Menjelang Turnamen

55 6 2
                                        

Malam itu mereka mendapat ceramah panjang lebar dari Pak Sholeh setelah mang Sardi melihat mereka Mang Sardi langsung melapor pada pak Sholeh yang rumahnya berada tepat di depan sekolah mereka. Setelah puas berceramah, Pak sholeh menghubungi orangtua/wali mereka satu-satu.

"Cempaka Yaallah punya anak perempuan satu udah kayak punya anak se er-te," Bunda mencubit kuping Cempaka keras.

"Awww aduh aduh Bunda sakit," Cempaka meminta dilepas.

"Aduh jeng itu kasihan kuping cantik nanti lepas," mami Aditya bukannya meredahkan kemarahan suaminya pada anak laki-lakinya wanita itu malah berusaha menolong Cempaka. Sudah tahukan jika Cempaka ini adalah tetangga kesayangan mami Adit.

"AUWWW." Cempaka makin meringis keras saat bundanya menambah tenaga cubitan.

Mami Adit juga ikut-ikutan meringis. "lepas jeng aduh aduh kasihan sekali kamu cantik."

Sedangkan untuk yang lainnya nasib mereka tak jauh beda dari Cempaka.

"Ampun papi Adit cuma nyari hantu papi." Aditya menghiba memohon dengan menyembah-nyembah papinya yang masih mengangguk-angguk sambil mengelus janggutnya yang hanya lima biji.

Mang Sardi dan pak Sholeh jadi memijit pangkal kepalanya untuk meredahkan kepusingan akibat kebisingan anak-anak nakal ini.

***

Mereka berempat hari ini berjubel di kantin sekolah. Ya lupakan saja kejadian hari senin lalu saat ini sudah hati rabu. Cempaka sedang senang-senangnya membaca buku jadi kemanapun selalu membawa buku bacaan. Selain buku bacaan buku bon kas kelas juga tak ketinggalan diketiaknya.

Cempaka dan Indri itu satu kelas sedangkan Cika dan Lili beda kelas. Cika IPS, Lili IPA 2 mereka satu angkatan.

"Gue bosen makan siomay mulu mau yang lain!!." protes Cika saat Lili dan Indri membawa baki berisi 2 piring Siomay dan 4 gelas air.

"Pesan aja sendiri katanya mau diet," ejek Indri pada Cika yang cemberut lucu.

"Ck!"

Cika berdecak kesal ia memang disuruh kakaknya diet ketat sebab kata kakaknya tubuh Cika tidak ideal lagi. Kakak Cika ini seorang model cantiknya tiada tara. Cika dengan sebal mengeluarkan makanannya yang terdiri dari kentang rebus dan sayur mayur yang direbus.

Sedangkan Cempaka yang juga membawa bekal tengah membuka bekalnya. Matanya masih terus menyorot setiap kata yang ada di buku bacaannya sedangkan tangannya lihat menyendokan makanan masuk ke dalam mulunya.

"Huu lihat deh kutek gue cantik ngak?" Sesil heboh memamerkan warna kukunya yang blang blink berkilau.

"Eh iya Sil cantik banget mau dong," Pinta Bella tergiur akan warna itu.

"Tenang gue bawa buat kalian tara." Sesil mengeluarkan sebotol kecil kutek dan menyodorkannya pada kedua temannya itu.

Berbeda dengan Aditya yang hari ini sedang bersiap menghadapi turnamen minggu depan. Mereka sedang ada di ruang olaraga mengatur strategi.

"Pokonya kita harus mempertahankan juara bertahan kita!" kata Adi dengan menggebu-gebu yang mendapat anggukan semangat teman-temannya. Tim adalan sekolah terdiri dari sepuluh orang dengan Aditya sebagai kapten.

***

Semua orang sibuk mempersiapkan segala hal untuk turnamen. Tim sorak juga sudah bersiap dengan pakaiannya dan perlengkapan sorak. Lapangan yang akan digunakan juga dicat baru serta pagar pembatas juga dipasang mengelilingi lapangan futsal.

"Tolong bola-bola juga disiapin." ujar Adit pada teman-temannya. Aditya sudah mencuci bersih seragam mereka maksudnya seragam tim mereka sedang berada di rumah Cempaka karena bunda Cempaka membuka usaha laundry.

Bersambung...

Bersambung

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
JURNAL SMATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang