DUA [OPEN PO]

1.5K 114 89
                                        

Update!

Yuk ramaikan dengan Vote dan komen, ya! Biar aku semangat ngetik. Ahaha

Selamat membaca.

***

Akhirnya Anjar memilih mengalah, ia menyetujui keinginan Cantika untuk pergi ke restoran. Dan disinilah Cantika berada, di depan Potato peeler, memperhatikan salah satu karyawannya menggunakan peralatan itu. Sesekali Cantika memberikan arahan lalu pergi mengecek yang lain.

"Mbak Cantik," sapa Arya ketika lelaki itu menyadari kehadiran Cantika, ia pikir wanita ini tidak akan kemari.

"Kenapa? Kamu kayak kaget gitu saya dateng," tanya Cantika dengan dahi berkerut. Wanita ini menatap masakan yang tengah dibuat oleh salah satu koki andalannya ini.

"Aku pikir, Mbak nggak akan dateng, soalnya Mas Anjar bilang—"

"Sakit?" Arya mengangguk lalu memanggil Andi untuk segera mengantar makanan yang sudah ia buat.

Cantika yang tak biasa diam pun memilih menuju ruang ganti dan memakai pakain yang biasa ia gunakan ketika bertugas. Arya yang melihat kepergian Cantika hanya bisa tersenyum, ia tahu jika wanita tak akan tinggal diam ketika berada di dapur.

Setelah hampir sepuluh menit, Cantika pun sudah berdiri di samping Arya, membantu lelaki itu agar cepat selesai, karena pengunjung di luar sana sudah cukup banyak. Arya pun akhirnya memilih melakukan hal lain, ia tak ingin mengganggu Cantika.

Sudah satu jam Aziel menghubungi sang kakak, ia ingin menemuikan wanita itu karena ia baru saja menerima kabar jika wanita itu tengah sakit. Namun saat ia mengunjungi apartemen sang kakak, ia tak menemukanya. Cukup tahu jika Cantika tidak akan tinggal diam di apartemen.

Aziel memilih menghubungi wanita itu dan menanyakan keberadaannya walaupun sesungguhnya ia tahu jika Cantika berada di restoran. Tidak mungkina ia berada di kantor Anjar, lelaki itu tidak akan mengizinkannya untuk berada di sana.

Akhirnya Aziel memilih mengunjungi tempat yang memang akan di kunjungi sang kakak. Restoran milik keluarga yang memang sudah di berikan oleh kedua orangtuanya.

Tak butuh waktu lama, Aziel sudah memakirkan mobilnya di pelataran parkir. Ia sudah mengunci mobil lalu berjalan dengan langkah santai. Lelaki itupun langsung menuju Cantika berada dan benar dugaannya, wanita itu tengah berkutat dengan spatula dan sudah menggunakan baju kebanggaannya.

Aziel menghela napas pelan, ia akhirnya menghampiri sang kakak dan bertanya tentang penyakitnya. Cantika yang tak menyadari kehadiran sang adik pun memekik kencang dan hampir membuat dirinya menjatuhkan makanan yang tengah ia tuang.

Aziel hanya nyengir sembari memberikan dua jarinya pada sang kakak. Cantika hanya menatap kesal lelaki disampingnya ini lalu menyuruh sang adik untuk menunggunya di luar. Aziel hanya mengangguk lalu mengatakan jika ia tak ingin menunggu lama.

"Bawel," jawab Cantika lalu menyelesaikan tugasnya. Wanita itu akhirnya membuka apron yang sejak tadi ia gunakan lalu menaruhnya di tempat yang seharusnya dan berjalan keluar ruangan menuju sang adik berada. Lagi-lagi Aziel selalu mengganggu kerjaannya, sepertinya ia akan meminta keluarganya untuk tidak mengunjungi restoran jika tidak terlalu penting.

Cantika yakin jika Aziel kesini karena kabar dirinya sakit dan siapa lagi tersangkanya jika bukan Arya atau Anjar yang telah memberitahu. Ingatkan ia untuk membungkam kedua mulut lelaki itu nanti.

Belum sempat Cantika memprotes, Aziel sudah menggerutu dengan wajah sebal. Melihat itu membuat Cantika mengurungkan niatnya, ia memilih menunggu sejenak sembari menatap layar ponsel sang adik.

CANTIKA [SUDAH TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang