"Eh, tadi gue denger katanya Yaxuan batal jadi perwakilan club musik ikut lomba nasional nanti. Terus dia digantiin sama anak kelas sebelah, si Wang Qilu."
"Lah kok gitu?! Bukannya Yaxuan itu udah fix kepilih sejak sebulan yang lalu?"
"Gak tau, tiba-tiba Laoshi gantiin. Mungkin si Qilu nyuap Laoshi?"
"Iya juga, Qilu kan anak donatur di sini juga."
"Padahal Yaxuan juga orang kaya, kenapa dia gak lawan sih."
"Plis lah, Yaxuan gak sekotor cara si Qilu. Keluarga dia itu keluarga kaya yang baik gitu. Gak sombong. Mamanya aja pernah bagi-bagikan cookies dari toko kue yang baru dibukanya ke satu sekolahan."
"Oh iya ya, ih tapi sayang bangett! Yaxuan lebih bagus daripada Qilu. Ah tau gini gue buang aja tiket nontonnya."
"Iya njir gue juga!"
Gue terus mendengar pembicaraan dua cewek di kelas gue ini. Ralat, bukan dengerin sih, lebih tepatnya ya "nguping".
Gue baru aja mendengar berita kurang menyenangkan tentang Yaxuan. Rasanya gue berkali-kali kesel, sampai rasanya pengen banget gue penggal kepala orang yang namanya Wang Qilu itu. Enak aja dia ngerebut posisi Yaxuan dengan uang?! Yaxuan udah latihan keras demi ikut lomba itu dan dia dengan seenaknya tinggal bayar dan mendepak Yaxuan dari posisinya. Gue juga benci banget sama Laoshi yang menjadi pengurus klub musik. Dia bersikap gak adil, kalo kayak gini gue harus ngelapor ke kepala sekolah. Lihat aja nanti, gue bakal laporin.
"Eh tapi lu jangan bilang-bilang ya! Gue denger dari anak klub musik, adiknya Laoshi itu. Jadi yang tau masalah sogokan itu baru kita."
"Sipp!"
Untung aja gue lagi di posisi tertidur, jadi mereka gak sadar kalau sebenernya gue itu terus "menguping" pembicaraan mereka dengan mata terpejam.
Gue kepikiran, Yaxuan gimana ya sekarang? Pasti dia kecewa banget, usahanya bakal sia-sia. Percuma dia latihan terus setiap pulang sekolah tapi endingnya didepak tiba-tiba. Yaxuan juga gak kelihatan dari tadi, temen-temennya juga gak kelihatan. Kelas ini sepi, cuma diisi sama gue dan dia cewek tadi.
-
"Makan gak lu?" Tanya Junlin sambil mengambil satu nampan untuk makan siang.
Gue diam dulu, sebenernya gue gak nafsu makan. Tapi kaki gue tetap bergerak buat ke kantin untuk makan siang bareng Junlin.
"Gak usah deh, gue jajan aja." Balas gue final. Junlin mengangguk, dia pun berjalan memasuki antrian mengambil makan. Sedangkan gue ke toko kecil di dalam kantin. Di sana udah kayak toserba, cari apa aja ada. Ya gak semua sih. Gue rencananya mau beli jajanan aja dan ikut Junlin makan di kantin. Di dalam kelas terus bikin gue bosen banget.
Gue membeli susu kotak, es krim, dan roti sandwich selai stroberi dan krim keju. Setelah membayar, gue ikut bergabung bersama Junlin dan Li Wei yang udah mulai makan bersama itu.
"Kok gak makan?" Tanya Li Wei.
Gue duduk di samping Li Wei, sedangkan Junlin di depan gue. "Gak laper."
"Padahal hari ini lauknya ayam goreng." Ujar Li Wei.
"Gak selera gue."
"Yaudah."
"Eh lu udah tau gak?" Tanya Junlin tiba-tiba.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐭𝐡𝐞 𝐰𝐚𝐲 𝐢 𝐥𝐨𝐯𝐞 𝐲𝐨𝐮
FanfictieTitle: The Way I Love You MC: Song Yaxuan Genre: Romance, slice of life, school life, youth Status: Finished Liu Yiren tahu rasanya menyimpan rasa tanpa pernah berani mengucap. Hari-hari berjalan biasa saja, seolah tak ada yang berbeda, padahal hati...
