21 : surrender

642 87 9
                                        


"Lo yang nyari masalah karena udah nyoba buat rebut Yiren dari gue!"

"Lah emang Yiren siapa lo? Emang lo udah pacaran sama dia?"

Yaxuan gak jawab, membuat Yaowen tertawa sinis sambil mengusap sudut bibirnya yang berdarah.

Yaowen berjalan ke tengah lapangan, kemudian merebahkan tubuhnya di lantai.

"Udah lah, Xuan, gue capek berantem gini terus. Bikin capek tenaga sama pikiran aja." Ucapnya santai sambil menutup wajahnya dengan lengannya.

Yaxuan ikut mendekatinya, dia juga membaringkan tubuhnya di samping Yaowen dan menjadikan lengannya sebagai bantalan.

"Maaf, gue terlalu emosi." Kata Yaxuan setelah membuang nafas berat.

"Gue gak nyangka dah elu yang kalem gitu ternyata posesif juga ya. Kirain anaknya mudah ikhlas gitu."

Yaxuan mencibir, "Gue gak selemah itu ya, njing."

"Ya santai dong, bangsat."

"Lu yang santai, setan."

"Lo duluan yang mulai, anjir."

"Serah." Yaxuan mengalah. "Gue gak posesif."

"Lah terus? Ini sampe nonjok gue karena apa?"

"Cemburu."

"Oh."

Kemudian mereka saling diam, sama-sama memejamkan matanya dan menikmati semilir angin yang lewat. Saat ini cuaca sedang mendung, makanya mereka gak merasa kepanasan.

"Sejak kapan?" Tanya Yaxuan tiba-tiba.

"Apanya?"

"Lo suka sama Yiren."

"Lupa. Baru-baru aja sih, gue juga baru nyadar kalo gue suka lihatin dia." Balas Yaowen. "Lo?"

"Sejak dia hibur gue di ruang musik waktu gue gagal ikut lomba musik." Yaxuan membuka matanya, menatap langit biru gelap yang sebentar lagi mungkin akan menurunkan hujan. Tanpa sadar dia tersenyum kecil sendiri, "Dia lucu."

"Emang. Polos juga." Sahut Yaowen.

"Gak cocok sama lo."

"Lah napa gitu, bangsat?!"

"Lo kan badboy, gak cocok sama dia yang polos."

"Badboy gini yang penting dikit-dikit kagak main nonjok orang ye." Yaowen menyindir. Sontak aja bikin Yaxuan terkekeh.

"Iya juga."

"Gue ragu lo sama Yiren."

Yaxuan melotot. "Lah napa ragu?"

"Lo suka main nonjok gitu sih."

Yaxuan menendang kaki Yaowen, "Gue gak sebejat itu ya anjing sampe nonjok cewek!"

Yaowen ketawa ngakak, "Bercanda anjir, lu nendangnya serius banget sih. Ngilu kaki gue!"

"Mampus."

"Dasar sensian."

"Berisik."

Keduanya sama-sama tertawa. Baru saja mereka saling menatap satu sama lain dengan penuh kebencian, saling memukul tanpa peduli kalau lawannya adalah sahabat sendiri hanya karena satu perempuan. Sekarang udah akur lagi dan ketawa bareng. Ya walaupun dibarengi sama umpatan-umpatan sih.

"Gue mundur." Ucap Yaowen. "Karena dia suka sama lo. Percuma juga gue kejar."

"Ya emang harusnya lo mundur."

"Lo ngeselin banget sih bangsat! Sini berantem lagi!"



Gak berantem beneran kok, mereka jadinya battle basket berdua. Tapi sesekali saling lempar bola basket satu sama lain kalo udah kesel banget. Tapi mereka tetep main sambil ketawa-ketawa.

Yaowen sadar, kalau dia ikut egois, itu bukan hanya bikin dia kehilangan perempuan yang dia suka, tapi juga kehilangan sahabat dekatnya sendiri. Apalagi dia sama Yaxuan udah sahabatan dari masih SD.

"Dahlah capek gue, gue pulang dulu." Yaowen mengakhiri permainan basket mereka. Dia sudah berkeringat dan ngos-ngosan.

Yaxuan pun ikut mengambil tasnya dan beranjak pulang. Lalu mereka berpisah di parkiran dan pulang dengan motor masing-masing.






Tapi Yaowen tidak langsung pulang. Pas perjalanan pulang, tiba-tiba hujan deras turun. Kebetulan dia dekat dengan kafe. Jadilah Yaowen memutuskan untuk berteduh di kafe dulu sambil makan siang. Kebetulan dia juga laper banget.

Yaowen masuk ke dalam kafe yang terlihat sepi itu. Dia berjalan sambil mainin ponselnya. Sampai tanpa sengaja Yaowen menabrak seseorang.

"HUAAA ES KRIM GUE JATUH!!!"

Yaowen auto panik dan kaget saat orang yang ditabrak dia berseru sambil nangis. Seorang cewek yang mungkin umurnya tidak jauh dari dia menatap es krimnya yang jatuh sambil nangis.

"Eh eh maaf mbak, saya gak sengaja sumpah."

"HUAAA INI ES KRIM STOK TERAKHIR PULA! GUE UDAH NGIDAM-NGIDAM DARI KEMAREN DAHAL!"

Yaowen makin panik saat beberapa pengunjung di sana memperhatikan mereka. "Duh mbak, maaf banget. Saya ganti deh."

"ES KRIMNYA UDAH HABIS, ANJIR! LO GAK DENGER GUE BILANG TADI?!"

"Ganti yang lain..." Yaowen menggaruk tengkuknya bingung.

"Apa aja?"

Yaowen mengangguk.

"Oke. Ayo ikut gue!" Lalu si cewek asing ini langsung menarik tangan Yaowen menuju meja kasir untuk memesan.

"Mbak, saya mau mesen pizza, burger, kentang goreng. Minumnya cola sama milk tea. Dessertnya es krim rasa stroberi sama red velvet cheese cakenya. Yang bayar dia nih."

Yaowen sukses dibuat menganga mendengar ucapan cewek ini. Padahal yang jatuh cuma es krim, ganti ruginya bejibun. Nyesel dia iyain pas ditanya apa aja. Yaowen bisa gak jajan sebulan ini mah.

Yaowen sekarang : 😭😭😭

"Hmm, mbak, bukannya itu banyak banget ya...?" Ucap Yaowen.

"Kenapa? Lo gak mau belinya?"

"Bukan gitu, kan saya cuma jatuhin es krim doang."

"Tapi es krimnya udah habis! Salah lo sendiri nabrak gue!"

Oke, Yaowen kicep.

"Permisi kak, ini jadi mesennya?" Pelayan melerai pembicaraan mereka.

Si cewek langsung menatap Yaowen, bikin Yaowen mau gak mau ya ngangguk biar cepet.

"Tambahin burger sama colanya jadi dua." Ucap Yaowen.

"Baik, totalnya semua dua ratus tiga puluh ya."

Dompet Yaowen dan Yaowennya sendiri : 😭😭😭😭😭

Yaowen memberikan kartu kreditnya. Lalu menekan passwordnya.

"Atas nama siapa ini?"

"Xiao Qinyuan!"

"Liu Yaowen."

Pelayannya menatap mereka bingung, "Baik... atas nama Xiao Qinyuan dan Liu Yaowen ya. Silahkan tunggu di mejanya ya." Pelayan itu memberikan bel kepada mereka. Dan diterima oleh gadis yang mengaku bernama Xiao Qinyuan itu.

 Dan diterima oleh gadis yang mengaku bernama Xiao Qinyuan itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


cmiwiww

𝐭𝐡𝐞 𝐰𝐚𝐲 𝐢 𝐥𝐨𝐯𝐞 𝐲𝐨𝐮Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang