Entah kutukan atau mimpi buruk, sejak kematian mbak Zul yang di duga gantung diri dan Aisyah yang melompat dari lantai 3 membuat para santri ketakutan.
Setiap lewat tengah malam suara tangisan dan jeritan selalu terdengar. Setelah selesai kegiatan pondok para santri langsung bergegas untuk tidur. Tak ada lagi yang berani berkumpul sampai lewat tengah malam.
Sebab mereka tak ingin mendengar suara wanita menangis, menjerit, ataupun tertawa lewat tengah malam. Karna menurut rumor yang beredar sudah banyak santri yang melihat penampakan hantu mbak Zul.
Kini pesantren menjadi semakin mencekam. Walaupun setiap hari digunakan untuk mengaji, tpi hantu mbk Zul tetap meneror para santri.
Hantu mbak Zul sering kali muncul tiba-tiba dengan wajah yang menyeramkan dan mata merah menyala melotot pada setiap orang yg melihatnya.
Kadang di gudang, kamar mandi, pohon mangga, atau sering tiba-tiba muncul di tangga. Hantu mbak Zul masih terus meneror para santri.
Belum lagi setelah tragedi kematian Aisyah, muncul hantu anak Belanda yang selalu berlari-larian di lorong kamar pesantren. Sesosok anak kecil umur 10 tahun berambut pirang yang sering menampakkan diri.
Ketika yang melihatnya adalah orang baik. Hantu anak Belanda yang tak lain adalah Arabella Van de Wiele menampakkan dirinya dengan jasad yang sempurna.
Tapi ketika yang melihatnya adalah orang jahat atau sering melanggar peraturan di pesantren, Arabella menampakkan dirinya dengan wujud yang menyeramkan.
Ia menampakkan diri dalam wujud hantu tak berkepala, penggalan kepalanya ia tenteng di tangannya dengan darah yang memenuhi tubuhnya.
Arabella mati saat NIPPON menyincar noni dan anak Belanda untuk dibunuh dengar tragis pada saat penjajahan.
Waktu shubuh, para santri bersiap-siap untuk sholat berjama'ah di masjid. Tapi ada satu santri putri di kamar Marwa yang tidak bergerak sama sekali saat teman-temannya mmbangunkan untuk segera ikut sholat berjama'ah.
Ia adalah Eva, sejak memasuki Sekolah Dasar ia sering kerasukan. Entah sudah berapa ratus makhluk yang pernah merasuki tubuhya. Saat kerasukan, Eva sering kali tertawa cekikikan atau mngamuk dan mencekik orang-orang yg ada di sekelilingnya.
Oleh karena itu ia tidak mempunyai teman. Smuanya takut kalau Eva kerasukan dan mencekiknya. Seperti waktu itu, saat santri putri selesai madrasah malam, para santri kembali ke kamar kecuali Eva dan Winda yang masih berada di dlm kelas.
Tiba-tiba Eva kerasukan dan berteriak, mengamuk, lalu mencekik Winda yang masih ada di dalam kelas sampai sekarat. Tapi untungnya nyawa Winda masih terselamatkan ketika seorang santri kembali ke kelas untuk mengambil kitab yang tertinggal.
Saat melihat Eva yang mencekik Winda, si santri berteriak meminta tolong. Kemudian semuanya berkumpul dan menolong Winda yang sudah hampir sekarat. Mereka pun melapor pak kyai dan akhirnya pak kyai mengusir makhluk yang masuk kedalam tubuh Eva, dan segera membawa Winda ke rumah sakit.
Tapi kali ini Eva tidak lagi berteriak ataupun menjerit seperti saat ia kerasukan makhluk-makhluk sebelumnya. Kini yang merasukinya adalah hantu Aisyah. Seorang indigo yang mengakhiri hidupnya karna depresi.
Aisyah sudah tidak kuat lagi melihat slide pemandangan yang selalu muncul dalam pandangan indigonya, saat tubuh orangtuanya di cincang-cincang dengan sadis oleh Almira dan Ayahnya. Orangtua yang sangat ia cintai dan kasihi. Orangtua yang begitu sabar dalam mendidik dan membesarkannya harus meregang ngawa dengan cara yang tragis.
Belum lagi saat ia melihat pemandangan dimana Almira dan Ayahnya memakan daging adik bayinya yang tak berdosa. Sampai akhirnya ia tak kuat dan bunuhdiri.

KAMU SEDANG MEMBACA
PSYCOPATH ALMIRA
Misteri / ThrillerGenre thriller horror. #awal publish 4 Juli 2020 Jiwa pembunuh itu ada di antara kalian...!!