Warning 21++++
Jika Anda mencoba memplagiat cerita ini berarti anda sangat mengagumi saya
Jika ada nama dan tokoh yang sama dalam cerita ini.. itu berarti pemikiran kita yang sama tapi kalau alurnya sama persis itu yang tidak mungkin!! 😤😠
Sekuel...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
BUKAN KLIMAKS SORRY..AUTHOR HAMPIR MISS CONCEPT 🤣🤣 JANGAN TEGANG
💜🔥☄
"Kau masih punya waktu untuk berpikir, jika kau bersamaku kupastikan kau bahagia cantik."
Julian berkata sembari memasang celananya lalu bajunya serta rompi anti peluru ditubuhnya.
Sedangkan yang diajak bicara masih dalam keadaan mengenaskan, kakinya masih terikat di kedua sisi dan dalam posisi terbuka.
Tubuhnya hanya menggunakan gaun panjang tanpa pakaian dalam baik bra atau pun underware agar Julian bisa menikmatinya tanpa repot melepaskannya.
Karena kaki Imamorata meski terluka masih gesit bisa menerjang siapa pun yang berada didekatnya.
Tangannya pun diikat ke atas kepala. Ekspresi wajahnya masih menahan nyeri karena Julian menyetubuhinya secara kasar apalagi dia masih seorang perawan yang butuh proses adaptasi merasakan antara sakit dan nyaman.
"Bagaimana, jika kau mau maka aku akan melepaskan kaki dan tanganmu nanti. Bantu aku melawan Kaisar bodohmu itu jika tidak kau akan mati bersamanya."
"Kau yang akan mati, bukan kami!" ucapnya lantang dengan tatapan sinis.
Julian tertawa nyaring lalu mendekat ke bibir ranjang lalu duduk disamping Immamorata sembari menyisir wajah wanita itu dengan jari telunjuknya lalu,
Plak
Tamparan keras mendarat di pipi mulus itu, membekas merah dengan tapak tangan yang besar menempel disana.
"Jika kau sampai di neraka duluan, katakan pada Raja Iblis disana bahwa aku belum siap untuk dijemputnya."
Setelah itu Julian melangkah keluar kamar dan bersiap untuk menghadapi lawan yang sebentar lagi ia temui.
Kapal selam dengan mesin turbo dan bahan baja ringan yang membuat kapal tersebut lincah dan cepat di lautan luas. Kecepatannya 5 x lipat dari kecepatan Yact pada umumnya bahkan Yach tercepat di kelasnya pun masih kalah olehnya.
"Berapa waktu yang aku punya untuk menghajarnya."
"30 menit. "
"Hanya 30 menit?"
"30 menit waktu yang lama kalau hanya sekedar baku tembak Bos, mereka pasti tidak punya senjata."
Tampak Julian berpikir keras, mustahil jika pengawal Aka tidak membawa senjata.
🔥☄🔥
Acara memancing mereka sukses, seekor ikan tuna berbobot besar mereka dapatkan hanya dengan umpan ikan kecil.
"Apa benar kau bisa membuatnya hmmm--" tanya sang Kaisar. Memeluk sang Permaisuri dari belakang disertai kecupan kecupan mesra di leher serta bahu telanjang Zeta.