TERUNGKAP (SESION 1 END)

658 33 0
                                    

Setelah kenyang menyantap tikus-tikus sebagai sarapan. Pak Doni dan Almira bergeras untuk pergi ke mall hendak berbelanja kebutuhan sehari-hari.

Saat di perjalanan ada seorang kakek tua yang menyeberang jalan. Saat itu pula pak Doni sengaja menabraknya.

Bruuuuuakkkk....

Badan si kakek terpental dan kepalanya terbentur aspal. Melihat di kakek yang ditabrak, pak Doni  keluar dari dalam mobil dan membopong tubuh di kakek menuju bagasi.

Pak Doni menekuk  tubuh si kakek tua yang kurus kering kedalam sebuah karung dan ia ikat karung itu di bagasi.

"Abi kenapa kakek tua itu kok dibawa? Kan dagingnya gak enak bi. Pasti pahit. Almira gak suka."

"Abi mau ambil ginjalnya sayang. Ya walaupun harganya pasti lebih murah karna udah bau tanah."

"Oooh. Kirain Almira kakek itu mau di masak dagingnya. Kan kalo udah tua gak enak bi, dagingnya pasti alot. Kalo masih muda kan enak. Gurih dan mantap."

"Hahahha. bisa aja anak abi ini. Tpi ya udah deh abi gak jadi jual. Paling juga gak laku. Abi buang aja kalo gitu. Disana ada sungai besar. Kita buang disana aja ya sayang si kakek tua bangka ini."

Sesampainya di jembatan, pak Doni mengambil karung yg berisi kakek tua, lalu membuangnya ke sungai.

"Hahahaha. Udah beres sayang. Ini namanya kita udah beramal kebaikan sayang sama kakek tua itu."

"Kok bisa bi?."

"Ya iya dong sayang, kakek itu sudah tua. Badannya udah rapuh, lemah, jalan aja udah gak kuat kan? Kasihan kakek itu kalo tetap hidup. Nah dengan begini kan kita sama saja membantu si kakek tua untuk pergi ke surga. Di surga pasti di kakek itu lebih bahagia sayang."

"Oooo. Almira paham bi. Ternyata abinya Almira tak hanya dermawan, tapi abi juga suka menolong orang. Pantas saja teman-teman abi kagum sama abi."

"Ah sayang, anak abi ini emang paling pinter ya bikin abinya seneng. Pokoknya hari ini Almira mau minta apa aja pasti abi beliin."

"Ya udah ayok ke mall bi. Almira mau belanja banyak sekali."

"Oke sayang."

Mereka pun melanjutkan perjalanan ke sebuah mall dan menghabiskan waktu untuk berbelanja disana.

Mr. William yang sejak tadi mengikuti pak Doni dan Almira berhenti melihat apa yang telah mereka lakukan pada si kakek tua. Ia mengurungkan niatnya untuk mengikuti pak Doni karena ingin menolong si kakek yang dibuang oleh pak Doni ke sungai.

Mr.William akhirnya menghentikan mobilnya, dan mencari jalan untuk menuju ke sungai. Ia berenang ke sungai dan mengambil karung yang tersangkut ke sebuah batu besar di sungai.

Mr.William kemudian membawa karung itu ke tepi sungai. Tapi sayang. Saat Mr.William membuka karung itu, nyawa si kakek tua sudah tidak tertolong lagi.

Mr.William segera menghubungi polisi untuk segera menuju ke tempat kejadian perkara. Ia sudah mengumpulkan bukti-bukti berupa foto saat pak Doni membuang mayat si kakek tua.

Polisi sudah lama ingin menyelidiki kasus pembunuhan berantai yang terjadi beberapa bulan terakhir ini. Tapi usaha polisi selalu saja gagal. Polisi tak dapat menemukan jejak pembunuh berantai yang tak lain adalah Almira dan ayahnya. 

Dan berkat penyelidikan Mr.William polisi sedikit menemukan titik terang atas kasus pembunuhan yg sudah menghilangkan nyawa banyak orang.

Bu Dina yang pingsan akibat shock menyaksikan suami dan anaknya memakan tikus, kini memikirkan cara untuk menghentikan semuanya. Bu Dina tak ingin suami dan anaknya terus melakukan hal yang gila menurut akal sehat manusia.

PSYCOPATH ALMIRATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang