Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sering cuma bisa ngeluh, padahal kalau saja mau buka mata, pasti akan banyak bersyukur. Ah, dasar manusia. -Hc
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Renjun bergumul dalam selimutnya, ia tak ikut acara penutupan festival. Sejak diantar pulang Winwin kemarin-kebetulan Doyoung dan Taeyong ke sekolah mereka- ia tak beranjak dari kasurnya.
Tidak ada perlakuan khusus saat ia sakit, tapi Renjun berterimakasih setidaknya ia tidak dibangunkan dengan guyuran ember.
"Huang!!"
Renjun melenguh, ia baru saja masak dengan tubuh yang dikuat-kuatkan. Kali ini apalagi?
Orang sekali lihat pun akan tau jika Renjun sakit. Wajahnya luar biasa pucat dan badannya menggigil.
"Jaga toko sebentar. Aku mau kumpul dengan ibu-ibu yang lain."
Sunny bersiap menenteng tasnya.
"Paman mana Bi? Kepalaku pusing.. "
Wanita itu berdecak. "Jangan manja! Pamanmu mabuk semalam jadi masih tidur."
Tanpa menunggu jawaban Renjun, Sunny sudah melengang keluar.
Apa kabar Renjun yang tidak bisa tidur semalaman karena tubuh dan otaknya tak bisa bekerja sama.
Renjun membawa selimut sebanyak mungkin dari kamar untuk membungkus tubuhnya padahal ia sudah berjaket tebal.
Semoga saja tidak ada yang beli hari ini. Bukan bermaksud buruk, tapi Renjun benar-benar lelah.
Berbantal tangannya di meja kasir, Renjun memejamkan mata. Tapi keadaan sedang tidak baik, saat ia hendak masuk ke dunia mimpi seseorang masuk hingga lonceng bel toko berdenting.