🥀teror

1.7K 84 0
                                        

Hola semua, welcome back dicerita big boss.
Malam ini sesuai janji aku, aku bakalan update lagi.

Dan buat kalian yang mau kritik dan kasih saran keaku silakan langsung coment aja ya.
Karena kritik dan saran dari kalian buat aku jadi tau dimana letak kesalahan maupun kekurangan aku ya.
Selain karna manusia itu gak ada yang sempurna tapi karena aku juga penulis baru jadinya, aku masih perlu kritikan dan saran dari kalian semua.

Tapi jangan lupa votenya ya!!, karena vote dari kalian buat aku jadi tambah semangat nulis.

###

Selama beberapa hari tinggal bersama razer, ara mulai menemukan kepribadian temanya yang baik dan perhatian terhadap dirinya bahkan, sifat perhatian dari razer ini membuat ara semakin yakin bahwa razer telah berubah.
Keduanya mulai akrab seperti dulu, mulai dari memasak bersama, menonton film hingga belanja kesupermarket yang biasa mereka lakoni semasa hubungan pertemanan mereka masih terjaga.

Membuat ara sedikit bisa melupakan dan mengalihkan pikiranya dari masalah yang tengah ia hadapi sekarang, bahkan pacar razer yang bernama naya juga sering membantu ara dalam menjalani dan melakukan semuanya secara perlahan agar kehidupan ara bisa berangsur normal karena naya sendiri adalah seoarng psikolog yang juga dulunya membantu razer dalam memperbaiki mentalnya dan obsesinya terhadap ara, hingga membuat keduanya menjadi sangat dekat dan mulai menjalin kasih karena kecocokan diantara keduanya.

Dan hari ini dikediaman milik razer mereka sedang merayakan hari ulang tahun naya dan melakukan party kecil-kecilan yang hanya diisi oleh mereka bertiga.
Ara yang tampak gembira melihat dan bisa merasakan kebersamaan seperti ini, dan bisa melupakan masalahnya yang beberapa hari ini membuatnya takut.

Karena pengirim surat misterius itu sudah mulai bergerak meneror ara, tapi yang menjadi pertanyaan dari semua ini adalah.
Kenapa orang itu baru menorornya sekarang, kenapa tidak sedari ia masih tinggal bersama kevan, dan yang lebih mencengangkanya lagi peneror tersebut sudah berani mengirimi surat ancaman yang mengatakan bahwa peneror tersebut tau apa yang sedang dialami oleh ara dan mengatakan bahwa memang dirinyalah yang mengirim surat itu bukan razer.

Jadi siapa sebenarnya orang tersebut?, namun razer segera mengirim anak buah yang dimilikinya untuk mencari tau siapa sebenarnya dalang dibalik semua aksi teror yang sedang dihadapi oleh ara.

"Ra..lo kenapa.?" Tanya naya, yang sebelumnya telah menepuk pundak ara.
Ara yang masih sibuk dengan banyaknya pemikiran, dikejutkan dengan tepukan yang ia rasakan dipundaknya.

"Gak, gue gak papa." Jawab ara singkat yang langsung dibalas senyuman oleh naya dan langsung mengambil posisi dusuk disamping ara.

"Ra...gue tau masalah lo itu banyak banget dan pasti lo lagi mikirin semua itu, dan gue mohon sama lo..kalaupun lo pengen cerita ke gue ...lo cerita ra, gue pasti akan selalu dengerin lo,  ya walupun kita baru kenal tapi lo bisa anggap gue sebagai temen yang lo percaya kok, dan jangan pernah lo mikirin teror itu lagi...karena kesehatan lo bisa memburuk nantinya ra..lagian razer udah kirimin anak buahnya buah cari siapa pelakukanya kok, jadi lo tenang aja ya." Jelas naya, membuat ara langsung tersenyum simpul.
Ternyata masih ada yang menganggapnya sebagai teman, ia pikir hanya donilah yang menajadi teman baiknya ternyata masih ada orang yang masu menjadi teman baiknya dan menemaninya.

"Thnks ya nay, karena lo gue bisa sedikit ngurangin beban pikiran gue dan juga thnks buat semua ini." Balas ara, membuat naya langsung menarik ara dalam pelukan hangat yang mereka ciptakan sebagai teman yang akan saling membantu bila dirasanya dalam kesulitan.

"Kalian pelukan kok aku gak diajak-ajak sih..!" Ucap razer yang sudah berdiri sidepan mereka, membuat pelukan mereka akghirnya terlepas dan menatap razer dengan tatapan melotot.

"Gak ...enak aja lo, mau pelukan sama kita, pelukan aja noh sama tembok." Balas ara, dengan nada ketusnya membuat razer berpura-pura  sedih.

Hal tersebut mengundang naya dan ara untuk mentertawakan razer yang masih sibuk berpuara-pura memberengut sedih dan jangan lupakan wajah razer yang sudah seperti  ekspresi anak kecil.

Sampai suara lemaparan batu mengenai salah satu kaca yang berada dilantai balkon ruangan yang mereka gunakan ini.

BRAKK...

Membuat mereka bertiga langsung menoleh kesumber suara yang menjadi tempat lemaparan batu itu berada, razer yang mendengar langsung berjalan kearah kaca yang terkena lemparan batu dan diikuti ara dan naya yang berada dibelakang razer.

Setelah memeriksa tempat yang terkena lemparan batu, mereka dikejutkan dengan temuan batu yang berbalutkan kertas dan setelah diambil dan dibuka kertasnya oleh razer.
Tenyata isi dalam kertas tersebut adalah sebuah tulisan yang bertuliskan.

Kamu milkku.

Dengan tulisan yang berwarna merah seperti darah, mmebuat ara langsung kaget bukan main.

Razer yang membaca tulisan tersebut langsung menelpon anak buahnya yang berjaga dibawah sana.

"Ada orang yang masuk kerumah saya, dan ngelempar salah satu kaca yang ada dibalkon rumah saya dengan batu, kalian kemanaa aja ??!, sayakan udah perintahin kekalian buat awasin dan jaga rumah saya kenapa ini masih ada orang yang bisa masuk bahkan sampai ngelempar batu segala!!" Marah razer, padahal ia sudah mengetatkan penjagaan rumah miliknya namun kenapa sampai ada orang yang bisa masuk.

Razer yang melihat ekspresi ara berubah langsung menenangkan ara dengan ucapanya.

"Ra kamu jangan khawatir, aku udah kerahin semua penjaga buat cari dan memperketat rumah ini jadi jangan terlalu kamu ambil pusing ya, karena nantinya kesehatan kamu juga yang bakal menurun." Ucap razer, yang hanya bisa dianggukin oleh ara.

"Udah mendingan kamu istirahat aja dulu, naya tolong kamu bawa ara masuk kekamarnya ya." Pinta razer pelan yang langsung diangguki oleh naya, setelah kepergian ara dan naya razer langsung menelpon seseoarang.

"Tolong kamu awasin orang yang saya sudah saya curigain selama beberapa bulan lalu!!." Ucap razer keseseorang yang berada disebrang sana.

Razer yakin bahwa dalang dibalik semua ini adalah orang itu.

###

Sementara ditempat lain, keadaan kevan yang masih amat sangat kacau hanya bisa menatap kearah foto yang bergambarkan foto ara yang sedang tersenyum kearah kamera, disana ara tampak bahagia dan senang.
Membuat kevan hanya bisa ikut tersenyum kecil kala mengingat kenanganya beraama ara.

Sampai dering handpone membuatnya langsung mengambil handpone miliknya yang berada disamping nakas tempat tidurnya.

"Ya halo."

"..............."

"Jadi kamu sudah menemukan dimana istri saya berada?," tanyanya memastikan, apakah benar istrinya sudah ditemukan.

".............."

"Segera kirimi saya alamatnya." Ucap kevan yang langsung mematikan dambungan teleponya dirinya segera bangkit dan mengganti bajunya dengan baju yang  lebih rapih.

"Akhirnya aku nemuin kamu sayang, dan aku pastikan kamu akan pulang..walapun nantinya kamu tetep nolak aku, dan kalaupun kamu gak mau pulang aku bisa gunain cara licik untuk buat kamu luluh dan mau aku ajak pulang kerumah kita." Gumamnya dengan seringaian menakutakan.





Tbc....
Maaf kalau typo guys

Big Boss - Tamat Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang