Hai semua welcome back cerita big boss, makasih buat kalian yang udah mampir kecerita big boss.
Happy reading ya...
#####
Suara teriakan nyaring dikamar pengantin baru ini, membuat siapa saja akan berfikiran kalau mereka berdua sedang melakukan scene adegan malam pertama, tapi nyatanya.
"Ah..jangan keras-keras nanti sakit itu .." jelas ara ambigu, membuat kevan semakin mengeraskan gerakan tanganya.
"Kalau gak keras gimana kamu mau enakan." Jawab kevan, dengan muka memberenggut kesal.
"Ya tapi jangan keras-keras dibagian situ, sakit banget tau..!!" Oceh ara sembari menatap tajam kearah kevan.
"Lagian kita ini pengantin baru, bukanya nunaiin ritual malam pertama, malah sekarang kamu nyuruh-nyuruh aku buat mijet kamu.!!" Oceh kevan dengan nada yang terlampau kesal, malam pertamanya terasa sangat kacau untuknya.
Bukanya melakukan first night, malah disuruh jadi tukang pijet dadakan, padahalkan dirinya juga capek.
"Oh..jadi kamu gak ikhlas nih mijetin aku-nya, ok gak pa-pa." Dumel ara, kesal yang teramat sangat yang ingin ia tunjukan ke orang yang sudah menjabat menjadi suaminya beberapa jam lalu.
Dengan cepat dirinya langsung mengubah posisinya yang awalnya menelungkup sekarang berubah posisi menjadi tidur menyamping, membelakangi kevan yang sedang terlihat bingung dengan perubahan sikap istrinya yang sangat Surpize itu.
"Eh...bukan gitu maksud aku ra..., kamu jangan marah dong ya..ya, aku tadi tuh cuman rada em.. capek jadi gampang banget tersulut emosi.." jelas kevan berusaha membujuk istri cantinya yang kini tengah mode marah siaga satu, macem gunung meletus aja ya.
Setelah bujuk sana bujuk sini, namun nyatanya tetap saja istrinya ini kalau marah bisa sampai seperti ini ternyata.
"Ra..sayang, kamu jangan diemin aku dong, aku minta maaf ya kalau perkataan aku tadi bikin kamu sakit hati.." sesal kevan, yang mulai menunjukan sifat aslinya kepada ara, sang pembucin dengan berbagai tipu dayanya.
Ara yang tadinya diam langsung terbangun dari posisi tidurnya dan beralih menatap lamat-lamat kearah suaminya itu, matanya menyipit seperti mencari sesuatu yang sedang ia lewatkan beberapa menit lalu.
"Siapa kamu..?!, kamu bukan mas kevan.., mas kevan otoriter gak mungkin punya sifat kayak gini..?!" Tuduh ara kekevan yang terlihat bingung dengan tuduhan yang dilayangkan oleh istrinya yang terlampau uanik ini.
"Kamu kenapa sih ra?, ini aku kevan suami kamu yang dulunya jadi atasan kamu." Jelas kevan, entah apa yang harus ia lakukan untuk menjelaskan keistrinya itu.
"Aku gak percaya!, bos kevan otoriter itu sifatnya datar macem papan GRC noh, bukanya lembut kayak pantat bayi..!!" Sangkal ara, membuat kevan melongo kaget.
Sungguh terlalu sekali istrinya.
Batin kevan kaget, mendengar sangkalan istrinya mana mengatai dirinya seperti papan GRC lagi, maksud dirinya berpura-pura datarkan hanya sebagai kamuflase saja.
"Tapi nyatanya sifat aku memang kayak gini ra." Sangkal keva, membuat ara langsung terkejut bukan main.
"Apa..?!!, jadi sikap lo yang datar itu cuman kedok lo doang...wah...wah ceo macem apa lo..!!, belom lagi perlakuan lo kepara keryawan yang ada di abi manyu group, buat semua orang merasa tertekan karena punya atasan kayak lo gini...!!" Marah ara, dirinya yang juga merupakan karyawan abimanyu group merasa tertipu.
"Aku minta maaf karena perlakuan aku kepara karyawan mungkin emang buat mereka sakit hati, tapi aku cuman pengen mereka tagung jawab dan kerja secara benar itu aja kok..!" Jelas kevan, membuat ara yang mendengarnya hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Ck..terserah lo deh..!" Ucap ara yang langsung tidur membelakangi kevan, yang masih merenungi kesalahannya.
Selama ini gue emang salah, gue terlalu jahat sama orang yang udah kerja buat gue.
Batin kevan, seraya menatap nanar kearah istrinya yang telah tidur membelakanginya itu.
Dia memang egois, dia melakukan sesuatu bahkan untuk mendapatkan ara,
Ia telah melakukan cara kotor.
Penyesalan kevan yang terasa amat sangat menyakitkan untuk kevan sadari.
Dirinya terlalu buta dan melihat segalanya.
####
Suara kicauan burung membuat tidur ara terasa terusik, belum lagi cahaya matahari membuat dirinya merasa ingin cepat-cepat terbangun.
Hingga kedua matanya mulai membuka dan mengerjap dengan perlahan.
"Hoam..., berat banget sih perut gue." Keluh ara dengan mata yang masih mengerjap pelan.
Perutnya terasa tertindih bahkan kakinya terasa mati rasa belum lagi badanya yang dilingkupi sesuatu yang berat.
Hah?..berat..?.
Dengan cepat ara membuka matanya dan melihat keraah samping kirinya dan mendapati kevan yang tengah tertidur pulas dengan bibir yang mengerucut seperti layaknya bibir anak-anak.
Setelah sadar dengan apa yang dilihatnya ara langsung berteriak dengan kencangnya.
"Arrrrghh...lo ngapain meluk gue...?!" Tanya ara cepat seraya menyingkirkan kaki dan tangan kevan yang lebih dahulu nemplok ditubuh ara.
"Pagi-pagi kok udah teriak-teriak sih sayang..?, aku-kan masih ngantuk." Ucap kevan yang bukanya melepaskan pelukanya ditubuh ara, malah semakin mengeratkan pelukanya bahkan sekarang malah mendusel manja dileher jenjang ara.
Membuat ara langsung memekik kaget.
"Woi bangun...!!, malah balik tidur dan kenapa lo malah makin ngedusel dileher gue..!!" Teriak ara nyaring membuat kevan langsung berjengit kaget dan mau tak mau langsung terbangun dari tidur nyenyaknya.
"Iya-iya aku bangun, tapi jangan pakek teriak-teriak dong sayang, pakek morning kiss aja pasti aku langsung bangun.." membuat ara yang mwndengar langsung menampol lengan kevan dan langsung bangkit dari posisi tidurnya.
"Ogah, morning kiss aja noh sama bantal..!!" Kesal ara seraya melemparkan bantal miliknya kearah kevan.
Belum sempat ara menjauh dari ranjang yang ditidurinya, tangannya telah lebih dulu ditarik oleh kevan.
"Sakit tau...emppph..!!" Belum sempat ara menyelesaikan ucapannya, kevan yang memang dasarnya mesum langsung melumat bibir merah ara yang sekarang masih dicecapnya dengan lebih dalam membuat ara terpekik kaget.
"Makasih morning kissnya.." ucap kevan, yang telah lebih dahulu kabur karena tak ingin di amuk oleh istri cantiknya itu.
Sementara ara masih terlihat syok dengan apa yang baru dilakukan oleh suami laknatnya itu, padahalkan dia masih marah akibat pertengkaran malam pertama mereka tadi malam.
Tbc...
Maaf first nightnya gk sesuai ekspetasi,
Dan maaf kalau terlalu gaje.
Tapi jangan lupa vote dan coment..
😁
Thnk you so much, buat kalian.
See you next chapter ya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Big Boss - Tamat
HumorGue mau resign, gue udah gak kuat lagi hidup dibawah sikap otoriter big boss yang semakin hari semakin menyiksa para pegaiwainya sendiri. Tapi setiap gue minta resign, tetep aja gak bisa dengan alasan yang menurut gue gak masuk akal. ## Namun siapa...
