RB11 - Are you Crazy?

1K 136 30
                                        

Ada yang kangen sama ff ini? 😁 Mana unjuk kaki eh unjuk tangan?

Mau tanya dong, kenapa kalian nunggu ff ini dan kenapa kalian bisa suka sama ff ini? Tulis di komen, ya.

Luv u all💜

---oOo---

Ini adalah sebuah keputusan yang tidak bisa diterima oleh Jungkook.

Diputuskan oleh Shin Yuna.

Tidak! Karena dia sangat mencintai perempuan itu, ia tidak ingin Yuna dimiliki oleh orang lain. Jungkook berharap Yuna hanya meminta waktunya sendiri. Ya, Jungkook berharap begitu.

Jooeun sialan!

Jungkook sudah mengurus perempuan itu. Waktu di gudang, ia menghancurkannya lagi. Lebih kejam, tidak manusiawi. Menjambaknya, lalu membuatnya hingga pingsan dan juga tersedak sperma. Perempuan itu sendiri yang mengatakan bahwa ia menginginkan hukuman agar Jungkook tak meninggalkannya. Setelah itu, ia membawanya ke rumah sakit pribadi untuk diurus. Sama-sama tidak waras!

Sekarang ia berada di kediaman Jeon. Tentu pria yang ia sebut dengan Kakak menyambutnya dengan senang hati. Jungkook melempar ponselnya ke sofa, setelah mendengar nada sambung berulang kali tidak terjawab. Siapa lagi kalau tidak menelepon Yuna. Jungkook sudah rindu. Biasanya ia akan membawakan gadisnya itu pizza kesukaan dan mengerjakan tugas selain melakukan cuddling.

Hyung senang akhirnya kau pulang, Jeon.”

“Tidak sesenang seperti kedengarannya.” Jungkook mendecih. Ia memasukkan keripik kentang rasa barbeque ke dalam mulut. Mulai berbaikan lagi dengan ponsel sambil mengetik sesuatu di sana. Namjoon ikut bergabung. Dirinya terlihat santai dibandingkan biasanya yang memakai celana bahan dan kemeja, sekarang ia hanya memakai kaus dan celana training pendek. Khas pakaian rumahan.

“Kau menyetujuinya?”

Jungkook terlihat berbinar-binar ketika melihat layar ponsel berkedip karena Yuna duluan yang menelepon. Ia mengabaikan ucapan Namjoon lalu mengangkatnya.

“Hello, Sweetㅡ”

No, damn Sweety, bastard. Aku hanya ingin mengatakan jangan menggangguku mulai hari ini.”

Jungkook mengernyit. Tentu ia takkan melakukan hal itu. “Tidak. Aku mencintaimu, Yuna. Lebih dari apapun.”

Tidak ada cinta ketika cintamu sudah masuk ke dalam lubang senggama pelacur.”

Oh shit. Jungkook benar-benar ingin merobek mulut perempuan jalang itu karena sudah berhasil memisahkan Yuna darinya.

Jungkook mengerang frustrasi. “Sweety~”

Don't call me like that, Jungkook. Karena aku akan semakin membencimu.” Jungkook tertegun. Ia merasa sakit ketika ia mendengar suara kecil berupa isakan Yuna. Ini adalah kali kedua ketika pertama bahwa Ayah Yuna dikabarkan meninggal dan sekarang ini karenanya. Walaupun itu terdengar samar, Jungkook yakin Yuna tengah menahannya.

“Maaf, Sweety. Tapi, aku ingin satu kesempatan. Tidak akan adaㅡ”

Maafmu kuterima, Jeon. Tapi jika aku memberimu kesempatan, nanti kau akan memintanya lagi seolah itu adalah kesempatan pertamamu lagi. Aku tidak ingin hal itu. I don't believe Jeon kita akan berpisah seperti ini. Tapi, kau harus tahu bahwa aku pernah mencintaimu sampai akhir sebelum aku membuangnya jauh-jauh.”

Jungkook sekali lagi memohon. “Please.”

Tanpa balasan, telepon itu ditutup dengan sepihak. Jungkook stagnan. Ia mulai kebingungan, yang ia takutkan jadi kenyataan. Ia tak ingin berpisah. Tak ingin. Ia menghempaskan tubuhnya di sofa. Tanpa berpikir bahwa sedari tadi Namjoon memperhatikan gerak-geriknya.

Rule BreakerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang