke pulau lain sangat dekat dan baginya itu tidak masalah yang penting dia kabur dari Julian.

Tujuan utama Zeta adalah menuju kepulauan Kuril yang merupakan batas antara Rusia dan jepang yang terletak di timur laut Hokaido.

Sebelum melesat pergi, Zeta juga mematikan mesin kapal maka akan perlu waktu jika mereka ingin mengejarnya.

Di lautan lepas, Zeta bertarung melawan ombak. Jarak yang dipikirnya dekat ternyata lumayan jauh,ndaratan saja belum kelihatan.

Berharap bahan bakar tidak habis dan dia bisa sampai ke daratan itu dengan selamat.

Zeta terus memacu jet ski-nya menghantam air di lautan lepas dengan gelombang yang tak terlalu tinggi, hingga nampak pepohonan dari jauh. Zeta bingung sekaligus lupa arah mana yang akan dia tempuh, lurus atau belok ke kanan atau ke kiri.

Tak punya waktu banyak untuk berpikir dia memutuskan untuk mengikuti kata hatinya yang membuatnya membelokkan ke kiri.

Terpaan angin begitu kencang membuat tubuhnya menggigil dan bibirnya bergetar.

Zeta hanya menggunakan dress satin tipis dengan kimono satin panjang. Tidak ada waktu untuknya berganti pakaian karena kesempatan hanya datang sekali tidak berulang.

Hampir sampai di pesisir suatu pantai, jet ski mati dan tak bisa digerakkan.

"Damn it! "

Zeta turun dan terpaksa berenang hingga ke tepi, tubuhnya terasa membeku. Air laut begitu dingin dan angin juga menerpa tubuhnya yang basah.Sedikit berlari dia mulai menyusuri jalan mencari rumah penduduk yang berada disana.

Dengan bertelanjang kaki, Zeta menguatkan dirinya untuk berjalan seraya memeluk tubuhnya hingga ada satu rumah yang pintunya terlihat terbuka.

Zeta berlari menuju kesana, disekitarnya nampak sepi, memberanikan diri. Ia memasuki pekarangan rumah itu.

"Hellooo ...."

Sedikit berteriak kepalanya menjenguk ke dalam. Seorang pria tambun berambut putih keluar menghampirinya dan berbicara dengan bahasa yang tidak ia mengerti. Perlahan Zeta mengajaknya berbahasa inggris.

The War LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang