perjanjian kontrak 2

1.9K 80 0
                                        

Hai semua welcome back dicerita big boss, kemaren aku udah evaluasi cerita aku.
Dan emang terlalu gaje banget.

Dan aku putusin buat lanjutin ceritanya dengan alur yang bakal berbeda dengan ekspetasi ku sebelumnya.
Dan semisal masih ada part yang gaje aku minta maaf kekalian semua.


Happy reading..

####

Disebuah meja cafe, dengan keheningan yang mendera.
Membuat kedua orang berbeda gender yang telah terikat dalam ikatan pernikahan kini menatap satu sama lain dengan tatapan yang berbeda.

Hingga si lelaki yang tampak diam sedari tadi, tiba-tiba saja mengeluarkan secarik kertas berwarna putih yang berisikan point-point peraturan dengan dua materei yang masih tampak kosong dan belum terbubuhkan tanda tangan diatas materei tersebut.

"Ini surat yang berisikan perjanjian kontrak kita, silakan kamu baca dulu." Ucap silelaki seraya meyodorkan secarik kertas putih yang ternyata berisikan perjanjian kontrak.

Dengan cepat perempuan yang berada didepan lelaki tersebut langsung menerima dan membaca dengan penuh ketelitian hingga detik berikutnya, mata yang sedari tadi sibuk meneliti kini berganti dengan tatapan memelotot.

"Point yang ke-lima menurut aku gak adil, dan merugikan aku yang notabennya pihak kedua." Jelas perempuan tersebut dengan mata yang masih memelotot tak percaya dengan point kelima yang dibacanya itu.

"Kenapa gak adil ra?!, kita ini suami istri dan aku berhak memminta hak aku, toh kamu udah setuju sebelum kita nikah dengan apa aja yang udah aku ucapin, intinya kamu mendapat perlindungan dan aku mendapat kenyamanan!!" Jelas lelaki tersebut, dengan wajah yang masih menatap datar kearah lawan bicaranya yang tengah berusaha menahan umpatan yang sedari tadi ingin keluar dari bibir kecil miliknya itu.

"Tapi kita itu cuman nikah kontrak, dan aku gak mau sampai pernikahan kotrak kita ini menghasilkan anak.!!" Ucap ara berusaha menolak permintaan kevan yang menurutnya terlalu sulit untuk ia lakukan.

"Gak ada tapi-tapi-an ra!!, dan cepet kamu tandatanganin surat ini!!" Titah kevan dengan raut wajah datar yang membuat ara tanpa sadar langsung mengangguk pelan dan cepat-cepat menandatangani surat kontrak tersebut.

"Tapi van, ki-" belum sempat ara selesai bicara kevan lebih dahulu menyelanya.

"Coba kamu bacain point-point yang ada disurat kontrak itu!!" Titah kevan, membuat ara bingung dengan ucapan yang diucapkan kevan kepadanya.

Dengan cepat ara langsung membaca surat kontrak yang berisi point-point perjanjian mereka.

"Point ke-1,pihak kedua tidak boleh berlaku kasar bahkan bertindak kurang ajar terhadap pihak pertama begitupun sebaliknya, poin ke-2 pihak pertama maupun pihak kedua dilarang mencampuri urusan pribadi kedua belah pihak, poin ke-3 pihak kedua harus menggunakan panggilan yang sopan dengan menggunakan aku-kamu, dan memanggil pihak pertama dengan panggilan mas, sayang maupun panggilan lainya, asalkan tidak memanggil dengan nama, hah...?!" Ara hanya bisa menggeleng pelan, perasaan ia tadi sudah membaca dengan teliti, tapi kenapa masih saja ada point yang tak terbaca.batin ara

"Ngebet banget sih pengen di panggil mas." Gumam ara yang tentu saja masih bisa didengar oleh kevan.

"Bukanya ngebet, tapi memang seharusnya kamu manggil aku pakek panggilan khusus bukannya malah pakek nama, lagian kamu mau ditodong mami tentang panggilan kamu ke aku...?!" Tanya kevan dan langsung ditanggapi gelengan oleh ara.

Setelah mengambil surat perjanjian tersebut dari tangan ara, kevan pun langsung menandatangani bagiannya.

"Tapi diperjanjian nikah kontrak kita kok gak ada batas waktu kapan kita bakal pisah sih..?!" Tanya ara bingung, membuat kevan langsung memandang ara dengan tatapan tak percaya.

"Sebegitu terpaksanya kamu nikah sama aku ra?!, sampai kamu tanya soal perpisahan kita yang memang aku sengaja, gak dicantumin diperjanjian kita ini..?!" Tanya kevan dengan raut wajah tak percaya, membuat ara terdiam pelan.

Bukanya gitu kev. Batin ara berteriak kesal kearah kevan yang masih menampilakan wajah kecewa.

"Bukan gitu maksud aku." Ucap ara, membuat kevan hanya bisa memalingkan wajahnya dan berusaha menatap kearah lain.

"Udahlah mendingan kita pulang, dan aku minta malam ini kamu penuhin permintaan aku tentang point ke-lima, dan soal keamanan kamu..memang udah jadi kewajiban aku buat selalu jagain kamu, baik dengan adanya acaman dari razer maupun enggak ada ancaman sekalipun aku bakalan tetap jagain kamu!" Ungkap kevan membuat ara hanya bisa menatap kevan dengan raut wajah tak terbaca.

Ara merasa pernikahannya dengan kevan adalah kesalahan yang dirinya dan kevan buat dan seharusanya ia tak melakukan semua ini.
Dirinya memang ingin pernikahanya dengan kevan berhasil, namun apakah pernikahan yang dilandasi dengan kebohongan dan tanpa adanya cinta bisa bertahan kokoh dan tak akan berakhir dengan perpisahan.
Batin ara sedih makanya sedari tadi ia mengatakan perpisahan kepada kevan.
Dan soal anak, ara hanya tak ingin anak mereka terlantar bila ia dan kevan akhirnya berpisah.

"Ok kalau itu mau kamu, aku bakalan lakuin kewajiban aku dan aku cuman mau kasih tau kamu kalau razer udah mulai bergerak ngancem aku bahkan meneror aku.." ucap ara membuat kevan terkejut, jadi razer sudah mulai bergerak mengganggu ara.
Batin kevan cemas.












Tbc...

Vote dan coment

Big Boss - Tamat Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang