Dia kembali. ❌

2.4K 122 0
                                        

Hai-hai semua, welcome back di cerita big boss.thnks yang udah mau mapir ke lapak kecil aku ini ya..

Enjoy guys...

______

Tersirat ketegangan diwajah perempuan paruh baya saat menceritakan kejadian yang siang tadi ia alami, tampak perempuan yang jauh lebih mudah didepannya kini tampak menegang setelah mendengar cerita dari perempuan paruh baya yang kini memeluk perempuan muda itu.

"Ra..mami berharap setelah kamu nikah sama kevan, Rezer bisa berhenti untuk tidak mengganggu kamu lagi.."ucap mami ara, yang kini masih setia memeluk anak gadisnya itu.

Sementara ara terlihat takut, setelah mendengar cerita mamanya yang mengatakan rezer mendatangi rumahnya dan mencari dirinya, rezer sendiri adalah teman ara semasa sma yang terobsesi memiliki ara.
Bahkan dulunya rezer pernah menculik ara setelah penolakan ara terhadap rezer, setelah kejadian penolakan ara terhadap rezer, rezer nekat untuk menculik ara selama beberapa minggu hingga polisi akhirnya berhasil menemukan ara dan membebaskan ara.
Namun sayangnya rezer tak pernah dipenjara setelah insiden penculikan yang ia lakukan terhadap ara, karena adanya campur tangan orang tua rezer yang tergolong dari keluarga kaya dan memiliki pekerjaan sebagai pengacara kondang diwilayah jakarta tersebut.

"Hiks...hiks, mi aku takut..aku takut rezer bakal nekat nyakitin aku bahkan culik aku lagi."ungkap ara, berusaha menyuarakan hatinya yang sedang gelisah.

Dengan sabar maminya terus mengusap punggung anak perempauanya itu, sesekali menyakunkan ara bahwa hal itu tak akan terjadi lagi.

"Ra..kamu gak usah khawatir, mami yakin kevan pasti bisa jagain kamu, mami lihat pancaran matanya yang kelihatan sayang banget sama kamu.." ucap mama ara, membuat ara menegang kaku.

Bagaimana ia bisa percaya bahwa kevan akan menjaganya, kevan saja hanyalah calon suami kontraknya.
Bahkan ia belum bisa menyakinini semuanya, akankah dirinya menerima permintaan bosnya itu.
Hatinya mengatakan semua yang telah ia lakukan bersama bosnya itu adalah kesalahan, tapi alankah ia berani mengatakan yang sejujurnya kepada semua keluarganya terkhusus kedua orang tuanya dan satu lagi yang ara tengah pikirkan.
Akankah rezer akan berhenti bila ia sudah menikah?.

"Maaf mi, maafin ara mi." Gumam ara tanpa sadar, membuat maminya merasa bingung dengan apa yang diucapkan anaknya barusan.

"Kamu ngomong apa sih ra, minta maaf soal apa..?!" Tanya mami ara seraya melepaskan pelukan antara dirinya dan anak perempuanya yang kini tampak kacau dengan mata sembabnya itu.

Mata ara tetbulat kaget, mendengar pertanyaan maminya karena ucapan bodohnya itu.
Dirinya merutuki mulutnya yang sama sekali tak bisa terkontrol dengan baik.

"Bu-bukan mi, bukan apa-apa." Ucap ara terngagap dan langsung mengusap air mata yang masih menggenang dipelupuk matanya itu.

"Ara..mami harap kamu segera menceritakan masalah ini kekevan, karena bagaimana-pun kevan itu adalah calon suami kamu, kalau mami boleh bilang....jangan pernah sembunyikan apapun dari dia ceritakan semuanya agar suatu saat nanti ia tidak salah paham akan masalah yang pernah menimpa kamu ini..
!!" Jelas mami ara, berusaha menasihati anaknya.

Ara hanya bisa mengangguk, sembari mengucapkan kata maaf berkali-kali didalam hatinya itu.
Sungguh ia merasa sangat berdosa telah mempermainkan kepercayaan keluarga dan kedua orang tua yang sangat ia sayangi itu.

"Iya mi, aku pasti akan segera ceritain masalah ini kekevan." Ucap ara, seraya tersenyum kecut atas apa yang barusan ia ucapkan tadi.

Memberitahu kevan?, tidak akan pernah.
Batin ara, karena menurut ara masalah ini hanya keluarganya yang boleh tahu, jika harus ada yang tahu masalah ini orang itu bukanlah kevan yang notabennya adalah atasan yang sudah berani membayar dirinya dengan harga mahal.
Sungguh dirinya menyesal telah menerima ajakan kevan untuk menjadi sekertaris kevan, dan kini dirinya malah terjebak kedalam drama yang tengah disusun apik oleh kevan.

"Ya udah ayo kita turun kebawah, kevan pasti lagi nungguin kamu.." ucap mami ara, seraya menarik tangan anaknya dan langsung berjalan keluar dari kamar milik ara beserta pemilik kamarnya itu.

Dan benar saja kevan terlihat sedang menunggu-nunggu ara, bersama papi dan keluarga besarnya yang lain.

Seakan terpikat mata ara langsung mengikuti ara mata kevan yang sedang menatap kearah ara, hingga mata kedua sejoli itu bertubrukan satu sama lain, membuat sengatan aneh didada ara jantungnya seakan meloncat-loncat saat menatap mata coklat kevan.

Hingga kesadaran membuat ara langsung memutuskan kontak matanya dengan kevan, dan memilih menatap kearah lain.

"Habis dari mana sih..?, kok pacar kamu sampai dianggurin..?!" Goda om ara, yang bernama surya itu.
Membuat ara terkekeh geli.

"Ih ...om nih apaan sih, lagian aku cuman dari kamar sama mami." Jelas ara membuat omnya itu tertawa pelan melihat ponakannya yang bertambah cerewet.

"Kalau gitu kita makan-makan yuk, tante lidya sama yang lainya udah siapin makanan tuh dimeja makan." Ajak mami ara, seraya menujuk kearah meja makan dan benar saja sudah ada tantenya dan sepupu-sepupu jahilnya yang tengah asyik menata makanan.

Jadi lapar perutnya setelah melihat makanan yang sangat-sangat terlihat enak itu.
Pikir ara















Tbc......
Vote dan coment dong...
Aku mau minta pendapat kalian nih tentang part selanjutnya.



Big Boss - Tamat Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang