Warning 21++++
Jika Anda mencoba memplagiat cerita ini berarti anda sangat mengagumi saya
Jika ada nama dan tokoh yang sama dalam cerita ini.. itu berarti pemikiran kita yang sama tapi kalau alurnya sama persis itu yang tidak mungkin!! 😤😠
Sekuel...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
👇👇
Dalam ruangan temaram yang hanya ada dia, sang petinggi negeri ini. Masih dalam keadaan terjaga, matanya belum bisa tertutup menuju kedamaian alam mimpi.
Pikirannya penuh dengan semua rencana yang dibuatnya sejak awal tetapi meleset dipertengahan jalan tak seperti harapannya.
Meski cara yang digunakannya untuk mendapatkan pujaan hati itu menempuh jalan kelicikkan namun hanya itu yang bisa dia lakukan agar suatu hari nanti wanita itu berpikir bahwa dirinya tidak pernah diabaikan.
Bahkan selalu dalam pengawasan dan perlindungan darinya dan akan menemuinya meski akan dicaci maki dan sumpah serapah tetap akan diterimanya.
Yang ada sekarang dia telah menyalahi aturan. Aturan yang semestinya tidak boleh dia lakukan. Ini semua karena si kakek tua berjanggut yang berilmu dalam bidang pengobatan dari segala sisi yang tidak menjabarkan secara rinci bagaimana sistem mantra itu bekerja, dengan santainya dia menjelaskan bahwa,
"Yang mulia, sesungguhnya bumi ini adalah poros perputaran Yin dan Yang terdapat unsur api,air, tanah, dan udara. Semua mantra yang dilancarkan harus sesuai dengan keadaan bumi saat itu dan jika yang mulia permaisuri sudah dalam jangka waktu 2 bulan belum juga bisa mengingat mungkin karena energi dalam tubuhnya mengikat sumber mantra itu maka hasilnya tidak stabil."
"Persetan dengan unsur-unsur itu, lalu bagaimana agar dia bisa ingat!!"
"Hanya satu cara yakni mensejajarkan matahari dan bulan dalam satu tempat."
"Maksudnya?"
"Anda harus menampakkan diri dihadapannya untuk melebur energi yang tercipta antara kalian berdua. "
Aka merasa dirinya sudah hilang kesabaran untuk menunggu dan langsung ingin segera bertemu dengan wanitanya, tak peduli dengan acara yang sudah terlaksana itu namun lagi.
Lagi dia harus berhenti memikirkan hal yang sederhana itu demi mendengarkan petuah dari si pria tua yang selalu mengaturnya itu.
"Kau mau mendatanginya sekarang lalu suaminya akan tahu bahwa istrinya adalah milikmu juga dan coba kau pikirkan apa yang akan pria itu lakukan. Jika dendam masih terpendam dalam hatinya, perang akan terjadi ... antara kau dan dia dengan memperebutkan satu wanita."
"Sebelum itu terjadi ingat kedudukanmu sekarang meski semua orang tahu siapa kau di masa lalu. Kau pimpinan negeri ini, kau dihargai dan dihormati meski juga dibenci. Membuat rusuh di negara orang dengan mengarahkan pasukkan dibelakangmu maka tindakkanmu itu tentu tidak dimuliakan maka pantas kah kau disebut Yang Mulia?"
Dia terjebak dalam dilema, inilah yang dia benci saat menjadi petinggi bukan penguasa. Penguasa adalah orang yang bisa melakukan apa pun baik itu positif atau pun negatif dan semua tunduk dalam perintahnya.