Yeaay update lagi. Ahahaha
Alhamdulillah ide lancar jaya nih, jadi bisa update lagi.
Selamat membaca teman-teman. Jangan lupa share, vote juga komen kalau kalian suka sama cerita ini, ya.
Terima kasih. ❤️
***
Sudah beberapa hari ini Anjar selalu mengunjungi apartemem kekasihnya. Namun, wanita itu tidak pernah membukakan pintu. Bahkan wanita itupun tidak ada di sana, sudah dua hari ini Anjar selalu datang pagi-pagi sekali untuk memastikan jika Cantika berada di sana, tapi hasilnya nihil.
Di restoran pun wanita itu tetap tidak ada, ia sudah menanyakan pada Arya dan yang lainnya. Mereka berkata jika Cantika tidak datang selama hampir dua minggu. Arya pun sempat menanyakan pada lelaki itu, tapi Anjar hanya tersenyum lalu pamit pulang. Ia tak mungkin mengatakan jika mereka tengah bertengkar, bukan?
Anjar hanya bergumam ketika mendapatkan telepon dari Dody, lelaki itu baru saja memasuki mobilnya, hendak pergi ke kantor karena sudah beberapa hari tidak ke sana. Anjar menghela napas berat lalu menjawab pertanyaan dari orang diseberang sana, "Restoran Cantika, kenapa?"
Anjar pun mematikan ponselnya lalu melajukan mobil menuju kantor karena Dody sudah menunggunya di sana. Ia butuh pengalihan sesaat sebelum kembali mencari keberadaan Cantika. Ia sudah bertekad menemui Cantika dan menjelaskan semuanya, masa bodoh dengan Cantika yang tidak mempercayainnya atau bahkan menghukumnya nanti. Yang ia inginkan hanya hubungan mereka tetap seperti dulu bagaimanapun caranya.
"Siang, Pak," sapa sekretarisnya, wanita itu mengerutkan dahi ketika melihat wajah kusut sang bos. Rasanya ia baru pertama kali melihat lelaki itu seperti ini, dan ia cukup penasaran, jiwa keingin tahuannya meronta ingin mengetahui masalah apa yang tengah Anjar alami.
Anjar hanya melangkah tanpa mempedulikan kehadiran wanita itu. Ketika memasukin ruangan, ia pikir di ruangannya hanya ada Dody, tapi, melihat kehadiran Baim di sana membuatnya kesal. Jika bukan karena lelaki itu hubungannya dengan Cantika masih aman terkendali.
"Kusut bener, kayak cucian belum di cuci," kelakar Baim dan dihadiahi lemparan bantal sofa dari Anjar. Baim langsung menangkap bantal seraya tertawa. "Kenapa sih dia, Dod? Tumben kayak gini." Baim menatap Dody, meminta lelaki itu untuk menjelaskan.
"Tanya sendirilah, punya mulut, kan?" Dody memilih duduk di kursi depan meja Anjar. Lelaki itu menyakan kemana saja Anjar beberapa hari ini karena sekteratrisnya selalu menghubungi selama Anjar tidak ada.
Anjar hanya menatap Baim dengan wajah kesal. Dody yang melihat itupun, tahu apa yang tengah terjadi diantara mereka berdua. Dody menghela napas lalu meminta Baim untuk pergi, tapi, lelaki itu malah berdecak dan masih bergeming di sofa di mana ia duduk sejak tadi. Lelaki itu memainkan ponsel dan menulikan pendengarannya. Ia penasaran dengan ucapan Diana tempo hari.
"Anggap aja gue gak ada, ribet banget," ujar Baim melirik sekilas ke arah Dody juga Anjar. Lelaki itu memilih memakai earphone agar ia tetap di sini.
"Jadi?" Dody sudah tak sabar mendengar semuanya secara langsung. Mata Anjar masih menatap Baim dan memastikan jika lelaki itu memang mendengarkan musik di ponselnya karena ia tak ingin kecolongan kembali.
"Seperti yang gue bilang tadi pagi," jawab Anjar, Dody masih belum puas dengan jawaban sahabatnya ini pun kembali menanyakan tentang Cantika dan memberi saran agar ia pergi ke rumah Kaivan.
Anjar tertawa seraya menggelengkan kepalanya, ia tak ingin mengambil resiko karena mengunjungi rumah lelaki itu. Masih ingat jelas saat dirinya berkunjung untuk pertama kali saat ingin mengajak Cantika jalan, Kaivan lah yang membuka pintu dan langsung menanyakan pertanyaan yang cukup menjebak dan hampir saja membuatnya gagal pergi bersama Cantika.
KAMU SEDANG MEMBACA
CANTIKA [SUDAH TERBIT]
RomanceSudah Terbit 18+ Cantika Almeira Narendra. Kesal dan kecewa menggulung menjadi satu, saat Cantika mengetahui betapa berengsek kelakuan kekasihnya. Lelaki yang ia pikir akan menjadi teman hidupnya kelak justru mengkhianatinya. Rutinitasnya yang semu...
![CANTIKA [SUDAH TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/218818533-64-k691901.jpg)