SEMBILAN BELAS

631 60 11
                                        

Holla, Im Back!

Ada yang kangen? Hahaha

Maaf udah bikin kalian lama nunggu cerita Cantika, lagi sibuk promosi cerita MB soalnya. Oh ya yang belum baca bisa kepoin lapaknya di sebelah, ya. Akupun udah post beberapa scene yang akan ada di novelnya MB di sana.  Kuy cek siapa tahu minat beli. 😂

Selamat membaca teman-teman. 😉

Siapkan amunisi buat baca bab ini, ya, karena kalian butuh tenaga banyaaaakk.. 😀

***

Ungkapan "usaha tidak akan menghianati hasil" adalah ungkapan yang saat ini Anjar percayai, cukup bangga dengan kegigihannya beberapa hari ini, tidak sia-sia ia menelantarkan pekerjaan hanya untuk membuat wanita itu kembali ke pelukannya.

Anjar pikir setelah kejadian di restoran kemari, Cantika tidak akan mau lagi bertemu dengannya, tapi, ketika keesokan hari saat ia kembali menemui Cantika di restoran, wanita itu tidak menolak atau bahkan mengusirnya.

Lisa juga Freya yang berada di sana pun memilih diam ketika Anjar datang, seolah kehadiran lelaki itu bukanlah masalah bagi mereka. Awalnya Anjar cukup heran, tapi, ketika ia bertanya, Lisa dan Freya memilih pergi meninggalkan mereka berdua.

Kedua wanita itu justru berkata, "Keputusan ada di tangan lo, Tik."

Anjar yang semakin tidak mengerti pun memilih bertanya tentang kedua sahabatnya itu, dan Cantika mengatakan jika ia memberikan kesempatan kedua untuk lelaki itu dengan syarat yang langsung disetujui oleh Anjar.

Tanpa pikir dua kali, lelaki itu mengangguk lalu berseru senang, ia mengucapkan kata terima kasih berulang kali sembari memeluk sang kekasih. Sudut bibir Anjar tertarik ke atas dengan mata berbinar, terlihat sekali jika lelaki itu cukup bahagia dengan keputusan yang Cantika ambil.

"Siap, Bos," ujar Anjar semangat. Lagipula ia memang sudah janji pada dirinya sendiri untuk memutus hubungan dengan Diana suatu saat nanti, dan mungkin ini saatnya ia melakukan itu. Ya, walaupun Anjar belum tahu anak yang di kandung Diana adalah anaknya atau bukan, karena ia yakin jika bukan hanya dirinya yang telah tidur bersama wanita itu.

Setelah urusan hati juga rindunya ini terselesaikan Anjar akan segera menemui wanita itu dan mengungkapkan semuanya. Mengatakan apa yang di pinta oleh Cantika. Lagipula ia sudah memberikan apapun yang wanita itu berikan, toh Anjar yakin jika Diana hanya menginginkan harta kekayaannya.

"Bahagia banget kayaknya." Suara dari arah pintu membuat Anjar menaikan kepala, lelaki ini tengah mengerjakan perkerjaan yang tertunda beberapa minggu ini.

"Hu-um," gumam Anjar, ia kembali fokus pada berkas di tangannya. Ingin segera menyelesaikan semua pekerjaan ini dan segera bertemu Cantika.

"Cantika?" tanya Baim penasaran, lelaki ini meyakini jika wajah bahagia sahabatnya ini karena ulah wanita itu. Lagi-lagi Anjar hanya bergumam dan perkataan Anjar sukses membuat Baim membelalakkan matanya.

Kesalahan yang Anjar perbuat bukanlah kesalahan kecil yang bisa dengan mudahnya terselesaikan dengan kata maaf. "Kok bisa? Itu Cantika yang bodoh atau gimana, mau balikan lagi sama, lo, Jar?" tanya Baim heran.

Anjar yang awalnya biasa saja, kali ini menatap Baim dengan tatapan tajam. Lelaki itu bersedekap lalu mengatakan jika keputusan yang Cantika buat sudah tepat. Baim langsung tertawa cukup kencang dan membuat Anjar semakin murka.

"Duh, sakit perut gue," gumam Baim sembari memegangi perutnya, lelaki itu berdeham sejenak lalu kembali berucap, "Soalnya kesalahan lo kan bukan cuma selingkuh, Jar, tapi ... udah bikin Diana hamil."

"Gue malah nggak yakin kalo anak yang di kandung Diana, adalah anak gue," ucap Anjar santai.

"Maksudnya Diana bukan cuma tidur sama lo, tapi ...." Anjar mengangguk tegas, ia membeberkan kegiatan yang Diana lakukan saat tidak bersamanya. Wanita itu pergi bersama seorang lelaki menuju sebuah rumah di pinggiran kota.

CANTIKA [SUDAH TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang