Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ini hidupmu, kamu pemimpinnya. Jangan menyerah hanya karena tuntutan orang lain. -Na
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sebelumnya Sa sarankan untuk download atau siapkan lagu I. O. I —Downpour
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Renjun menyudahi acara menangisnya. Beberapa kali mengatur napasnya agar tak sesak. Hidung dan matanya sembab.
Resiko .
Menilik matahari yang sudah mulai meninggi, pasti sebentar lagi sudah masuk waktu dibukanya festival.
Renjun menuju toilet terdekat, membasuh wajahnya. Menatap cermin lama, menatap lekat wajahnya yang sebagian tertutup rambut.
Tangan mungil itu menyibak pelan, sekarang terlihat jelas bekas-bekas luka yang hampir kering.
Ia saja iba dengan wajahnya sendiri, bagaimana saat orang lain melihatnya? Apakah lebih merasa kasihan atau... Muak?
Entahlah.
Renjun menepuk kedua lengannya bersamaan. Menguatkan diri sendiri.
"Bertahanlah sebentar lagi Jun.. Bersyukurlah sedikit lagi, setelah ini kita keluar dari dunia yang kejam ini. Bangun rumah di tengah hutan juga bisa kan?"