Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
. .
Jeno terlihat mengecek ponselnya beberapa kali. Menunggu seseorang yang dari tadi tak kunjung membalas pesannya.
Hari ini sekolah libur, dan itu ia gunakan untuk bertemu seseorang oh atau lebih tepatnya dua orang.
Mungkin sudah sekitar setengah jam ia menunggu dan belum ada penampakan dari seorang berkulit tan yang sangat khas.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Bocah satu ini ketiduran apa gimana si.. " Gumamnya mengecek kembali pesan KakaoTalk yang baru saja ia kirimkan.
Sudah masuk, tapi belum dibaca. Aish, kenapa ia jadi seperti pria yang sedang menunggu pacarnya datang?
"Yooo Jeno Lee." Suara cempreng khas yang bisa membuat siapapun mendengarnya tertawa datang menginterupsi.
Jeno menoleh, memasukkan ponselnya ke saku. Menatap Haechan yang datang dengan seseorang.
"Kenapa lama sekali?" Tanya Jeno sedikit ketus saat bocah berkulit Tan itu justru tersenyum lebar.
"Tadi debat sebentar sama Taeil-hyung. Nanti pas datang kesana pakai Tuxedo atau pakai kaos training." Jawab Haechan melirik sosok di sampingnya yang mengangguk setuju.
Sungguh pasangan Bulan-Matahari itu sama-sama random di mata Jeno. Namun, jika tidak dengan mereka Jeno tidak akan bisa masuk ke klub itu.
"Jadi, Jeno mau jam berapa?" Tanya Taeil lalu duduk di rerumputan diikuti Haechan dan Jeno yang memang sudah lelah.