Malam itu bagaikan malam yang terhoror untuk mereka, mereka tak habis pikir dengan diri mereka mengapa mereka begitu tak memakai otak untuk mempercayai orang yang begitu baik menolong satu pengecut?,
Malam itu pun Jennie dan Nayeon terlihat tidur sendiri tanpa adanya kekasih mereka, Jeongyeon yang memilih tidur dikamar lain karena kecemburuan nya pada perlakuan Jennie terhadap Jiso, begitupun dengan momo yang lebih memilih menenangkan dirinya,
★
Pagi ini mereka berkumpul bersama Seperti biasa melakukan ritual sarapan pagi yang telah Nayeon & Jennie sajikan begitu dengan Momo yang saat ini berada bersama dengan orang yang tak mempercayainya?,
"Mo" Ucap sana membuka pembicaraan dipagi hari ini pasalnya selama makan tak ada satu katapun yang mereka keluarkan entah karena canggung atau suasana nya yang begitu menegangkan menurut mereka,
"Hmm" Sahut Momo sembari meminum segelas air
"Sudah berapa lama kita tidak mengunjungi mereka?" Tanya sana dengan raut yang bahagia
"Mereka? Siapa?" Ucap Momo sembari memberi exspresi seperti mengingat-ingat sesuatu
"Lupa? Dengan mereka?" Sahut Mina mengerti akan apa yang otak sana tuju,Yang lain? Hanya mendengarkan tanpa ikut membuka pembicaraan meskipun sejujurnya mereka ingin bertanya
"Hmm nee nee aku mengingat nya, Entah berapa lama? Sudah hampir satu tahun kah?" Tanya Momo
"Mungkin, kita terlalu sibuk" Sahut sana sembari memakan buah apel
"Bagaimana jika hari ini kita mengunjunginya?" Saran Mina dengan begitu antusias,"Boleh tuh Min" Ucap Sana yang tak kalah antusianya
"Ettt tunggu sepulang dari sana tidak ada acara belanja seperti dulu!" Tegas Momo dengan begitu malasnya jika mengingat setelah mereka kembali berkunjung ending nya akan selalu sama mengantarkan Sana Dan Mina berbelanja, Itu adalah hal yang paling membosankan menurut Momo,"Hahahaha oke oke kita lihat nanti" Ucap Mina diiringi tawa yang begitu menenangkan hati
"Ingin berangkat jam berapa?" Tanya sana
"Sekarang aja males kalau siang" Sahut Momo berlalu meninggalkan orang-orang yang masih stay dimeja makan, MiSa hanya mengangguk mengerti ia tak ingin memprotesnya sedikit pun,Setelah menaiki anak tangga dan tak terlihat lagi oleh pasang mata para manusia yang berada dibawah
"Mau kemana kalian SanMin?" Tanya Jeongyeon mewakili rasa penasaran para sahabatnya yang lain
"Suatu tempat heheheh" jawab sana sembari tertawa
"Sialan ditanya beneran juga" kesal Jeongyeon
"Suatu tempatnya itu dimana?" Kini Jennie pun akhirnya membuka bicara setelah berbungkam diri,"Bukan dimana-mana unnie hanya ingin mengunjungi seseorang" Jawab Mina dengan senyuman manis khas nya yang membuat siapapun akan merasa tenang didalam hatinya,
"Baiklah jika tak ada yang ingin memberi tau, berhati-hati lah dijalan" Ucap Jennie pasrah dengan keras kepalanya mereka,"Nee unnie gamsahamnida" Sahut Mina, Sana masih tetap menikmati buah apple nya
Tak butuh waktu lama momo akhir nya turun kembali dengan membawa Hoodie ditangan nya
"Kaja San Min" Ucap Momo
"Aishh bentar-bentar kita belum siap-siap" keluh Sana yang disetujui oleh Mina
"Baiklah cepat aku tunggu" Sahut Momo dengan sedikit kekesalannya,"Bentar-bentar tunggulah disini" Ucap Mina mereka berlari menuju kamar masing-masing Momo hanya pasrah dengan kelakuan mereka dan menunggu mereka diruang makan bersama sahabatnya?
Suasana diruang makan kembali hening tanpa suara apapun mereka sibuk dengan kehidupan dan pemikiran masing-masing,"Suasana begini sungguh tidak mengenakan hati" Ucap Dahyun yang sedang begitu asik dengan ponselnya
"Maksudnya?" Tanya Tzuyu yang begitu tak mengerti jalan pikiran Kim Dahyun padahal sendiri sedang fokus pada ponselnya
"Tidak ada yang ingin bermaafan? Mau sampai kapan kalian begini? Kita makan seperti didalam rumah berhantu begitu horor dan dingin tak ada cahaya kehangatan sedikitpun" Tegas Dahyun menatap para sahabatnya satu persatu,
