Waktu telah menunjukan pukul sembilan malam, kini semua tamu reuni sedikit demi sedikit mulai meninggalkan acara reunian yang sudah berlangsung kurang lebih empat jam yang lalu.
Hujan yang sedang mengguyur tepat setelah pukul delapan malam tadi, nyatanya masih belum reda hingga sekarang bahkan malah semakin bertambah deras. hal ini jugalah yang membuat tamu undangan ingin segera pergi dari tempat acara.
Seperti yang tengah dilakukan oleh kevan dan ara, mereka ingin segera pergi dari tempat acara sebelum hujan bertambah deras nantinya.
Setelah tiba diparkiran gedung tempat acara, kevan dan ara segera memasuki mobil mereka dengan sedikit tergesa, karena hujan yang sudah berhasil membuat baju mereka lumayan basah.
Dengan cepat mereka segera keluar dari tempat parkiran dan segera melenggang pergi.
Sesaat mobil mereka melaju didepan gedung, tanpa disegaja ara melihat lani yang sedang berdiri didepan pintu masuk dan terlihat kebingungan.
"Mas itu bukanya lani ya..?" Tanya ara kekevan, membuat kevan langsung menoleh kearah jendelanya yang sedikit blur karena terkena aliran air hujan dan benar saja kevan menangkap sesosok perempuan yang sedang terlihat kebingungan dan terlihat kedinginan didepan pintu gedung.
Tanpa diduga kevan segera keluar dari mobil tanpa mengucapkan sepatah katapun keara, seraya membawa payung yang ia segaja taruh didalam mobil miliknya.
"Dasar cowok!!, ngelihat mantan yang bening aja matanya langsung ngejreng!!, lah apa kabar sama gue bininya sendiri yang didiemin dia sedari keluar dari gedung, pokonya gue gak bakal kasih jatah selama dua hari kalau perlu seminggu tuh biar nyahok burungnya!!" Gerutu ara, yang sedang menahan kekesalan terhadap suaminya yang menurutnya gagal move on.
Sambil mengumpat tak jelas belum lagi didalam hatinya berdecih mengatai kevan.
"Dulu ngakunya cinta, sayang..sama gue giliran sekarang....pretttt, dasar semua laki kayaknya buaya buntung deh...!!" Gerutu ara, seraya menahan sakit kala melihat adegan romantin sang suami dengan mantan pacar.
Kevan yang sedang mengusap rambut lani, bahkan mendekapnya erat dibawah guyuran hujan, sembari melangkah kearah mobil mereka.
Ara yang melihatnya hanya bisa tersenyum kecut, bahkan hatinya berasa diremat-remat melihat semua itu.
"Ra..lani ikut mobil kita aja ya.., kasihan dia sedari tadi ngungguin taksi online gak dateng-dateng." Pinta kevan yang yang berdiri disamping kaca mobil ara yang telah dibuka oleh ara, yang diminta hanya bisa menggangguk tanpa mengucapkan kata-kata lain.
Setelah mendapat persetujuan dari ara lani yang terlihat kedinginan karena bajunya yang mengundang mata untuk melihat dalam artian terbuka, kini sudah terlebih dahulu masuk kedalam mobil dan duduk dibangku belakang dan selanjutnya kevan yang segera masuk kedalam mobil.
"Makasih ya ra..van, udah mau numpangin aku, dan maaf kalau aku udah ngerepotin kalian." Ucap lani, yang hanya dibalas anggukan oleh ara namun kevan dengan semangat empat limanya langsung menjawab ucapan lani.
"Iya gak apa-apa kok, lagian lo juga gak ngerepotin kita kok..iya kan sayang?" Ucap kevan seraya meminta persetujuan kepada ara, dengan mengucapkan kata sayang.
Membuat lani yang berada dikursi belakang hanya berdecih sebal.
"Iya." Jawab ara singkat, dengan omelan yang sedang hinggap dikepala cantinya itu.
Sok ketus lo mas sama lani, padahal mah masih belum move on sama dia!! Batin ara sesekali melihat lani yang berada dikursi belakang melalui kaca mobil yang berada diatasnya.
Dilihatnya lani yang sedari tadi mengamati kevan yang masih sibuk menyetir, bahkan dengan kurang ajarnya lani menatap kevan dengan tatapan mengingkan.
Membuat ara yang melihatnya langsung membuang muka kearah jendela mobil yang berada disebelah kirinya.
"Em-m van sory ya..karena enam tahun yang lalu gue sempet buat kesalahan yang bodoh banget dengan ngehianatin lo dan lebih milih aldo dibandingkan lo, yang selalu ada disaat gue lagi butuh dan gue nyesel banget sama keadaan waktu itu, andai waktu itu gue gak mutusin lo, mungkin sekarang kita udah nikah dan punya anak yang lucu-lucu." Ucapan lani membuat ara hanya bisa mendengus kesal.
"Iya gak papa kok, mungkin belum jodohnya." Jawab kevan singkat dan terus menatap fokus kearah jalan raya.
Ara yang terus mengumpat kasar didalam batinya.
Dasar perempuan gak tau malu!!, gak nyadar apa kalau dimobil ini masih ada istri mantan pacarnya, sekate-kate kalau ngomong pakek bilang mingkin sikiring kiti idih nikih din piniyi inik ying lici-lici...itu maksudnya apa ya mbak?!!.
Cibir ara didalam batinya dengan rasa yang sudah meraup sampai keubun-ubun, ingin rasanya ia berteriak dihadapan wajah sok cantik lani...yang emang cantik sih.
Dan mengatakan kalau kevan itu sudah menjadi milik ara, namun karena ara yang mempunyai urat malu yang terkadang masih suka putus dan untungnya sekarang tersambung akihirnya dia hanya bisa menahan kekesalannya lewat cibiran bahkan umpatan.
Setelah berkendara cukup lama akhirnya mereka telah sampai didepan rumah yang bergaya klasik namun memiliki kesan elegan lani yang merasa sampai didepan rumahnya akhirnya turun.
"Thnks ya van..ra, buat tumpangnya." Ucap lani, dari depan gerbang rumahnya, dan ternyata diwilayah ini tidak mendapat guyuran hujan bahkan tanahnyapun terlihat kering.
"Iya sama-sama lan, kalau gitu gue sama ara langsung pulang ya lan." Pamit kevan yang langsung diangguki oleh lani.
Dengan cepat mobil kevan melesat kejalan raya dan membelahnya tanpa ada hambatan, karena situasi jalanan yang memang lenggang.
"Lani cantik ya mas..?" Pancing ara, kekevan yang masih fokus dengan setirnya itu.
"Hem.." dehem kevan, membuat ara memberenggut sebal.
"Berarti kamu masih suka sama dia." Tanya ara kekevan, yang langsung mengahadap kearah ara.
"Kenapa jadi bahas lani sih sayang..?!." Tanya kevan sebal, kepalanya masih terasa pusing memikirkan kejadian dan kedatangan lani yang tiba-tiba itu dan sekarang istrinya menanyai dirinya masih suka tidak kemantan pacarnya itu.
Karena jawabanya adalah iya, tapi dia juga tidak tau ini memang rasa suka seperti senam tahun yang lalu atau rasa suka hanya sekedar teman.
"Ya udah jawab aja!!" Sentak ara ber api-api, membuat kevan hanya menatap ara kesal.
"Udahlah gak perlu aku jawab kalau kamupun tau jawabanya." Jelas kevan membuat ara langsung kaget.
Karena yang ara pikirkan kevan memang masih menyukai lani.
"Emm..aku udah tau jawabanya" Gumam ara seraya tersenyum kecut kekevin yang masih fokus dengan menyetirnya.
Ternyata dia emang masih suka sama lani yang notabenya mantan pacar yang gue tau udah nyakitin dia bahkan ninggalin dia selama enam tahun yang lalu, jadi apakah gue bakal ngalah sama masa lalu suami gue sendiri dan harus berhenti berjuang.
Gue akuin sikap gue ke mas kevan emang ketus banget , jengkelin, dan kelihatan gak suka sama pernikahan yang hadir cuman karena kesepakatan.
Tapi semua itu hanya kamuflase gue yang gak tau lagi harus bersikap apa, dalam menghadapi sebuah hubungan.
Karena gue sendiri aja gak pernah membangun sebuah hubungan yang isinya cuman ada gue dan dia.
Jadi apa yang harua gue lakuin, buat menghadapi semua ini?!....
Tbc...
Maaf malam tadi blm sempet up.
Tapi aku udah ganti sekarang dan nanti malam masih ada updatean kok tenang aja.
Tapi jangan lupa vote ya
KAMU SEDANG MEMBACA
Big Boss - Tamat
HumorGue mau resign, gue udah gak kuat lagi hidup dibawah sikap otoriter big boss yang semakin hari semakin menyiksa para pegaiwainya sendiri. Tapi setiap gue minta resign, tetep aja gak bisa dengan alasan yang menurut gue gak masuk akal. ## Namun siapa...
