Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Perasaan tulus itu nggak bisa dinilai, diukur, atau dijumlah. Kadang yang kita kira tulus, ternyata hanya untuk menutupi canggung.
-Na
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
.
Setelah dipaksa masuk dan dikunci di gudang, yang ada dipikiran Renjun adalah bagaimana ia keluar.
Sungguh, ruang sempit dan gelap adalah hal yang paling ia hindari setelah balon.
Kadang Renjun ingin mengumpat, menyalahkan Tuhan dan takdir. Namun ia bisa apa? Diberikan oksigen untuk hidup saja ia sudah berterimakasih.
Kyuhyun mengambil perkakas secara asal.
Mata Renjun membulat saat tangan pamannya menggenggam gunting taman.
Ya Tuhan.. Siapapun, tolong selamatkan ia saat ini.
Tubuhnya bergetar hebat, ia bisa mati kapan saja.
"Paman.. Ampuni aku.. Aku minta maaf.. "
Renjun memundurkan langkahnya dan sial, terjatuh menabrak tumpukan barang dibelakangnya dengan bunyi berkelontang.
Telinganya tuli sudah, jantungnya berpacu.
"Sampaikan salamku pada ibumu. Bilang, aku muak mengurus bocah sial sepertimu."
CEKRASH!!
"ARRGGHHH!!!"
Ujung tajam gunting besar itu menancap di betisnya.
Nyeri, panas, sakit, ngilu. Semua ia rasakan jadi satu.
Saat gunting itu menelusuri pahanya, Renjun menangis. Betisnya berlumuran darh dengan goresan yang cukup dalam.
Siapapun.. Tolong Renjun.
'Bunda.. Injun takut Bunda..'
Meskipun ia kadang merasa hidup tak adil, tapi Renjun ingin hidup. Ia ingin menggapai mimpinya.
Setidaknya, ia akan bertemu bundanya disana dengan senyuman bangga.
"Paman.. Jebal.. "
KAMU SEDANG MEMBACA
Fireflies✨
FanficDia diam saja, namun dunia bersikap jahat dan tak adil padanya. Dia selalu duduk di pojok belakang, tersembunyi dari keramaian.Namun dengan ajaib, takdir selalu mempermainkannya. - 00 Line NCT Dream © belongs to NCT and SM Entertainment Story nya...
