EMPAT [OPEN PO]

1.1K 103 56
                                        

Update!

Selamat malam minggu bagi yang menjalankan. Bagi yang tidak, kita sama. Ahahaha🤣🤭

Btw saat kalian baca ini, aku lagi ngetik bab lima, semoga ide lancar ya. Biar minggu depan bisa update lagi 😂

Selamat membaca!

Oh ya, aku belum bisa kasih visual ya. Masih ragu sih pake visual buat Anjar. Takut kena hujat dia nya. Ahahaha

•••

Cantika sudah mengikat rambutnya dengan asal dan langsung menuju pintu apartemen dan membukanya karena sejak beberapa menit yang lalu bel apartemennya tidak berhenti berbunyi.

Tubuh Cantika mundur dua langkah karena dorongan pintu yang Anjar lakukan, lelaki itu langsung memeluk sang kekasih dan menutup pintu menggunakan kaki. Kepalanya sudah ia taruh di bahu Cantika dengan kedua tangan memeluk erat pinggang wanita itu.

"Aku capek banget," gumam Anjar. Cantika yang bisa mendengar jelas pun hanya bisa membalas pelukan sang kekasih seraya mengusap kepalanya.

Lima menit berlalu akhirnya Anjar memilih melepas pelukannya lalu mengajak wanita itu menuju sofa. "Aku ambilin minum-" Anjar menggelengkan kepala dan meminta Cantika untuk duduk.

"Banyak banget kerjaan kamu, ya?" Cantika bertanya setelah Anjar merebahkan tubuhnya di sofa dengan kepala ia taruh di pangkuan sang kekasih. Anjar hanya bergumam sembari memainkan jari jemari Cantika.

"Tadi langsung pulang, kan? Nggak kemana-mana dulu?" Cantika yang gemas pun memilih menarik hidung Anjar, ia cukup kesal dengan sikap sang kekasih.

"Nggak, aku nyari selingkuhan." Jawaban dari Cantika sukses membuat Anjar mendudukan dirinya, lelaki itu menatap sang kekasih dengan wajah tak suka. Melihat Anjar seperti itu membuat Cantik tertawa hingga mengeluar air matanya.

Anjar yang merasa dijahili pun langsung menubruk Cantika hingga wanita itu berada di bawah tubuhnya dan menggelitiki sang kekasih, "Selingkuh itu bikin capek dan sakit hati," celetuk Anjar. Cantika hanya mengangguk lalu memohon pada lelaki itu agar tidak lagi menggelitikinya.

"Aku mau ini, boleh?" Anjar sudah menatap mata Cantika sembari menyentuh bibir wanita itu. Cantika menggeleng dan meminta Anjar untuk mandi terlebih dahulu. "Kelamaan," ucap Anjar dengan wajah cemberut tapi tetap menuruti keinginan Cantika.

Anjar melangkah dengan malas menuju kamar Cantika, "Kamu mau makan apa? Biar ak-"

"Makan kamu aja," jawab Anjar membalikkan badannya, lelaki itu sudah tersenyum seraya menaikan turunkan alisnya.

"Dalam mimpi!" Anjar mengendikkan bahunya lalu kembali melangkah dan menghilang dibalik pintu kamar Cantika.

Cantika menatap isi kulkas yang ternyata kosong, ia lupa jika bahan makanan sudah habis. Sepertinya ia harus meminta sang kekasih untuk mengantarnya berbelanja setelah lelaki itu selesai mandi.

***

"Mau makan dulu atau..."

"Makan di apartemen aja, aku lagi pengin makan masakan kamu," jawab Anjar lalu berjalan mengambil trolly, mendorongnya menuju deretan rak berisi camilan. Cantika hanya mengikuti dan mengambil beberapa camilan yang biasa ia beli.

"Aku nerima telepon dulu," ucap Anjar, lelaki itu pergi meninggalkan Cantika seorang diri. Wanita itu hanya mengangguk lalu mendorong trolly menuju bahan makanan, sepertinya malam ini ia akan makan shabu-shabu.

CANTIKA [SUDAH TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang